Layanan Cuci Darah di RSUD Dompu Masih Dalam Proses Sinkronisasi Dengan BPJS

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Layanan Cuci Darah di RSUD Dompu Masih Dalam Proses Sinkronisasi Dengan BPJS

Koran lensa pos
Kamis, 22 September 2022

 

              Kasi Humas RSUD                              Dompu, Muhammad                          Iradat, S. Gz


Dompu, koranlensapos.com - Layanan cuci darah (hemodialisis) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu dalam proses sinkronisasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Demikian disampaikan oleh Kasi Humas RSUD Dompu, Muhammad Iradat, S. Gz yang dikonfirmasi awak media pada Senin (19/09/2022) lalu.

"Sinkronisasi dengan BPJS ini terkait dengan tarif dan lain-lain serta kepastian alat-alat kesehatan yang sudah tersedia untuk melayani pasien dan juga tenaga SDM-nya," jelas Iradat.

Dikatakannya, terkait dengan proses sinkronisasi itu, pada sekitar dua minggu lalu petugas dari BPJS Kesehatan telah melakukan visitasi untuk memastikan keadaan fisik peralatan hemodialisa, kondisi bangunan (ruangan) maupun penunjang lainnya. Visitasi juga dilakukan guna memastikan kesiapan para tenaga kesehatan yang akan ditugaskan khusus di ruangan itu.
Pelaksanaan launching ruang hemodialisa di RSUD Dompu oleh Bupati Dompu, H. Kader Jaelani saat momentum HUT RI ke 77 pada 17 Agustus 2022 lalu


Iradat menyebut sebelum dilaunching pada 17 Agustus 2022 lalu, pihak Kementerian Kesehatan juga telah melakukan visitasi sebanyak dua kali guna memastikan tersedianya segala sesuatu yang berhubungan dengan perawatan pasien hemodialisis sebagaimana disebutkan di atas.

"Namun itu tidak cukup, harus ada sinkronisasi dulu dengan BPJS terkait tarif dan lain-lainnya. Sementara waktu kita sedang menunggu kabar dari BPJS," imbuhnya.

Iradat menyebut SDM yang tersedia sudah ada 11 (sebelas) orang yang akan melayani khusus pasien hemodialisis. 
Sedangkan peralatan yang telah tersedia saat ini terdapat 5 (lima) bed dan 5 mesin
sehingga bisa langsung melayani lima pasien dalam waktu bersamaan.

"Saat ini sudah ada 5 bed dan 5 mesin," katanya.

Dikatakannya SDM 11 orang yang telah ada saat ini merupakan petugas khusus untuk melayani pasien hemodialisis yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus. 

"Meskipun tahun 2019 mereka sudah mendapatkan pelatihan, tapi kemarin di-refresh lagi selama dua minggu. Setelah dilaunching oleh Bupati mereka ke Mataram lagi untuk refresh diklat hemodialisis dan sudah kembali mereka," ucapnya.

Di akhir penjelasannya, Iradat menyatakan bahwa RSUD Dompu sudah siap untuk menerima pasien hemodialisis dengan jumlah bed sebagaimana disebutkan di atas berikut SDM-nya.

"Tinggal menunggu hasil sinkronisasi terkait tarif dan lain-lain dengan BPJS. Mungkin dalam minggu ini," sebutnya. (emo).