Terkait Persoalan Gabah, Ini Harapan HMS Kepada Pemkab Dompu

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Terkait Persoalan Gabah, Ini Harapan HMS Kepada Pemkab Dompu

Koran lensa pos
Jumat, 01 April 2022

 

Anggota Komisi IV DPR-RI, H. Muhammad Syafruddin, ST., MM (kemeja putih,tengah) dan Sekda Dompu, Gatot Gunawan PP, S. KM., MM. Kes (kemeja putih kopiah hitam/tengah) foto bersama dengan petani dan Penyuluh Pertanian usai acara Bimtek Peningkatan Kapasitas di Aula Laberka Dompu, Rabu sore (30/3/2022)

Dompu, koranlensapos.com - Anjloknya harga gabah di Kabupaten Dompu yang jauh dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) membuat Anggota DPR-RI Dapil NTB, H. Muhammad Syafruddin, ST., MM merasa prihatin. Fakta itu semakin membuat para pahlawan pangan itu meringis. Pupuk dan obat-obatan sudah mahal diperparah lagi dengan kondisi harga gabah yang sangat murah. Hanya dihargai dengan Rp. 3.300 sampai Rp. 3.500 per kilogram.

Legislator Senayan 3 (tiga) periode tersebut menyampaikan saran kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu agar mengkomunikasikan dengannya perihal persoalan anjloknya harga gabah yang kini sedang melanda para petani di daerah berjuluk Bumi Nggahi Rawi Pahu itu.
"Saya minta kepada Pemerintah Daerah (Pemkab Dompu,red) hal-hal seperti ini (anjloknya harga gabah,red) disampaikan juga kepada kami supaya kami bisa memback up keinginan Pemerintah Daerah dan masyarakat kepada pemerintah pusat. Karena ini menyangkut kondisi keuangan negara. Sampaikan kepada saya supaya saya bisa menyampaikan kepada pemerintah pusat," pinta Legislator dari Partai Amanat Nasional tersebut saat diwawancarai wartawan usai pelaksanaan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Bagi Petani dan PPL yang berlangsung di Aula Laberka, Rabu sore (30/3/2022).


Dipaparkan HMS apabila Pemda Dompu menyurati Pimpinan Instansi terkait misalnya Bulog (Badan Urusan Logistik) atau Bapanas (Badan Pangan Nasional), diharapkan kepada Pemda Dompu juga mengirim tembusan surat tersebut kepada dirinya agar dapat dikomunikasikan (dikoordinasikan) dengan lembaga dimaksud.

"Kalau Pemerintah Daerah kirim surat ke lembaga A untuk berkoordinasi terkait harga gabah ini, mohon juga ada tembusannya kepada saya agar saya bisa mengkomunikasikannya," ulasnya.

HMS mengaku sebelum acara Bimtek tersebut menerima laporan dari Sekda Dompu (Gatot Gunawan Perantauan Putra) bahwa Pemda Dompu kini sedang melakukan pendekatan dengan Bulog Pusat agar di Dompu dibangun dryer untuk pengeringan gabah yang akan dibeli dari petani. Sebagai Wakil Rakyat NTB (khususnya Pulau Sumbawa), ia berharap Pemda Dompu mengkomunikasikan juga hal demikian kepada dirinya supaya bisa membantu mengkomunikasikannya dengan pemerintah pusat. Komunikasi dimaksuf tidak hanya bersifat lisan, namun juga diperkuat dengan tembusan surat yang dialamatkan kepada HMS.

Lebih lanjut HMS berharap kepada Pemda Dompu agar tetap melakukan pendekatan dengan Bulog supaya bisa melakukan penyerapan gabah dari petani dengan harga yang wajar sesuai kualitas. 
"Penyerapan dalam pengertian ada intervensi yang disampaikan oleh pemerintah melalui Bulog supaya Bulog bisa membeli (gabah dari petani)," jelasnya.
Legislator asal Bima yang dikenal sangat merakyat ini meyakini bahwa dengan pendekatan yang intens dengan pihak Bulog, maka penyerapan gabah dari petani akan bisa dilakukan oleh Bulog. Diketahuinya ada beberapa daerah yang penyerapan gabah dilakukan oleh Bulog. Semestinya hal yang sama juga bisa dilaksanakan di Dompu.

"Saya lihat di beberapa daerah seperti di Sumbawa juga diambil oleh Bulog. Kemarin dikirim oleh Bulog ke NTT hampir seribu sekian ton banyak sekali. Artinya pemerintah daerah harus melakukan pendekatan dengan stakeholder terkait seperti Bulog dan lain-lain," ujarnya.

Tokoh yang biasa disapa Bang Rudi ini juga menyebut bahwa di Kabupaten Sumbawa kini sedang membangun 
MRMP (Modern Rice Milling Plant) agar gabah yang dihasilkan menjadi lebih berkualitas.

"Saya melalui Bulog  sedang membangun MRMP di Sumbawa dengan biaya sekitar Rp. 80 miliar," sebutnya.

Dikemukakan HMS, pembangunan MRMP di Kabupaten Sumbawa berkat komunikasi yang dilakukan dengan pemerintah pusat. 

"Ternyata masyarakat di Dompu juga meminta MRMP. Coba nanti saya akan sampaikan kepada pemerintah (pusat)," ucapnya.

HMS menilai rendahnya harga serapan gabah tidak bisa dilepaskan dari rendahnya kualitas gabah yang dihasilkan. Karena itu keberadaan dryer atau MRMP sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas produksi gabah. 

HMS juga menyebut di Kabupaten Dompu saat ini sedang dibangun CDC (Corn Drying Center) di Manggelewa dengan anggaran Rp. 90 Milyar.

"Mudah-mudahan dengan upaya begitu bisa membantu masyarakat baik untuk jagung dan gabah. Karena ini (MRMP dan CDC) dibutuhkan supaya kualitasnya bisa baik," pungkasnya. (emo).