Degradasi Hutan di Hulu Jadi Penyebab Penurunan Kuantitas dan Kualitas Sumber Air di Dompu

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Degradasi Hutan di Hulu Jadi Penyebab Penurunan Kuantitas dan Kualitas Sumber Air di Dompu

Koran lensa pos
Senin, 07 Februari 2022

 

Kadis PUPR Kab. Dompu, Aris Ansyari, ST., MT saat meninjau lokasi sumber air bersih di Desa Kadindi Kec. Pekat Kab. Dompu

Dompu, koranlensapos.com - Kabupaten Dompu sejak dulu dikenal sebagai daerah yang subur. Keberadaan sumber air di mana-mana. Irigasi untuk mengairi lahan-lahan pertanian lancar hingga di musim kemarau. 

Namun kini sumber-sumber air banyak yang berkurang bahkan tidak sedikit pula yang kering. Tidak heran jika petani-petani mengeluh karena padi di sawah kekeringan karena jarimgan irigasi tidak lagi dialiri air meski di musim hujan. Belum lagi untuk melayani kebutuhan rumah tangga. Masyarakat mengeluhkan pelayanan air bersih dari PDAM yang lebih sering mengalami kemacetan. Ketika mengalir pun kerapkali keruh laksana air banjir yang mengalir di sungai-sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dompu, Aris Ansyari, ST., MT mengakui bahwa sumber air di Kabupaten Dompu semakin menurun dari segi kuantitas maupun kualitasnya akibat kerusakan hutan yang begitu masif selama ini.

"Kuantitas dan kualitas sumber air kita semakin menurun akibat proses degradasi alam yang tidak terkendali di bagian hulu," ungkap Aris.

Dikatakannya laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat juga mengakibatkan sumber air yang tersedia menjadi tidak cukup di samping adanya konflik kepentingan di tengah masyarakat dalam memanfaatkan air sebagai kebutuhan dasar maupun dalam memenuhi kegiatan perekonomiannya juga semakin meningkatkan isu krisis air.

Dikatakan Aris, kesadaran bersama merupakan hal yang sangat penting untuk mengatasi persoalan krisis air bersih ini. 
"Kesadaran bersama maksudnya antara pemerintah, masyarakat dan stakeholder lainnya harus punya rencana dan semangat yang sama terhadap aksi penanganan krisis air bersih," jelasnya.

Ia meyakini bila ada kesadaran bersama, maka permasalahan krisis air bersih ini setahap demi setahap akan bisa diatasi. (emo).