Peran Psikolog Tangani Permasalahan Sosial Anak

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Peran Psikolog Tangani Permasalahan Sosial Anak

Koran lensa pos
Senin, 29 Agustus 2022

 

      Firmansyah, S.Psi., M.MKes


Ada banyak upaya yang sudah dan akan dilakukan orang tua dan elemen penting lainnya di masyarakat untuk meningkatkan kualitas anak agar bisa lebih baik.

Berbagai upaya itu diwujudkan untuk menjadi bekal yang baik bagi anak untuk dapat menjawab berbagai tantangan kehidupan kedepannya.

Peningkatan kualitas dilakukan melalui kegiatan pembinaan, bimbingan, pendidikan dan pelatihan dengan harapan di masa datang anak dapat hidup lebih baik dan berdaya guna.

Di balik berbagai upaya yang dilakukan, orang tua maupun elemen penting lainnya masih dikejutkan dengan adanya perilaku anak yang diluar harapan seperti adanya perilaku pemanahan liar, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan lainnya.

Sebagai orang tua, guru, pemerhati masalah sosial anak dan lainnya adanya perilaku anak yang diluar harapan memunculkan kekhawatiran.

Dalam kehidupan sosial anak terlihat ada dua realita yang terjadi, pertama anak tumbuhkembang secara maksimal dengan memunculkan perilaku yang sesuai harapan kemudian yang kedua anak tumbuhkembang tidak maksimal dengan memunculkan perilaku yang tidak sesuai harapan.

Perilaku anak yang sesuai harapan nampak seperti anak menunjukan prestasi dalam berbagai bidang (olahraga, science, seni budaya, dan lainnya), anak patuh pada aturan yang berlaku, bila ingin diperhatikan anak melakukannya dengan cara yang santun dan diterima oleh lingkungannya dengan cara yang lazim.

Perilaku anak yang tidak sesuai harapan muncul dalam bentuk perilaku yang bertentangan dengan norma sosial yang berlaku di masyarakat seperti melakukan perbuatan penyalahgunaan narkoba, pemanahan liar, mencuri, amoral, tidak sopan, tidak beretika, dan banyak lagi lainnya yang negatif.

Bagaimana kondisi psikologis anak ketika berperilaku tertentu?

Anak yang berperilaku sesuai dengan norma dan ketentuan di lingkungannya dipastikan mereka berada dalam kondisi psikologi yang baik.

Kondisi psikologisnya yang baik menyebabkan anak terdorong melakukan perbuatan yang sesuai dengan harapan lingkungannya.

Bagi anak dengan kondisi psikologis yang baik, melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma adalah sebuah kesalahan bahkan dianggap sebagai sebuah aib yang memalukan.

Berikutnya anak dengan kondisi psikologis yang baik bila melakukan tindakan yang tidak sesuai harapan memiliki keyakinan yang kuat bahwabtindakan itu beresiko merugikan sehingga perlu dihindari.

Selanjutnya anak-anak yang bertindak bertentangan dengan ketentuan peraturan yang berlaku seperti melakukan penyalahgunaan narkoba, pemanahan liar, amoral dan kriminal kebanyakan dilakukan anak dengan kondisi psikologis yang tidak stabil.

Ketidakstabilan kondisi psikologis tersebutmendorong anak mudah tersulut emosi melakukan hal yang negatif yang berdampak merugikan.

Kondisi psikologis yang tidakstabil muncul karena berbagai faktor seperti adanya masalah ekonomi, kehidupan rumah tangga yang tidak sejuk, peran ayah dan ibu kabur, perceraian orang tua bahkan bisa disebabkan oleh anak dibiarkan hidup terlantar tanpa perhatian yang memadai.

Di Tengah Persoalan Sosial Anak, Dimana Psikolog Berperan?

Sebagai sosok yang kompeten di bidangnya psikolog dapat memainkan peran dengan mendeteksi kondisi psikologis anak, apakah ia sedang berada dalam sikon yang stabil atau tidak.

Dari analisanya itu, psikolog bisa memberikan saran ke orang tua atau pihak terkait untuk memberikan sesuatu hal yang dibutuhkan untuk kebaikan anak terutama anak dengan kondisi psikologis yang tidak stabil.

Tidak hanya itu, anak dengan kondisi psikologis yang stabil, psikolog juga bisa memberikan saran bahwa anak tersebut memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan secara maksimal untuk kebaikan masa depannya.

Kapan Orang Tua Membutuhkan Psikolog?

Orang tua atau pihak lainnya dapat berkonsultasi ke psikolog dengan berbagai persoalan yang pelik atau kompleks yang dihadapinya seperti; Masalah komunikasi dalam hubungan, baik dengan pasangan atau keluarga, Depresi yang membuat kesulitan untuk mengontrol perilaku dan emosi, kecanduan terhadap pola hidup tidak sehat atau melakukan hal-hal yang buruk.

Seseorang juga bisa berkonsultasi dengan psikolog terkait adanya Fobia yang menyebabkan terjadinya ketakutan tidak rasional terhadap hal-hal tertentu, adanya gangguan kecemasan dan stres yang tidak kunjung berakhir dan datang secara terus-menerus.

Lainnya adanya perasaan kehilangan yang sangat mendalam sehingga memengaruhi semangat untuk hidup atau beraktivitas, kesulitan atau ketidakmampuan dalam mengelola masalah kesehatan mental, gangguan stres dan skizofrenia bisa dikonsultasikan ke Psikolog.

Demikian, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua untuk memberikan ruang yang tepat bagi anak atau individu lainnya untuk tumbuh maju sesuai harapan.

Penulis Firmansyah, S.Psi., M.MKes, Konsultan Psikologi pada Lembaga Konsultasi dan Bimbingan Psikologi "Buah Hati" juga sebagai Koordinator Sub Bagian Komunikasi Pimpinan Setda Dompu dan Anggota Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Dompu.