Bullying, Dampaknya bagi Tumbuh Kembang Anak

Kategori Berita

.

Bullying, Dampaknya bagi Tumbuh Kembang Anak

Koran lensa pos
Kamis, 20 Juli 2023
Firmansyah




Oleh: Firmansyah*

Banyak orang tua yang mengkhawatirkan dengan adanya kasus bullying baik yang terjadi di sekolah ataupun di luar lingkungan sekolah. 

Ada di antara anak korban bullying yang akhirnya takut ke sekolah atau bermain di luar rumah dengan berbagai alasan. Di antaranya karena merasa tidak nyaman dan khawatir. 

Ada juga anak yang mengeluhkan kepada orang tua maupun guru bahwa mereka sering dibully saat sedang bermain ataupun di saat sendirian. 

Bullying membuat perilaku anak berubah dari periang menjadi pemurung, pendiam, sedih, depresi, dan pencemas. Perubahan yang terjadi memengaruhi prestasi belajar anak. 

Bullying atau perundungan merupakan tindakan negatif yang menyasar anak remaja. Bullying merupakan fenomena yang kerap terjadi di lingkungan sosial. 

Secara estimologi bullying berarti penggertak, yaitu individu yang merasa kuat mengganggu individu (anak) yang lemah. Tindakan bullying dilakukan secara terus menerus dengan tujuan menyakiti. 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) menyebutkan bullying sebagai sebuah tindakan penindasan secara sengaja oleh satu atau lebih orang yang merasa dirinya kuat. 

Dampak bullying bisa menyebabkan anak menjadi tidak percaya diri, mengalami gangguan kecemasan, hingga memicu anak merasa bersalah dan juga merasa tidak memiliki makna hidup. 

Bullying bila tidak dicegah dengan baik dan terarah bisa berdampak yang tidak baik bagi perkembangan sosial maupun psikis individu (anak) khususnya para korban. 

Bullying memberikan pengalaman yang tidak menyenangkan dan membuat anak merasa tidak bahagia baik dengan diri sendiri maupun dengan lingkungan sosialnya. 

Ada beberapa macam bentuk bullying yang sering dan biasa dikenal atau menimpa anak. Di antaranya bullying yang bersifat fisik, verbal, sosial dan cyberbullying. 

Bullying secara fisik dapat berupa dipukul, ditindih, diludahi, didorong, dan merusak barang. Bullying bersifat fisik mudah dideteksi namun kasusnya jarang terjadi. 

Bullying bersifat verbal berdampak langsung ke mental dengan ucapan kalimat negatif, diejek, dicela, dihina dan diteror. 

Berikutnya bullying secara sosial dapat berupa tindakan yang antara lain menyebarkan gosip atau informasi  yang tidak jelas kebenarannya (desas-desus). 

Lainnya cyberbullying yaitu bullying yang dilakukan melalui media sosial dengan memberikan komentar miring yang bermaksud menjatuhkan mental individu. 

Agar anak tidak menjadi korban bullying, orang tua semampunya dapat mempersiapkan keterampilan sosial yang baik bagi anak untuk berinteraksi secara hangat dengan orang lain. 

Keterampilan sosial adalah kemampuan membangun hubungan secara efektif dengan orang lain dan hal tersebut mesti dipunyai anak. 

Ketika anak memiliki keterampilan sosial yang cukup, akan memungkinkan baginya mampu membangun interaksi sosial secara hangat, menyenangkan, menyejukan dan membahagiakan. 

Dengan kemampuan sosial itu pula anak akan terbantu dalam menangani konflik-konflik interpersonal saat berinteraksi sosial dengan lingkungannya. 

Lainnya agar anak senantiasa melakukan hal yang baik dalam berbagai aktivitasnya, orang tua harus menjadi contoh teladan yang baik. 

Contoh teladan yang baik dari orang tua atau lingkungan mendorong anak melakukan hal positif seperti tidak membulli teman-temannya. 

Berikutnya ketika orang tua atau guru mendapatkan keluhan bahwa anak sering dibully agar tidak didiamkan namun segera direspons guna mendapatkan solusi dan menghindarkan hal yang tidak diharapkan. 

Mencegah bullying, kepada anak juga penting dan perlu dikenalkan praktek persaingan sehat dalam mewujudkan harapan atau keinginannya. 

Persaingan sehat membuat anak bisa belajar saling memahami, menghargai, menghormati, menerima dan memperhatikan anak lainnya. Bukan bermusuhan namun berada diiklim persahabatan dan persaudaraan. 

Persaingan yang sehat anak akan berupaya keras untuk mendayagunakan berbagai potensinya. Ketika ada anak yang sukses dengan perjuangan kerasnya dapat diterima dan diakui dengan baik pula. 

Demikian, mudah-mudahan ada manfaatnya guna mencegah bullying dengan mendorong anak bertindak yang positif dan berdampak baik bagi masa depannya. 

*Penulis: Koordinator Sub Bagian Komunikasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Dompu.