Disbudpar Dompu Lakukan Koordinasi Dengan Museum Negeri NTB Terkait Benda-Benda Bersejarah

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Disbudpar Dompu Lakukan Koordinasi Dengan Museum Negeri NTB Terkait Benda-Benda Bersejarah

Koran lensa pos
Rabu, 02 Maret 2022

 



Dompu, koranlensapos.com - Sebagai bentuk kepedulian dan tangung jawab untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur masyarakat Dompu, maka Kepala Bidang kebudayaan Dinas Disbudpar Kabupaten Dompu, Zainal Afrodi, S. Pd., MM berkunjung ke Musium Negeri NTB. 
Kunjungan yang dilaksanakan pada hari Selasa (1/3/2022) itu didampingi oleh Kasi Kebudayaan Dedy Arsyik, S. Sos,  Budayawan Ir. Nurhaidah dan Sekretaris Umum Yayasan Kesultanan Dompu (YKD) Yeyen Seprian Rachmat.

Kehadiran mereka untuk melakukan koordinasi dan klarifikasi terkait benda-benda pusaka milik Kabupaten Dompu itu disambut dan direspon dengan baik oleh kepala Museum NTB.

"Insya Allah dalam waktu dekat akan ditindak lanjuti oleh pihak Museum, mohon kiranya dukungan dari para pemerhati Budaya Dompu agar membantu memberikan saran dan masukan dalam upaya ini, semoga apa yang kita niatkan dapat terwujud di masa kepemimpinan AKJ-Syah menuju Dompu yang MASHUR. Dan harapan besar lainya Dompu memiliki Museum dan Taman Budaya (Sancaka Budaya)," ujar Zainal Afrodi.

Budayawan Ir. Nurhaidah menyampaikan apresiasi atas respon yang baik dari Kepala Museum Negeri NTB. Putri budayawan Israel M. Saleh penulis buku Seputar Kerajaan Dompu tersebut mengatakan bahwa benda-benda pusaka Dompu yang ada di Museum NTB adalah berstatus dititipkan sehingga pada suatu saat dapat diminta kembali. Dikatakannya pula bahwa benda-benda yang dititipkan itu ada catatannya.

Selanjutnya berharap bahwa Museum Daerah di Bumi Nggahi Rawi Pahu dapat segera dibangun agar benda-benda pusaka peninggalan sejarah dan budaya Dompu di masa lalu dapat tersimpan dengan baik.

"Semoga segera dibangun museum oleh Pemerintah Kabupaten Dompu supaya benda-benda pusaka yang dititipkan dapat kita minta kembali," ucapnya.

Upaya koordinasi yang dilakukan Kabid Kebudayaan beserta tim mendapatkan apresiasi dari Peneliti dan Pemerhati Sejarah dan Budaya Dompu, Syafruddin, ST., MT. 
Dikatakannya Dompu mewarnai peradaban sejarah dan budaya NTB juga Indonesia yang banyak meninggalkan bukti-bukti kuat berupa barang-barang bersejarah. 

"Maka sebagai salah satu langkah strategis yang segera harus diwujudkan adalah pembangunan museum yang representatif," jelas tokoh muda yang biasa disapa Master Udin ini.

Menurut Syafruddin, pembangunan museum harus segera direalisasikan oleh Pemkab Dompu. Ditinjau dari beberapa aspek, keberadaan museum itu menurutnya amat penting. Aspek-aspek dimaksud antara lain,
Pertama, hampir semua penggiat sejarah dan budaya sudah bergerak mengeksplore tinggalan-tinggalan sejarah yang ada, baik dimiliki perorangan maupun berada di beberapa lokasi;
Kedua, sudah banyak masyarakat Dompu lintas generasi yang mulai terbuka pikiran dan keingintahuannya terhadap sejarah dan budaya Dompu, sebagai bagian dari identitas keDompuan;
 Ketiga, sangat dibutuhkan ruang atau tempat yang menjadi pusat atau minimal mewakili penggambaran dari warisan sejarah dan budaya itu, baik yang berbentuk tangible, intangibel dan abstrak yang diletakkan dalam satu tempat yang representatif; 
Keempat, dibutuhkan pola baru dalam konsep pengembangan pariwisata berbasis cultural, education dan tradisional atraction, dan semuanya bermuara pada Pembangunan Museum dan Pusat Budaya.

"Dan dalam RPJMD untuk Pemerintahan AKJ Syah, pembangunan pusat budaya sudah tertuang dan Museum salah satu komponennya," sebut Kabid Tata Ruang di Dinas 
PUPR Kabupaten Dompu itu. (emo).