Ketua PGRI dan IGI Kabupaten Dompu Kecam Tindak Kriminalisasi Terhadap Guru di Hu'u

Kategori Berita

.

Ketua PGRI dan IGI Kabupaten Dompu Kecam Tindak Kriminalisasi Terhadap Guru di Hu'u

Koran lensa pos
Jumat, 03 Desember 2021

 

     Gambar ilustrasi pengeroyokan terhadap guru

Dompu, koranlensapos.com - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Dompu Asrulriady, S. Pd dan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Dompu, Ida Faridah, S. Pd mengecam dengan keras tindakan kriminalisasi yang menimpa Syarifuddin, seorang guru di SMA Negeri 1 Hu'u yang terjadi pada hari Kamis (2/12/2021) kemarin. 

"Kami PGRI Dompu mengecam keras dugaan kasus pengeroyokan yang terjadi terhadap Guru," ungkap Asrulriady, Ketua PGRI Dompu sebagaimana dikutip media ini di laman facebooknya.
Tokoh muda yang juga menjabat sebagai Kabid Dikdas Dinas Dikpora Kabupaten Dompu tersebut meminta Aparat Penegak Hukum untuk dapat menyelesaikan dan menghukum terduga pelaku sesuai hukum yang berlaku. Selanjutnya ia menyampaikan apresiasi terhadap aparat kepolisian di Polsek Hu'u yang cepat menindaklanjuti laporan dari korban.

"Kami PGRI Kabupaten Dompu menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Polsek Hu'u atas cepat merespon laporan guru terkait dgn kasus penganiayaan terhadap Guru. Terimakasih juga kami sampaikan kepada bapak karena para terduga pelaku telah diamankan di Polsek Hu'u," ujarnya sembari memberikan imbauan kepada PGRI Kecamatan Hu'u agar menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat Penegak Hukum.

"Mari kita jaga kondusivitas daerah Dompu yang kita cintai. Semoga tidak ada lagi kasus seperti ini dan menjadi pembelajaran untuk kita semuanya," pintanya.

Sementara itu Ketua IGI Kabupaten Dompu menyatakan prihatin sekaligus mengecam tindakan kriminalisasi terhadap guru di SMAN 1 Hu'u yang mengakibatkan salah satu jari tangannya patah.

"Kami sebagai guru-guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Indonesia turut prihatin dan mengecam keras kasus penganiayaan terhadap saudara kami guru SMAN 1 Huu. Kami adalah orangtua kedua yang mendidik anak2  nya. Sampai hati berbuat sekejam ini ?," kata Ida.

Pensiunan guru Bambang Hermanto, M. BA juga mendesak IGI Kabupaten Dompu agar kasus penganiayaan yang menimpa guru di SMAN 1 Hu'u itu diusut secara tuntas. 

"Usut tuntas kasus itu. Ajak PGRI kerjasama ini tak bisa dibiarkan orang tua yang arogan harus diberi pelajaran dan pemahaman," pinta mantan Ketua IGI Kabupaten Dompu tersebut.

Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kabupaten Dompu, Drs. Suaidin, M. Pd mengaku prihatin atas kejadian ini. Ia berharap semoga cepat dituntaskan.
"Guru-guru dan siswa supaya tetap tenang, rasa solidaritas tetap ada, tapi proses KBM harus tetap berjalan sebagaimana biasa," pintanya. 

Kasus penganiayaan terhadap guru di SMAN 1 Hu'u ini juga mendapat tanggapan dari Wakil ketua PGRI Propinsi NTB, Korwil Kabupaten Dompu, Dr. Abdul Kadir. Ia mengecam keras dugaan aksi pengeroyokan terhadap guru tersebut. Namun kepada para pengurus dan anggita PGRI ia meminta agar menyikapi persoalan ini dengan megedepankan kebijaksanaan, kedewasaan, kecerdasan.
"Tolong jaga martabat guru. Tolong jaga marwah PGRI, Tolong jaga nilai nilai Pendidikan. Hal-hal yang tidak perlu dibicarakan, diutarakan, dipublikasikan, agar menahan diri.
Namun hal-hal yang perlu disampaikan jangan didiamkan. Mari kita tampil menjadi teladan bagi masyarakat. Kita didik mereka untuk menghargai guru. 
Saya sangat percaya teman teman akan bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik. Jika kemudian ada masalah yang memerlukan tindakan lebih lanjut, PGRI NTB akan selalu siap," tegasnya. (emo-D. Fan).