Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Putra Terbaik Bima Farouk Muhammad Dapat Bintang Mahaputra Narayya dari Presiden Jokowi

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 8:29 AM WIB Last Updated 2020-08-15T00:29:10Z
Irjen Pol. (Purn) DR. Farouk Muhammad
Bima, koranlensapos.com - Irjen Pol. (Purn) Prof. DR. Farouk Muhammad Putra Kelahiran Bima Nusa Tenggara Barat, merupakan satu dari sekian Putra Terbaik Bangsa yang meraih anugerah tanda kehormatan Bintang Mahaputra Narayya dari Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, di Moment Hari Kemerdekaan Indonesia Ke 75, Kamis (13/8/2020).

Irjen Pol (Pur) Prof. DR. Farouk Muhammad mendapat tanda kehormatan Bintang Mahaputra Narayya dari Presiden RI, Jokowi, berdasarkan Keputusan Presiden RI No 51, 52, 53 TK/2020 tanggal 22 Juni 2020 dan Keputusan Presiden No 79, 80, 81 TK/2020 tanggal 12 Agustus 2020 tentang penganugerahan tanda jasa medali kepeloporan, tanda kehormatan bintang mahaputra, bintang jasa, dan bintang penegak demokrasi.

Putra kelahiran Bima 17 Oktober 1949 ini, pernah menjabat Kapolda NTB, saat ini Farouk Muhammad menjabat sebagai Anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI 2020-2024 dan juga sebagai Dosen Tetap pada STIK-PTIK sejak 1983-sekarang, Dosen Tidak Tetap pada Program Paska Sarjana/SKSG UI sejak 1999-sekarang dengan riwayat pendidikan tertinggi di Doctoral Program pada Florida State University 1994-1998 dan Lemhannas KSA VIII/2000.

Beliau juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPD RI 2014-2019, Ketua PAP DPD RI 2010-2014, Ketua Komite I DPD RI 2009-2010, Sekretaris Anggota Wantimpres 2007-2009, Rektor Universitas Bung Karno 2007-2009, Gubernur PTIK 2002-2006, Kapolda Maluku 2001-2002, Kapolda NTB 2001, Karo Ortala Dephankam 1999-2000.
Tanda penghargaan lainnya Selain tanda penghormatan Bintang Mahaputra Nararya yang Beliau dapatkan yaitu “Ambasador for Peace” (Universal Peace Federation) 2020, “Police Award” dalam bentuk penulisan biografi “Tapak Berpijak Bumi Bergetar” dari LSM “LIRA” 2009, Satyalencana Yana Utama 2004, Penghargaan Gubernur Maluku (Penyelesaian Konflik Maluku) 2004, dan Bintang Bhayangkara Pratama 2003.

Sementara kegiatan akademik penting lainnya yang Beliau torehkan, Penulisan sejumlah buku ilmiah, a.l. “Memahami Polmas,” “Menuju Reformasi Polri,” dan “70 Tahun Kemerdekaan: Refleksi Pembangunan Daerah dan Kebangsaan”, Penulisan dokumen bersama Tim,“Buku Putih BOM BALI,” “Transformasi Bangsa Menuju Masyarakat Madani” dan “Harmonisasi Hubungan Personel TNI-POLRI”.Bertindak sebagai Promotor/Co Promotor penelitian/penulisan disertasi dan Penulisan artikel pada harian dan jurnal.

Disamping itu, ada juga kegiatan lintas negara yang Beliau lakukan, Membangun kerjasama dengan Jepang (JICA) dalam pengembangan Polmas di Indonesia dan menyampaikan ceramah kepada para Kepala Kepolisian Distrik di Akademi Kepolisian Jepang, di Tokyo Tahun 2006, Berperan serta dalam “The Twelfth Bienneal Conference of the Australasian Council of Public Accounts Committtee” di Sidney, Australia tahun 2013, Ketua Komisi Kerjasama DPD RI-Dewan Negara Malaysia (2014-2017) dan penyelesaian kasus pelanggaran HAM Berat oleh Polisi Diraja Malaysia yang mengakibatkan kematian tiga orang TKI dan perlakuan-perlakuan tidak manusiawi umumnya oleh warga Malaysia tahun 2014, Memberi dukungan pada perjuangan Reunifikasi Semenanjung Korea (Pidato pada Forum Parlemen MIKTA–Mexico, Indonesia,Korea, Turki & Australia tahun 2015.

Memberi dukungan pada perjuangan rakyat Palestina (Pidato pada “First Conference of the Association of Parliamentarians for Al-Quds” di Istanbul tahun 2015, Ketua Komisi Kerjasama DPD RI-Dewan Negara Rusia (2015-2017) dan bersama Delegasi RI berperan dalam Sidang II Komisi Bersama RI-Rusia di Moscow (2006) tahun 2015, Menyampaikan Pidato tentang “Terorism and Counter-Terorism in Indonesia” dalam Konferensi APPF (Asia-Pacifik Parliamentary Forum) di Van Houver, Canada tahun 2016, Memenuhi undangan Mendagri Timor Leste untuk menyampaikan orasi ilmiah “Penanggulangan Transnational Crimes,” di Dily, Timor Leste tahun 2016, Berperan dalam “Launching & Conference of the International Association of Parliamentarians for Peace, IAPP ” di New Delhi India tahun 2017.

Sementara untuk kegiatan penting dalam Negeri, bersama Tim Masyarakat Madani bentukan Presiden R.I. untuk memberi masukan dalam rangka Amandemen UUD 1945 dan Tap-Tap MPR dalam rangka Reformasi 2004 tahun 1998, Berperan sebagai Pansel Pimpinan KPK (2006/2015) serta pembentukan Pengadilan Tipikor tahun 2004, Berperan sebagai Ketua Tim Persiapan & Perumus “Law Summit II’ dalam menyusun naskah “Kesepakatan Bersama Pimpinan Lembaga-lembaga Penegak Hukum dalam Rangka Pembaharuan Hukum dan Pembenahan Sistem Peradilan Pidana” di Jakarta tahun 2004.

Beberapa pengalaman organisasi yang dilakukan, 2015-2020 Ketua Majelis Percepatan Pembangunan Daerah (PPD) ICMI tahun 2015-2020, Anggota Badan Eksekutif Kemitraan tahun 2010-sekarang, Ketua Umum ISPPI (Ikatan Sarjana & Profesi Perpolisian Indonesia) 2006-sekarang, Ketua Pembina GN-PK (Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi) 2004-sekarang.

Dikisahkannya, bahwa dulu sebelum menjadi Polri, Beliau pernah dikeroyok oleh aparat kepolisian pada saat melakukan demo yang pada waktu itu Beliu menjabat sebagai ketua KAPPI.

"Selamat kepada Bapak Prof. Dr. Farouk Muhammad, semoga ini bisa memberikan motivasi tersendiri bagi generasi bangsa khusus Kota dan kabupaten Bima untuk terus berkarya dalam membangun bangsa dan negara," tandas pria yang kerap disapa Walid ini. (Advertorial)

×
Berita Terbaru Update