Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Muttakun Apresiasi Semangat Kerja Petugas Pelayanan Publik di Dompu Hadapi Covid -19

Kamis, 26 Maret 2020 | 8:43 AM WIB Last Updated 2020-03-26T00:44:17Z

Dompu, Lensa Pos NTB -Anggota DPRD Kabupaten Dompu, Muttakun mengapresiasi semangat kerja para petugas penyelenggara publik di Kabupaten Dompu dalam menghadapi penyebaran Virus Corona (Covid -19).
Apresiasi itu disampaikan Muttakun usai mengunjungi 4 (empat) tempat penyelenggaraan pelayanan publik di Kabupaten Dompu pada hari Rabu (26/3/2020) kemarin. Empat tempat dimaksud yang didatangi secara berurutan adalah RSUD, BPBD, Puskesmas Kota, dan Posko Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 yang bersekretariat di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu.

"Dari hasil kunjungan diperoleh gambaran bahwa penyelenggara dan unit pelayanan publik yang didatangi benar-benar telah memperlihatkan semangat kerja yang tinggi bahkan pada hari ini dikala libur karena hari raya Nyepi para "pekerja kemanusiaan" yang berada di frontliner inipun masih tetap bekerja dan tak bisa istirahat seperti ASN lain bahkan seperti wakil rakyat yang saat ini masih bisa tenang karena ada di rumah untuk menghindari kontak sosial," ujar Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Dompu ini.

Dikemukakan Muttakun dari percakapan dengan para frontliner di 4 lokasi yang saat ini sedang siaga penuh dalam menghadapi ancaman wabah Covid-19 terungkap bahwa mereka bekerja dalam kondisi yang kurang dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD). Disebutkan perlunya persediaan APD seperti baju dan masker. Dan APD ini sangat dibutuhkan oleh RSUD dan Puskesmas terutama untuk dipakai oleh para dokter, perawat dan tenaga medis.

Saat berkunjung ke BPBD, melalui Kepala Pelaksana sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas, Jufri, ST., M. Si diperoleh penjelasan bagaimana Tim bekerja sesuai protap yang sudah ada mulai dari menerima laporan dan didatangi warga hingga menetapkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) kemudian Pasien Dalam Pemantauan (PDP) serta prosedur yang dilakukan ketika memberikan pelayanan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). 

Mantan Sekretaris Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu ini juga menjelaskan bagaimana Timnya akan bekerja ekstra untuk menjemput 133 orang Jamaah Tabligh asal Kabupaten Dompu yang datang dari Makasar yang sudah ditetapkan sebagai daerah merah karena sudah terpapar Covid-19.

Sesuai penjelasan Kaban, atas instruksi Bupati Dompu, Tim diminta untuk menyiapkan penjemputan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Tim Gugus Tugas, Dokter, Perawat dan Tenaga Medis. Tim ini akan bergerak dari Dompu pukul 17.00 Wita untuk menerima kedatangan 133 orang Jamaah Tabligh yang tiba dari Makassar pukul 18.00 Wita.

Selanjutnya ketika berada di Posko Tim Gugus Tugas, melalui Sekretaris Dikes (Pak Maman) dan Direktur RSUD (dr. Alif) diperoleh penjelasan bagaimana para pekerja kemanusiaan ini (Dokter, perawat dan tenaga medis) telah dan sedang bekerja serta terus siaga melaksanakan pemantauan dan pengawasan baik ODP maupun PDP. 

Tentu saja ada hal yang mereka harapkan untuk mendukung misi kemanusiaan yang saat ini mereka emban yaitu perlunya dukungan mobil ambulan khusus yang stand by di 8 puskesmas yang ada di kecamatan (jadi dibutuhkan 8 ambulan) sehingga mempermudah mobilitas tim kecamatan yang akan mengangkut sewaktu-waktu warga baik ODP maupun PDP yang akan diisolasi ke RS di Bima. 

Di samping itu, harapan dari "pekerja kemanusiaan" (Dokter, Perawat dan Tenaga Medis) saat didengar ketika ngobrol lepas di RSUD dan Puskesmas adalah tersedianya APD yang sewaktu-waktu bisa dimanfaatkan apalagi saat ini salah satu kabupaten di NTB sudah ada yang masuk zona merah sehingga perlu kewaspadaan yang tinggi dari seluruh masyarakat Dompu.

Sesuai informasi yang diperoleh dari Kaban, Tim Gugus Tugas telah memesan 100 APD ke Denpasar dan baru terpenuhi 5 APD sedangkan sisanya (95 set) akan diterima dalam minggu ini. 

Dikemukakan Politisi Nasdem ini dari semua penyelenggara publik yang dikunjungi nampak terlihat raut wajah mereka yang kelelahan namun masih tetap semangat. Semangat ini terlihat ketika mereka berencana untuk menyediakan pos pemeriksaan sekaligus menyiapkan petugas/pekerja kemanusiaannya yang akan bertugas di perbatasan baik di perbatasan Karaku (Dompu Bima) maupun di Kwangko (Dompu Sumbawa). 
"Dalam hati bergumam, jika ini benar-benar diterapkan maka sungguh mulia tugas pekerja kemanusiaan ini yang akan bekerja untuk terus memantau dan mencegah pergerakan makhluk halus yang bernama Covid-19 untuk masuk di Kabupaten Dompu demi menyelamatkan masyarakat Dompu dari wabah virus corona," ucapnya.

Dan harapan terakhir dari penyelenggara publik yang dikunjungi, mereka semuanya meminta dengan penuh harap kepada masyarakat Dompu agar saat ini tetap berada di rumah. Kalaupun keluar diharapkan hanya untuk keperluan yang betul-betul mendesak serta sedapatnya untuk menjaga jarak dan tidak melakukan kontak sosial.

Muttakun mengaku bersyukur karena akhirnya telah mengetahui bagaimana Tim Gugus Tugas telah bekerja bahkan mendengar  keluhan hati mereka.

"Dan tentu saja, dengan fakta ini maka sebagai wakil rakyat akan mendesak pimpinan DPRD untuk segera mengambil langkah serta memberi dukungan dan kebijakan politik agar pekerja kemanusiaan ini dapat melindungi dan mengamankan masyarakat Dompu dari penyebaran wabah Covid-19," tuturnya.
Menurutnya pekerjaan yang begitu berat dan mulia ini harus mendapat atensi dari Bupati dan DPRD Dompu. (AMIN).


×
Berita Terbaru Update