Tanaman Sorgum Cocok Dikembangkan di Dompu

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Tanaman Sorgum Cocok Dikembangkan di Dompu

Koran lensa pos
Minggu, 07 Agustus 2022

 

                      Sorgum


Dompu, koranlensapos.com - Tanaman sorgum (sorghum spp.) sangat cocok untuk dikembangkan di Kabupaten Dompu dilihat dari struktur tanah dan keadaan iklimnya.

Hal itu diungkapkan oleh petani kawakan, Muhammad Ismail (84) saat ditemui di kediamannya di Dusun Buncu Utara Desa Matua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu kemarin.

"Sorgum itu bagus hasilnya bagus ," ucapnya dengan suara terbata - bata dengan menunjukkan jempol tangannya.

Ismail menjelaskan tanaman sorgum jauh lebih baik dibandingkan dengan tanaman jagung. Dari sisi ekonomi sorgum lebih menghemat biaya jika dibandingkan dengan jagung. Bila jagung ditanam untuk sekali panen, maka sorgum bisa dipanen 3 (tiga) kali dalam setahun dan usianya bisa mencapai 3 hingga 4 tahun.

"Kalau jagung hanya panen sekali itu saja, tapi sorgum bisa panen tiga kali setahun, umurnya juga tahunan," sebut petani asal Kabupaten Karangasem Bali yang bernama asli I Made Mantra itu.

Begitu juga penggunaan pupuk. Jagung membutuhkan pupuk yang cukup banyak sehingga merepotkan petani untuk mendapatkannya. Sedangkan sorgum tidak banyak memerlukan pupuk bahkan dengan pupuk kandang pun sorgum bisa menghasilkan produksi yang cukup baik.
            Muhammad Ismail

Menurutnya penggunaan pupuk kimia yang terus menerus akan berdampak pada kerusakan unsur hara di dalam tanah. Hal itu akan berdampak pada penurunan produktivitas hasil pertanian dan kerusakan lingkungan.

Penghematan dalam penggunaan pupuk diganti dengan pupuk kandang (organik) di satu sisi akan mengurangi beban biaya bagi petani dan di sisi lain akan dapat memperbaiki kandungan unsur hara di dalam tanah.

"Hutan kita sudah banyak yang rusak, kalau ditanami jagung terus akan semakin rusak. Tapi kalau diganti dengan sorgum akan memperbaiki struktur tanah," jelasnya.

Bagaimana dengan pemasaran ?
Ismail mengatakan tidak ada masalah dengan pemasaran sorgum.
"Pemasaran tidak ada masalah bahkan pengusaha dari Australia yang datang membeli asalkan tersedia dalam jumlah banyak," ucapnya.

Dikatakan Ismail, daun dan batang tanaman sorgum juga sangat baik untuk digunakan sebagai pakan ternak.

Lebih lanjut ia berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu untuk melakukan uji coba tentang tanaman sorgum ini dan dapat dijadikan sebagai komoditi unggulan.

"Kalau saya sudah mencoba tahun 2017 di Kecamatan Kilo dan hasilnya bagus," tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP., MM juga mengakui bahwa tanaman sorgum sangat potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Dompu. 

"Sorgum sebenarnya berpotensi. Kemarin saya rapat dengan Pemerintah Pusat. Mereka menawarkan pertanaman sorgum dengan luasan 2000 hektar di Kabupaten Dompu tahun 2023," sebutnya.

Namun demikian, lanjut Syahroni bahwa penawaran 2000 Ha itu tidak bisa dipenuhi semuanya mengingat animo masyarakat Dompu untuk menanam jagung masih cukup tinggi.

"Petani kita masih sulit digeser dari jagung sehingga saya sepakati 750 Ha saja dan sekarang masih dicari lokasinya," kata pejabat yang biasa disapa Dae Roni tersebut. (emo).