Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Satu Jam Bersama Wartawan, Agus Hermawan Ungkap Fakta-Fakta Tentang PT. STM

Minggu, 19 Desember 2021 | 9:10 PM WIB Last Updated 2021-12-19T13:10:41Z

 


Dompu, koranlensapos.com -  Bertempat di Four F Cafe Jalan Lingkar Utara Sawete Kelurahan Bali Kecamatan Dompu, Jumat (17/12/2021) berlangsung diskusi ringan antara pihak PT. Sumbawa Timur Mining (STM) yang diwakili oleh Manager Kehumasan Agus Hermawan bersama sejumlah awak media. 

Pada kegiatan yang berlangsung sekitar 1 (satu) jam mulai pukul 14.00 hingga 15.00 Wita itu, Agus memaparkan beberapa hal yang berkaitan dengan perusahaan pertambangan itu kemudian menanggapi pertanyaan dari beberapa wartawan seputar program pemberdayaan terhadap masyarakat lokal maupun perkembangan tahapan pengeboran yang kini sedang berlangsung.

Redaksi koranlensapos.com merangkum pemaparan Manager Kehumasan PT. STM tersebut menjadi 14 (empat belas) item.

Pertama, PT. STM merupakan perusahaan patungan dari PT. Antam Tbk  dengan anak perusahaan PT. Vale dengan kepemilikan saham 20% PT. Antam Tbk dan 80 % PT. Vale.
Dikatakannya perusahaan tersebut mulai beroperasi sekitar tahun 2000-an. Tetapi pada saat itu belum beroperasi secara maksimal. Karena saham masih dimiliki oleh perusahaan lama. 

"Vale baru masuk sekitar tahun 2012," ungkapnya.

Kedua, Izin usaha PT. STM berdasarkan kontrak karya generasi ketujuh adalah eksplorasi tembaga dan emas.
Potensi yang dimiliki di Hu'u adalah tembaga. Sedangkan emas adalah mineral ikutan.

"Biasanya kalau di situ ada tembaga, maka ada emas juga sebagai mineral ikutannya," sebutnya.

Disebutnya tahap eksplorasi dimulai sejak tahun 2009, tetapi mulai serius melakukan eksplorasi baru dua tahun lalu setelah ada penemuan mineral onto tahun 2019.

"Perkiraan tahap produksi tahun 2029-2030.Tetapi itu pun ditentukan oleh hasil eksplorasi yang dilakukan saat ini.
Saat ini kita melakukan tes geologi, geotekhnik, dan geokimia untuk meyakinkan kita bahwa potensi yang ada betul-betul layak secara ekonomis dan tekhnis," bebernya.


Ketiga, PT. STM juga sedang melakukan survey awal potensi panas bumi (geotermal) di lokasi yang sama. Pengeboran pertama untuk geotermal dimulai pada bulan Desember 2021 ini atau Januari 2022 mendatang.

"Rencana kami kalau nanti masuk tahap konstruksi dan produksi sebagian dari energi pembangkit listrik yang digunakan untuk operasional itu kita usahakan dari energi panas bumi (geotermal)," 


Keempat, Wilayah kontrak karya PT. STM sebagian di wilayah Dompu dan sebagian di wilayah Kabupaten Bima.
Tapi saat ini konsentrasi eksplorasi masih di wilayah Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu dan belum melakukan kegiatan eksplorasi di wilayah Kabupaten Bima.

"Karena pada tahun 2013 yang kita temukan kandungan onto di wilayah Kecamatan Hu'u," jelasnya.

Kelima, PT. STM telah mencapai rekor 3 juta jam kerja tanpa kecelakaan.

Dijelaskan Agus dalam kegiatan eksplorasi rekor 3 juta jam kerja tanpa kecelakaan ini merupakan pencapaian  yang sangat bagus mengingat pada kegiatan eksplorasi sangat banyak penyebab terjadinya risiko kecelakaan kerja.

"Keselamatan kerja ini merupakan kontribusi dari semua pihak yang terlibat baik karyawan maupun pegawai kontraktor. Pegawai kontraktor ini jumlahnya jauh lebih besar dari staf STM sendiri. Meskipun mereka bekerja di lapangan tetapi mereka bisa komitmen untuk menjalankan sebuah ketentuan terkait dengan keselamatan kerja," tuturnya.

Keenam, Di masa awal pandemi Covid -19, banyak karyawan PT. STM yang terkonfirmasi positif Covid -19. Diakuinya hal itu terjadi karena banyak karyawan yang tinggal di luar Kabupaten Dompu sehingga sangat memungkinkan terinfeksi virus Corona ketika berada di luar daerah atau dalam perjalanan.

"Tapi kalau dilihat sekarang di bulan November 2021 hanya 1 kasus.
Itu manfaat dari program vaksinasi yang gencar dilakukan di PT. STM sendiri. Sebelum mereka bekerja dilakukan tes PCR. Kalau sekarang antigen," ujarnya.

Ketujuh, PT. STM telah membangun jalan akses eksplorasi yang dimulai beberapa bulan lalu dari Dusun Nangadoro Desa Hu'u. Jalur tersebut untuk memudahkan pengangkutan peralatan pengeboran berkapasitas besar yang tidak mampu dimuat oleh helikopter.


Kedelapan, Agus menyebut jumlah tenaga kerja di PT. STM per bulan November 2021 sebanyak 852 orang dengan persentase 60 % (513 orang) tenaga kerja lokal (Dompu) dan 40 % non lokal / di luar Dompu (300-an orang). 

Disebutnya penyerapan tenaga kerja lokal sekitar 60% tersebut ada pada semua bidang pekerjaan baik dalam eksplorasi mineral maupun eksplorasi geotermal. Juga dalam semua departemen yang ada,  juga di bagian pemrosesan.  
"Bahkan saat ini sudah ada engineer dari kecamatan Huu. Kalau tidak salah sudah ada dua orang," sebutnya.

Ia menyebut dulu isunya tenaga kerja lokal hanya jadi helper. Namun seiring lerjalanan waktu sudah banyak yang menempuh pendidikan di luar daerah dengan kualifikasi dan latar belakang pendidikan di bidang pertambangan. 

"Saya dengar dari pak Gubernur juga Provinsi NTB menyediakan ratusan bea siswa tapi khusus untuk bidang-bidang tekhnik khususnya pertambangan.
Saya kira nanti beberapa tahun ke depan kita akan melihat hasilnya dan akan melihat para generasi muda khususnya dari Dompu yang akan bekerja khusus di bidang-bidang pertambangan dengan posisi yang strategis," ucapnya. 


Kesembilan, PT. STM berkontribusi pada usaha peningkatan perekonomian masyarakat lokal. Kontribusi PT. STM selain penciptaan lapangan kerja, juga penciptaan kesempatan bisnis untuk perusahaan lokal.

"Kalau dilihat kontrak yang kita keluarkan selama tahun 2021 sampai bulan November ada 165 kontrak untuk perusahaan lokal. Nilainya mencapai 21 milyar untuk perusahaan lokal atau sekitar 4 % dari total kontrak.
Selain kontrak, kita juga punya data mengenai nilai pembelanjaan lokal (pembelian barang dsb) mengeluarkan dana kurang lebih 40,7 milyar," tandasnya.

Pemberdayaan UMKM lokal misalnya dalam penyediaan beras organik, sayur-sayuran organik maupun ikan untuk kebutuhan tenaga kerja 

Di Kecamatan Hu'u ada Kelompok Sayur Organik Setulus Hati, Kelompok Petani Penanam Padi Organik. Pembelanjaan kebutuhan bahan pangan ini tidak dilakukan secara langsung oleh PT. STM tetapi bekerja sama dengan kontraktor dan vendor yang ada di Kecamatan Hu'u. Namun dalam hal pembelanjaan ini, pihak PT. STM.tetap mendorong para kontraktor untuk memberdayakan UMKM lokal.


Kesepuluh, PT. STM juga melakukan program-program pemberdayaan masyarakat. Program-program ini fokus pada 3 aspek. Yaitu kemitraan strategis, partisipasi desa, dan sponsorship.

Kemitraan strategis ini dengan menggandeng konsultan atau lembaga  untuk menjalankan program bersama masyarakat.
Sedangkan program partisipasi desa yaitu  pemerintah desa membuat program pemberdayaan bagi masyarakat setempat kemudian PT. STM memfasilitasi terselenggaranya program dimaksud.  

"Per desa sebesar Rp. 150 juta. Tidak diberikan dalam bentuk cash tetapi pembiayaan terhadap pelaksanaan program tersebut. Kita juga mendukung kegiatan yang bersifat sponsor," ucap Agus.

Dijelaskan Agus program pemberdayaan masyarakat ini masih fokus pada 8 desa di Kecamatan Hu'u yakni Desa Hu'u, Marada, Daha, Rasabou, Jala, Sawe, Cempi Jaya dan Adu karena berbagai keterbatasan yang dimiliki.
"Penerima manfaat program-program di atas sekitar 20 ribu orang. Sejak tahun 2012 hingga 2021 dana yang telah dikeluarkan sekitar Rp. 26 milyar," kata Agus.

Diuraikan Agus program pemberdayaan masyarakat ini menyentuh pada sektor pertanian, lingkungan (bank sampah), pendidikan, training keselamatan untuk nelayan. Juga program peningkatan kesehatan ibu dan anak.

"Karena kita tahu di beberapa wilayah menghadapi masalah stunting kita juga ambil bagian di situ," paparnya.

Kesebelas, PT. STM juga melakukan pembangunan infrastruktur fasilitas umum.
Di antaranya pembangunan sarana ibadah (Masjid) di Dusun Nangadoro Desa Hu'u. Masjid tersebut telah berusia lebih dari 70 tahun. Pada mulanya direncanakan untuk direnovasi saja. Tetapi karena melihat kondisinya sudah memprihatinkan sehingga dilaksanakan pembangunan ulang.

Pembangunan sarana kesehatan seperti Polindes di Desa Marada serta pembangunan jamban keluarga. (Staf Kehumasan PT. STM, Dewi menyebut jamban keluarga yang telah dibangun tahun 2021 sebanyak 96 unit, tahun 2020 sebanyak 103 unit dan di tahun-tahun sebelumnya 155 unit).
Agus Hermawan menjelaskan berdasarkan hasil medical cek up oleh pihak PT. STM sebagai persyaratan rekrutmen karyawan ditemukan ada beberapa yang pernah mengalami penyakit hepatitis. Penyakit tersebut umumnya diakibatkan oleh lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan dan higienitas. Karena itu pembangunan fasilitas jamban keluarga menjadi sangat penting.

"Sayang sekali kalau generasi muda yang berpotensi di sana (Kecamatan Hu'u) harus gagal (tidak diterima oleh perusahaan) karena mereka pernah mengalami hepatitis," ujarnya.

Sedangkan kontribusi di bidang pendidikan dalam bentuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah SD maupun SMP di Kecamatan Hu'u. 

"Kita melakukan pendampingan ke beberapa sekolah untuk peningkatan kualitas pengelolaan sekolah dan kemampuan guru dalam mengajar.
Kita mengharapkan dengan keterampilan dan pengetahuan tersebut kualitas pendidikan di sekolah-sekolah tersebut menjadi lebih meningkat," urainya.

Dikatakannya peningkatan kapasitas di sektor pendidikan ini dibarengi pula dengan bantuan pembangunan fasilitas yang lebih baik dan meningkatkan semangat belajar bagi siswa maupun masyarakat umum. Msalnya merenovasi beberapa perpustakaan. 

"Biasanya pada era 70 hingga 80 an perpustakaan itu hanya deretan buku-buku yang terkesan kusam. Kita merenovasi menjadikan perpustakaan yang membuat anak-anak tertarik untuk mengunjungi dan membaca buku. Interiornya didesain yang bagus sehingga anak-anak senang membaca atau belajar sambil bermain," imbuhnya.

Kedua belas, Kontribusi lain PT. STM  untuk Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB maupun secara nasional. Antara lain berupa pajak penghasilan dari gaji yang dibayarkan kepada karyawan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari semua belanja modal dan belanja peralatan, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 

Sedangkan penerimaan daerah berupa retribusi, pembayaran PBB, pajak air, tanah dan permukaan.
Sedangkan yang langsung dinikmati masyarakat berupa belanja rumah tangga, keuntungan.perusahaan lokal dan perusahaan nasional, pembelian peralatan, bahan bangunan, makanan, maupun transportasi.

"Meskipun saat ini kontribusi kita masih terbatas karena masih melakukan eksplorasi, tetapi saya kira sedikit demi sedikit efek domino dari PT. STM ini sudah bisa dirasakan meskipun belum meluas dirasakan oleh masyarakat Dompu secara umum," jelasnya.

Ketiga belas, Dalam hal perekrutan tenaga kerja, pihak PT. STM berkomitmen untuk memprioritaskan masyarakat lokal yang memenuhi persyaratan. Dengan demikian masyarakat lokal harus mempersiapkan diri dengan pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan pertambangan ini agar bisa diterima bekerja. Dalam hal ini pihak PT. STM terus berupaya mengadakan dialog dengan dinas terkait bahkan pertemuan dengan Bupati Dompu membahas berbagai macam isu. Termasuk juga tentang penyerapan tenaga kerja.

"Alhamdulillah Pemerintah daerah sepertinya sudah mulai merealisasikan rencana pembangunan BLK. Bersamaan dengan hal tersebut dari pemerintah provinsi saya dengar BLK di Dompu rencananya akan dijadikan khusus sebagai BLK tambang mengingat di Pulau Sumbawa ini ada 2 potensi tambang besar yaitu Batu Hijau dan di Hu'u," ujarnya.

Disebutnya dalam hal peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal ini, PT. STM pada tahun lalu telah mengirimkan 64 pemuda dari Kecamatan Hu'u untuk pelatihan las dan listrik di Sumbawa.

Ditambahkan Agus bahwa pada tahun 2021 ini PT. STM juga memberikan bea siswa kepada 10 mahasiswa jurusan-jurusan tekhnik yang terkait dengan pertambangan. 

"Jadi kita mulai dengan 
sepuluh mahasiswa. Mudah-mudahan tahun depan kita akan tambah lagi. Ini masih pilot project. Kalau ini berhasil kita akan terus tingkatkan jumlahnya," sebutnya.

Sebagai upaya penyiapan SDM lokal ini, lanjutnya juga digelar forum diskusi dengan para mahasiswa setempat yang menempuh pendidikan di berbagai kota besar di Indonesia.seperti di Yogyakarta, Malang, Mataram dan Makassar. dan direncanakan akan dilaksanakan secara reguler. 
"Dari situ saya kira adik-adik mahasiswa bisa mendapatkan informasi yang valid dari sumber langsung yaitu PT. STM mengenai potensi ke depan seperti apa dan latar belakang pendidikan dan keahlian yang diperlukan seperti apa. Itu antara lain upaya yang kami lakukan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda untuk menyiapkan diri tidak saja bekerja di PT. STM tetapi juga di bidang-bidang lain," paparnya.

Keempat belas,  Banjir yang kerap melanda beberapa desa di Kecamatan Hu'u sejak tahun lalu dinilai oleh sejumlah pihak diakibatkan adanya aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT. STM. Aktivitas PT. STM dituding berkontribusi.sebagai penghasil. Namun hal tersebut dibantah oleh Agus Hermawan. 

"Kalau ditanya mengenai kontribusi PT. STM terhadap banjir di Hu'u jawabannya tidak," tegasnya.

Dikemukakannya PT. STM memang sedang melakukan pengeboran di beberapa titik. Tetapi tidak meluas, karena bukaan setiap titik pengeboran di kawasan hutan luasnya hanya maksimal 30 x 30 meter saja.

Penebangan pohon dalam rangka pembukaan lokasi pengeboran semuanya dilaporkan ke BKPH. 

"Kayunya juga tidak kita apa-apakan jadi itu menjadi haknya BKPH untuk pengelolaannya. Setiap pohon yang ada di wilayah kerja kami sudah diinventarisir jumlahnya, diameter per pohon maupun jenisnya dalam kegiatan yang dinamakan timber cruising," ungkapnya.

Disebutnya di lokasi yang sudah selesai dilakukan pengeboran, maka akan dihijaukan kembali (ditanami) dengan pohon yang sama. Petugas foresty  mengumpulkan biji dari pohon yang tua kemudian disemaikan. Hasil persemaian itulah yang ditanam kembali di titik pengeboran yang tidak digunakan lagi.

Ketika terjadi bencana banjir sejak musim hujan tahun lalu, PT. STM juga  memberikan bantuan kepada warga terdampak. Selain itu juga melakukan 
menormisasi sungai-sungai yang sudah tertutup sedimentasi di Desa Marada, di Desa Daha dan di Desa Rasabou 

"Secara bertahap pemberdayaan masyarakat di bidang infrastruktur kita lakukan juga. Tahun depan kita akan normalisasi embung di Nangadoro karena di daerah tersebut musim kemarau krisis air, musim hujan banjir," tuturnya. (emo).


























 
×
Berita Terbaru Update