JARAPASAKA, Program Unggulan Pemerintah AKJ-SYAH Menuju Dompu MASHUR (2- Selesai)

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

JARAPASAKA, Program Unggulan Pemerintah AKJ-SYAH Menuju Dompu MASHUR (2- Selesai)

Koran lensa pos
Senin, 05 Desember 2022

 



Gambaran Detail Tentang Program JARAPASAKA 


A. Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Pengembangan Komoditas Jagung, Porang dan Padi 


Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP., MM menjelaskan dalam RPJMD 2021-2026 jelas disebutkan bahwa tujuan pembangunan Kabupaten Dompu adalah mewujudkan DOMPU MASHUR.
Dalam mewujudkan DOMPU MASHUR ada dua target yang akan dicapai. Target pertama peningkatan daya beli masyarakat dan target kedua peningkatan pendapatan asli daerah. 
Dua target di atas memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan sektor pertanian.
Peningkatan pendapatan petani dapat dilakukan dengan upaya peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian. Di dalamnya mencakup  komoditas PADI, JAGUNG maupun PORANG sebagai bagian dari JARAPASAKA. 

Di dalam RPJMD telah dituangkan  target produksi ketiga komoditas tersebut sampai dengan tahun 2026. Untuk komoditas padi sebesar 230.367 ton,  jagung 442.753 ton dan porang 54.312 ton. 

Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu dengan segala keterbatasan yang ada terus melakukan upaya-upaya dalam peningkatan produksi, seperti pengalokasian kegiatan-kegiatan penunjang infrastruktur pengairan seperti pembangunan/rehabilitasi jaringan irigasi, sumur bor, embung, bantuan pompa air dan lainnya. Hal ini dilakukan dalam upaya perluasan areal tanam dan peningkatan indeks pertanaman. 

Ada pula bantuan sarana prasarana baik pra panen maupun pasca panen, seperti pembangunan jalan usaha tani,  bantuan alat mesin pra panen ( traktor, pompa air, mist blower, alat tanam jagung, cultivator) ataupun sarana pasca panen (combine, pemipil jagung, dan power threser).

Untuk meringankan beban produksi bagi petani juga diberikan bantuan benih, pupuk organik cair, pestisida bagi petani yang terserang hama penyakit maupun terus melakukan pembenahan tata niaga dan pemenuhan kuota pupuk bersubsidi.

Di samping itu dilakukan juga upaya peningkatan kapasitas bagi petani dan  petugas dalan bentuk pelatihan, Bimtek, demplot dan sejenisnya.

B. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pengembangan Peternakan Sapi


Sektor peternakan merupakan salah satu program prioritas JARAPASAKA , sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2021-2026 bahwa tujuan dan sasaran adalah peningkatan produksi dan produktivitas  ternak dengan indikator sasaran adalah peningkatan populasi ternak sapi. 

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Muhammad Abduh, SE.  M. Si menyampaikan dalam 3 tahun terahir rata-rata populasi ternak 6 % per tahun. Sampai tahun 2026 akan tetap mengupayakan pencapaian target 6,5 sampai 7 % pertahun.

Program unggulan sektor peternakan dalam mendukung JARAPASAKA antara lain : 

1. Peningkatan populasi ternak lewat kegiatan Inseminasi Buatan (IB) dan kawin alam;
2. Pengembangan Hijauan Makanan Ternak (HMT);
3. Pejantan Unggul;
4. Pengembangan padang pengembalaan;
5. Penanggulangan penyakit hewan menular; dan
6. Peningkatan pengawasan lalulintas ternak;

Sedangkan Program pemberdayaan masyarakat antara lain :
1. Subsidi Dana KUR; dan
2. Pemberdayaan petani ternak  Milenial.


C. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Peningkatan Produksi Perikanan 


Sasaran pembangunan Kelautan dan Perikanan adalah mencapai peningkatan produksi dan produktivitas perikanan dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumsi ikan, menyediakan bahan baku industri, meningkatkan pendapatan pembudidaya dan nelayan, serta memperluas kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Potensi kelautan dan perikanan cukup besar dan masih terbuka peluang untuk pengembangannya.
Secara geografis Kabupaten Dompu terdiri dari ± 25.000 pulau dengan garis pantai sepanjang 272,6 km dan luas pantai 2.753 Ha. Kabupaten Dompu dikelilingi oleh Teluk Saleh dan Teluk Sanggar yang berpotensi untuk kegiatan budidaya tambak pada wilayah pesisir yang tidak mengandalkan pasang surut air laut, serta Teluk Cempi yang menjadi lokasi kegiatan budidaya yang didominasi tambak air payau yang mengandalkan pasang surut air laut. Budidaya Pasang Surut memiliki total luas 4.700 Ha. Dari jumlah tersebut, 2.150 Ha telah dimanfaatkan dan masih tersisa 54,26% lahan budidaya yang dapat dimanfaatkan. Seluruh lahan tersisa tersebut dapat dimanfaatkan dalam 5 tahun dengan menfasilitasi perbaikan/pembuatan tambak ±10% setiap tahunnya. Pengembangan budidaya perairan laut disesuaikan dengan potensi yang ada yaitu pengembangan budidaya rumput laut pada areal 24.000 Ha, pengembangan budidaya laut lainnya pada potensi areal seluas 30.000 Ha berupa budidaya Mutiara, budidaya kerapu, budidaya lobster, dan lainnya.

Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah memetakan potensi keunggulan daerah. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, Amirudin, S. Hut menyebutkan potensi keunggulan daerah itu akan dikembangkan selama periode RPJMD tahun 2021-2016 ke dalam tiga kelompok utama, yaitu : a). Perikanan Budidaya; b). Perikanan Tangkap; dan c). Pengolahan dan Pemasaran Hasil Kelautan dan Perikanan. Ke-tiga kelompok potensi unggulan yang akan dikembangkan ini merupakan upaya untuk mendukung program unggulan JARAPASAKA menuju Dompu MASHUR dari bidang kelautan dan perikanan. Langkah pengembangan hasil perikanan dan kelautan mulai dari proses budidaya/hulu sampai dengan pengembangan industri hilir (pengolahan dan pemasaran hasil perikanan dan kelautan).


a). Potensi Perikanan Budidaya

Komoditas perikanan budidaya merupakan komoditi unggulan Kabupaten Dompu yang memilki prospektif yang menjanjikan untuk dilakukan pengembangan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu diketahui bahwa pada tahun 2021 jumlah pembudidaya di Kabupaten Dompu sejumlah 1.539 orang. Luas lahan pembenihan sebesar 12 Ha dengan RTP pembenihan sebanyak 20 orang.  Pada tahun 2021 produksi budidaya di Kabupaten Dompu tercatat sebesar 10.280,74 ton, dan produksi benih mencapau 4.216.402 ekor.
 Tahun 2022 pada Progran Perikanan Budidaya dari Dana DAK senilai Rp. 1.648.600.000,- yakni pengadaan sarana dan prasarana pemberdayaan usaha skala kecil masyarakat kelautan dan perikanan pembudidaya terdiri dari Pengadan Sarpras Budidaya Ikan Air Payau, Pengadaan Sarpras Budidaya Ikan Air Tawar, Pengembangan Jalan Produksi dan Rehabilitasi Hachery Skala Rumah Tangga ((HSRT). Dari Dana DAU Rehabilitasi Tambak Jambu, Pengadaan Sarpras Tambak Jambu, Bioflog Lele , Rehabilitasi Tambak.
Kegiatan yang bersumber dari Dana DAK telah selesai dilaksanakan, diharapkan pada kegiatan-kegiatan ini, dapat membantu sarana prasarana pembudidaya, rehabilitasi tambak dan juga memudahkan akses jalan produksi guna meningkatkan produksi pembudidaya baik pembudidaya payau dan air tawar. Kegiatan Rehabilitasi  Hachery Skala Rumah Tangga ((HSRT) membantu ketersediaan benih udang dan bandeng di Kabupaten Dompu. sedangkan dari dana DAU ada beberapa kegiatan yang belum selesai dilaksanakan karena masuk dalam anggaran perubahan.
Dari Reses DPRI memberikan bantuan berupa sarana prasarana Bioflog 5 titik lokasi dengan jumlah 30 kolam masing masing 6 kolam per kelompok dan bantuan Exavator 2 Unit.

b). Potensi Perikanan Tangkap

Komoditas perikanan tangkap juga menjadi komoditi unggulan Kabupaten Dompu yang sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan. Jumlah RTP Kabupaten Dompu sampai dengan kurun waktu 2021 mencapai 4.229 RTP dengan jumlah kapal sebanyak 3.860 unit, jumlah unit API sebanyak 4.309 unit. Sementara itu jumlah nelayan di Kabupaten Dompu tercatat sebanyak 7.218 nelayan dan jumlah nelayan buruh sebanyak 2.989 orang.
Selanjutnya terkait dengan jumlah produksi, diketahui bahwa jumlah produksi perikanan tangkap di Kabupaten Dompu terus mengalami peningkatan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, jumlah produksi perikanan tangkap di Kabupaten Dompu tahun 2021 mencapai 45.886,40 ton dan didominasi oleh perikanan tangkap dari jenis sargasum (rumput laut) dan ikan.
Program Perikanan Tangkap Tahun 2022 mendapat anggaran yang bersumber dari Dana Dak sebesar Rp. 1.058.200.000,- terdiri dari kegiatan pengadaan mesin kapan 30 PK, pengadaan Mesin Ketinting 6,5 PK, Pengadaan alat penangkap ikan ramah lingkungan, pengadaan saran pendukung kegiatan penangkapan ikan (Cool Box) dan Pengadaan Sarana dan Prasarana Keselamatan Pelayanan di atas Kapal (Life Jaket).
Kegiatan tersebut diatas, telah selesai dilaksanakan dan barang pengadaan telah diterima oleh penerima manfaat sesuai dengan SK Bupati. Bantuan sarana dan prasarana akan menunjang peningkatan produksi perikanan tangkap, meningkatkan kwalitas hasil tangkapan dan meningkatkan standar keselamatan nelayan dalam melakukan penangpakan di laut.

Dari Dana DAU tahun 2022 terdiri dari Pengadaan Mesin, Pengadaan Jaring, Pengaadaan Bubu Rangka Stainless dan Pengagdaan Gillnet senilai Rp. 72.700.000,- kegiatan ini bertujuan untuk peremajaan alat tangkap nelayan untuk mendukung peningkatan produksi perikanan.

Dari Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi NTB berupa Bantuan Mesin Ketinting 55 Unit, BPPP Banyuwangi mengadakan Alat Tangkap Rawai Dasar 1 kali kegiatan.

c). Produksi Produk Olahan Kelautan dan Perikanan 

Di samping komoditas perikanan budidaya dan perikanan tangkap, fokus utama pengembangan komoditas unggulan pemerintah Kabupaten Dompu periode RPJMD 2021-2026 dari bidang kelautan dan perikanan adalah peningkatan produksi produk olahan hasil Kelautan dan Perikanan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Keluatan dan Perikanan Kabupaten Dompu, diketahui jumlah produksi olahan hasil kelautan dan perikanan di Kabupaten Dompu selama kurun waktu lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan, pada tahun 2021 jumlah produksi olahan hasil kelautan dan perikanan mencapai 24.750,39 ton, meningkat 10,25 persen dari tahun sebelumnya. 
Jumlah Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Kabupaten Dompu pada tahun 2020 diketahui sebesar 1.136 unit dan didominasi oleh jenis pengolahan produk segar/dingin sebesar 607 unit dan jenis pengololahan dalam bentuk penggaraman/pengeringan sebesar 383 unit. 
Tahun 2022 Program Pengolahan dan Pemasaran Hasil Kelautan dan Perikanan dari Dana DAK sebesar Rp. 185.000.000,- terdiri dari Bedah dan Peralatan Upi Skala Kecil, kegiatan tersebut telah dilaksanakan, dan bantuan sarana dan Prasarana telah dimanfaatkan oleh penerima manfaat.
Dari Kementerian Kelautan dan Perikanan bantuan berupa Alat Pengolahan untuk 3 Kelompok, anggaran Pokir KKP  Cool Box  unit 10 kapasitas 100 lt. 
(Penulis : Supriyamin, Wartawan koranlensapos.com)