Bupati Kader Jaelani Pimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

Kategori Berita

.

Bupati Kader Jaelani Pimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

Koran lensa pos
Rabu, 06 Desember 2023

Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan menghadapi bencana Tingkat Kabupaten Dompu, Selasa (5/12/2023)


Dompu, koranlensapos.com - Pemda Dompu melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana di akhir tahun 2023 ini.

Apel dilaksanakan di Lapangan Beringin Dompu pada Selasa pagi (5/12/2023) yang dipimpin langsung Bupati Dompu H. Kader Jaelani. 

Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Dompu H.Syahrul Parsan, Ketua DPRD Kabupaten Dompu H. Andi Bahtiar, Sekda Dompu Gatot Gunawan PP, Dandim 1614/Dompu Letkol Kav Riyan Oktiya Virajati S.T., M.M yang didampingi Pasiops Kapten Inf Adisan, Kapolres Dompu AKBP Zulkarnain S.,IK serta sejumlah  pejabat Instansi terkait.

Pasukan upacara terdiri dari dua SST Personel Kodim 1614/Dompu, satu SST Personel Brimob, satu SST Personel Polres, satu SST Anggota BPBD, satu SST Lingkup Pemda, Orari, Tagana, Dishub, Pol PP, Dinkes, PMI, dan satu Regu Pramuka.

Bupati Dompu H. Kader Jaelani 
dalam sambutannya menyampaikan wilayah Kabupaten Dompu memiliki kondisi geografis dan hidroklimat yang rawan terjadi bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, non-alam maupun faktor sosial seperti kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu tentunya dapat menghambat pembangunan.

"Apel siaga bencana yang kita laksanakan pada pagi hari ini bertujuan agar adanya sinergitas dan kesiapsiagaan kita dalam menghadapi berbagai kemungkinan dampak risiko terjadinya bencana baik bencana alam, non alam maupun bencana sosial, sehingga minimal bisa mengurangi kita atau meminimalisir dampak dari hal itu, walaupun kita tidak pernah menginginkan bencana itu terjadi," ungkap Bupati AKJ.

AKJ selanjutnya mengapresiasi dan menyambut baik atas terlaksananya apel siaga bencana ini sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian sebagai abdi negara terhadap masyarakat. 

Menurutnya kondisi geologis dan geofisik yang tidak menentu seperti yang terjadi di musim pancaroba atau peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan harus diwaspadai dan diantisipasi. Menurut badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) bahwa puncak hujan diprediksi di awal bulan Januari hingga Februari 2024. Tidak menutup kemungkinan akan bergeser di akhir tahun 2023 ini atau sampai bulan Maret 2024.

"Melalui kesempatan ini kami mengimbau ke seluruh pihak terkait untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan personimel dan sumber daya peralatan yang dimiliki," ujarnya.


Dikemukakan Bupati, pelaksanaan apel siaga bencana dapat menjadi sarana untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas semua elemen dalam menghadapi potensi bencana.

"Saya yakin semua pihak tentunya telah memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing tinggal bagaimana kita mempererat kerjasama dan komunikasi secara aktif agar implementasi di lapangan berjalan dengan baik," ucapnya.

Dilanjutkan Bupati, beberapa upaya telah dilakukan Pemkab Dompu dilakukan BPBD selaku OPD yang menangani kebencanaan yakni telah terbentuk desa/kelurahan tanggap bencana sebanyak 37 desa/kelurahan dari 81 Desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Dompu.

Selain itu, telah terpasang papan informasi atau papan imbauan kebencanaan pada tempat-tempat rawan bencana walaupun itu belum memenuhi semua daerah rawan bencana.

"Regulasi Kebencanaan Daerah Insya Allah terbentuk di tahun ini yakni Peraturan Daerah Tentang Penanggulangan Bencana Daerah," jelasnya.

AKJ menginformasikan pula 
di awal tahun 2024, BNPB akan meluncurkan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi akibat bencana banjir di tahun 2021 yang tersebar di Kecamatan Hu'u, Kecamatan Dompu, Kecamatan Woja dan Kecamatan Kempo. Di tahun 2024 juga, BPBD akan merencanakan peningkatan SDM anggota TRC dengan melakukan pelatihan  penanganan/pencarian korban.

"Di tahun 2024 Insya Allah kita akan melaunching Kecamatan Dompu dan Kecamatan Woja sebagai Kecamatan Tanggap Bencana," sebutnya.

Lebih lanjut Bupati AKJ 
memgharapkan partisipasi aktif dari semua pihak mulai dari jajaran Forkopimda, Toga, Tomas, Tokoh Pendidikan, Ormas, Relawan, Wirausaha, dan tenaga Kesehatan agar terus meningkatkan jalinan komunikasi demi terciptanya pola koordinasi yang baik, hal tersebut harus tercapai dan manajemen diprioritaskan dalam kesiapsiagaan agar  proses penanggulangan bencana berjalan optimal.

"Mengantisipasi keadaan bencana yang ada di daerah kita ini saya minta kepada kepala pelaksana BPBD Kabupaten Dompu agar lebih siap dalam penanganan bencana, upaya monitoring kondisi di lapangan perlu terus dilakukan setiap saat dan siap siaga seluruh peralatan untuk keselamatan masyarakat dan bersikap waspada terhadap kemungkinan munculnya bencana berupa tanah longsor, banjir, angin puting beliung gempa bumi dan lain-lain," pinta Bupati.

Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan beberapa penegasan dan penekanan yang harus mendapat perhatian.

Pertama, peningkatan sinergitas antar stakeholder dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana;

Kedua, melakukan pendekatan secara preventif kepada masyarakat terkait peran serta dalam menghadapi bencana;

Ketiga, menyiapkan mental dan fisik yang prima dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi dalam penanganan bencana; 

Keempat, melakukan pelatihan secara intens dan terpadu terhadap personel yang akan ditugaskan sehingga mereka betul-betul siap dalam menjalankan tugas; dan

Kelima, melakukan pengecekan secara intens dan berkala terhadap seluruh peralatan siap pakai pada saat penanganan bencana. (emo).