Dompu, Lensa Post NTB - Pemerintah Kabupaten Dompu bermitra dengan Program SEHATI Plan Internasional beberapa periode belakangan ini gencar melaksanakan program nasional perubahan perilaku saniter dan hygiene bagi masyarakat yang dikenal dengan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).STBM terdiri dari 5 pilar yakni Stop Buang Air Besar Sembarangan/ Stop BABS, Cuci Tangan Pakai Sabun/ CTPS, Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga/ PAM-RT, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga).
Pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Dompu ke 203 lalu, sebanyak 20 desa dan kelurahan di Kabupaten Dompu telah melaksanakan deklarasi 5 Pilar STBM yang ditandai dengan pemberian piagam oleh Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin.Di antaranya adalah 5 (lima) desa yang ada di wilayah Kecamatan Pajo.
Ketua Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Kecamatan Pajo sekaligus Sekretaris STBM Kecamatan Pajo, Agus Salim, S. Sos mengemukakan penerapan 5 pilar STBM membutuhkan komitmen dan kerja sama yang serius dan berkelanjutan dari semua elemen terkait yakni pemerintah, tokoh pemuda, tokoh wanita dan masyarakat. Ditandaskan Agus, tanpa kedua hal tersebut, mustahil 5 pilar STBM dapat dilaksanakan secara baik dan berkesinambungan. Menurutnya peribahasa ringan sama dijinjing, berat sama dipikul sangat relevan dengan persoalan ini. Bila dilakoni secara bersama-sama, pekerjaan yang berat sekalipun bakal terasa ringan. Sebaliknya hal yang sepele akan terasa sulit bila tidak ada kebersamaan dan kekompakan. Secara khusus dicontohkan Agus, masalah pengelolaan sampah rumah tangga. Menurutnya hal itu amat mudah tertangani bila ada kekompakan semua pihak."Pengelolaan sampah ini sebenarnya mudah dilakukan, tetapi praktek di lapangan bisa menjadi sulit apabila tidak ada kebersamaan," tuturnya.
Bentuk kebersamaan dimaksudkan Agus, setiap rumah tangga diharapkan membersihkan sampah skala rumah tangga masing-masing lalu diletakkan dalam suatu wadah di pinggir jalan yang akan dilewati kendaraan roda tiga pengangkut sampah. Lalu secara rutin pada setiap hari Jum'at mengadakan Gerakan Jum'at Bersih secara bergiliran di dusun-dusun oleh masyarakat desa setempat. Upaya semacam itu diyakininya amatlah ringan dan mudah.
"Intinya adalah ada komitmen dan kerja sama yang baik dan kompak," ujarnya.
Lebih lanjut staf di Kantor Kecamatan Pajo ini mengapresiasi kontribusi yang telah dilakukan oleh Forum Pengusaha Sanitasi (ForPaS) pimpinan Rudi Purtomo yang telah melakukan terobosan memberikan kredit jamban bagi masyarakat.
"Kredit jamban ini sangat membantu masyarakat dalam mewujudkan pilar pertama yaitu stop buang air besar sembarangan atau BABS," pungkasnya.(emo).
Pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Dompu ke 203 lalu, sebanyak 20 desa dan kelurahan di Kabupaten Dompu telah melaksanakan deklarasi 5 Pilar STBM yang ditandai dengan pemberian piagam oleh Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin.Di antaranya adalah 5 (lima) desa yang ada di wilayah Kecamatan Pajo.
Ketua Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Kecamatan Pajo sekaligus Sekretaris STBM Kecamatan Pajo, Agus Salim, S. Sos mengemukakan penerapan 5 pilar STBM membutuhkan komitmen dan kerja sama yang serius dan berkelanjutan dari semua elemen terkait yakni pemerintah, tokoh pemuda, tokoh wanita dan masyarakat. Ditandaskan Agus, tanpa kedua hal tersebut, mustahil 5 pilar STBM dapat dilaksanakan secara baik dan berkesinambungan. Menurutnya peribahasa ringan sama dijinjing, berat sama dipikul sangat relevan dengan persoalan ini. Bila dilakoni secara bersama-sama, pekerjaan yang berat sekalipun bakal terasa ringan. Sebaliknya hal yang sepele akan terasa sulit bila tidak ada kebersamaan dan kekompakan. Secara khusus dicontohkan Agus, masalah pengelolaan sampah rumah tangga. Menurutnya hal itu amat mudah tertangani bila ada kekompakan semua pihak."Pengelolaan sampah ini sebenarnya mudah dilakukan, tetapi praktek di lapangan bisa menjadi sulit apabila tidak ada kebersamaan," tuturnya.
Bentuk kebersamaan dimaksudkan Agus, setiap rumah tangga diharapkan membersihkan sampah skala rumah tangga masing-masing lalu diletakkan dalam suatu wadah di pinggir jalan yang akan dilewati kendaraan roda tiga pengangkut sampah. Lalu secara rutin pada setiap hari Jum'at mengadakan Gerakan Jum'at Bersih secara bergiliran di dusun-dusun oleh masyarakat desa setempat. Upaya semacam itu diyakininya amatlah ringan dan mudah.
"Intinya adalah ada komitmen dan kerja sama yang baik dan kompak," ujarnya.
Lebih lanjut staf di Kantor Kecamatan Pajo ini mengapresiasi kontribusi yang telah dilakukan oleh Forum Pengusaha Sanitasi (ForPaS) pimpinan Rudi Purtomo yang telah melakukan terobosan memberikan kredit jamban bagi masyarakat.
"Kredit jamban ini sangat membantu masyarakat dalam mewujudkan pilar pertama yaitu stop buang air besar sembarangan atau BABS," pungkasnya.(emo).

Komentar