Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

TK IT Al - Hilmi, Unggul Dalam Kualitas (3)

Sabtu, 20 November 2021 | 4:11 AM WIB Last Updated 2021-11-20T07:55:29Z

 

        Serba-serbi kegiatan outing class                  bagi  murid TK-IT Al-Hilmi Dompu


Dompu, koranlensapost.com - Fasilitas  yang memadai sangat menunjang di dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar (KBM). Suasana belajar juga menjadi lebih asyik dan menyenangkan apabila sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk KBM tersedia.
Khusus murid Taman Kanak-Kanak, fasilitas bermain juga harus tersedia. 

Fasilitas yang dimiliki oleh TK IT Al - Hilmi sangat menunjang bagi terlaksananya kegiatan belajar dan bermain bagi murid-muridnya.

Kepala TK IT Al Hilmi Dompu, Ustadzah Eti Cusmawati, SE mengungkapkan bahwa ruang belajar di lembaga pendidikan TK IT Al - Hilmi cukup representatif. Ukurannya luas yang dilengkapi  meja belajar, APE beragam alat Audio visual berupa TV LCD SMART, serta ber-AC pula. 
Sedangkan taman bermain di luar ruang belajar juga cukup luas dengan lahan tanah 1.900 M3  dengan aneka jenis permainan yang menyenangkan bagi murid.


Dikemukakan Ustadzah Eti, untuk memperluas wawasan dan pengetahuan para siswa TK ini, secara berkala dilakukan kegiatan outing class atau pembelajaran di luar kelas.

"Kegiatan outing class ini disesuaikan dengan tema. Misalnya tema yang dibahas tentang ayam. Maka pada puncak tema, anak-anak diajak berkunjung untuk melihat kandang ayam. Kalau temanya tentang tanaman, pada puncak tema kita ajak anak-anak melakukan tadabbur alam misalnya di Desa Karamabura," tuturnya.


Yang unik lagi, lanjutnya jika
 tema yang dibahas tentang Kebutuhanku, maka anak-anak membuat pasar sekolah pada setiap kelas. Ada yang menjual makanan, buah-buahan, sayuran dan lainnya. Sebelum menjual di kelas masing-masing, tema  tanamah anak anak di ajak untuk menanam bunga/pohon,bahkan di ajak langsung menanam padi di sawah.


"Kami melatih anak-anak ini dalam hal mengelola keuangan bagaimana dengan uang saku yang diberikan orang tua mereka bisa memilah-milah barang yang akan dibeli. Dengan uang sepuluh ribu mereka bisa membeli sesuai yang dibutuhkan dan yang sehat," paparnya.

Selanjutnya untuk menyamakan persepsi dengan para orang tua dalam hal mendidik anak, maka sebulan sekali diadakan pengajian rutin khusus orang tua.

"Mengapa kita adakan pengajian khusus bagi orang tua ? Karena keberhasilan dalam mendidik anak itu bukan hanya tugas guru tapi juga tugas orang tua. Orang tua juga harus terlibat aktif," jelasnya.

Dikatakannya pengajian rutin bagi orang tua ini temanya berbeda-beda, namun bermuara pada satu tujuan agar ada keterpaduan antara pendidikan di sekolah dengan di rumah. Salah satunya tema "Menjadi Orang Tua Teladan". Berisi pesan kepada para orang tua untuk membimbing putra-putrinya di rumah dalam melaksanakan ajaran agama sejak dini yang dilandasi dengan contoh teladan dari orang tua.

"Dengan adanya pengajian kita saling mengingatkan," ucap srikandi yang pernah mendapat penghargaan sebagai pengelola PAUD Terbaik  ini.

Sebagaimana diulas pada edisi 1, TK IT Al - Hilmi memiliki Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tersendiri yaitu perpaduan dari Kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) dan Kurikulum Pendidikan Nasional.

"Mengapa kita menggunakan dua kurikulum ? Karena kita ingin mengajarkan kepada siswa tentang keseimbangan antara dunia dan akhirat.
Untuk meraih kesuksesan dunia harus didasari ilmu. Demikian pula untuk bisa meraih kesuksesan akhirat harus berilmu sehingga bisa beribadah dengan cara yang benar," ujarnya. 

Dikatakannya kurikulum harus didesain agar mampu menghasilkan muslim/anak yang Sholeh,cerdas dunia akhirat , yang mampu 
menjadi khalifah /pemimpin yg baik bagi dirinya dan masyarakat.

Terkait dengan hal tersebut, lanjutnya kurikulum pendidikan Islam memiliki 5 (lima) ciri yang spesifik.

Pertama, Kurikulum harus sejalan dengan idelitas Islam, yaitu kurikulum yang mengandung materi ilmu pengetahuan yang mampu berfungsi sebagai alat untuk mecapai tujuan kehidupan yang Islami; 
Kedua, Kurikulum yang Islami harus diproses/diaktualisasikan dengan metode yang sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam tujuan pendidikan Islam;
Ketiga, Antara kurikulum, motode, dan tujuan pendidikan Islam harus saling berkaitan (releven) dengan produk/hasil yang diinginkan;
Keempat, Cakupan dan kandungannya harus luas dan menyeluruh, sehingga 
mencerminkan semangat, pemikiran, dan ajaran Islam yang mendalam serta memperhatikan pengembangan dan bimbingan segala aspek pribadi siswa, 
psikologi, sosial dan spiritual; dan
Kelima,  Selalu disesuaikan dengan bakat dan minat peserta didik. 


KTSP tersebut dituangkan dalam silabus yang memuat 4 (empat) aspek, yakni tentang Aqidah yang Lurus, Cara Ibadah yang Benar, Memiliki Akhlak yang Baik, dan Menjadi Pribadi yang Sungguh-Sungguh, Disiplin dan Mampu Mengendalikan Diri yang dibagi dalam dua semester di Kelas dan dua semester di Kelas B. 
Tentang aqidah yang lurus indikatornya antara lain mengenalkan dan menyebutkan Rukun Islam dan Rukun Iman, menyebut, menghafal dan memahami Asma'ul Husna, mengenal Allah melalui ciptaan-Nya, mengenal dan melafadzkan kalimat toyyibah, mengenal dan berlatih ikhlas dalam beramal seperti cara infak dan sedekah.

Tentang cara ibadah yang benar dituangkan dalam indikator antara lain mengetahui cara berwudhu yang benar, mengenal dan meniru melafadzkan adzan dan iqamah, mengenal dan meniru gerakan sholat yang benar serta bacaan-bacaan sholat, mengenal tata cara sholat berjamaah, mengenal macam-macam sholat sunnah, mengenal huruf-huruf hijaiyah, mengenal zakat fitrah, mengenal dosa-dosa kecil, mengenalkan cara menutup aurat bagi laki-laki dan perempuan.

Aspek ketiga Memiliki SIM salam saat datang ke sekolah, berjabat tangan saat datang dan pulang sekolah, belajar dan berlatih adab makan dan minum, bersikap sopan dan menghormati orang tua, etika berbicara dengan teman, etika dan adab ketika berbicara dengan orang tua dan guru, memperhatikan adab ketika berbicara kepada orang lain, adab ketika akan tidur, belajar dan berlatih bertanggung jawab dengan tugas yang dinerikan, belajar dan berlatih membuang sampah pada tempatnya, belajar dan berlatih saling menolong sesama, membangun hubungan baik dengan orang lain, belajar dan berlatih menjenguk orang sakit, adab membaca Al-Qur'an, adab belajar, adab bergaul (tidak berpelukan dengan lawan jenis), adab berbicara (tidak memotong pembicaraan orang lain), adab masuk WC, 

Aspek keempat menjadi pribadi yang sungguh-sungguh, disiplin dan mampu mengendalikan diri. Indikatornya hadir di sekolah tepat waktu, mengenal dan berlatih mengikuti berbagai aturan, membiasakan diri berpakaian dan menjaga barang miliknya, mengenal perbedaan jenis kelamin, belajar mengendalikan emosi.

Dikemukakan Ustadzah Eti bahwa penetapan uang pangkal dan uang SPP berdasarkan persetujuan pengurus Komite dan Pengurus Yayasan.

Kami juga memberikan reward kepada guru dengan menaikkan gajinya. Di saat gaji guru naik, kualitas guru juga harus ditingkatkan.

Di akhir paparannya, Ustadzah Eti mengemukakan bahwa TK-IT Al-Hilmi saat ini sudah mulai membuka pendaftaran 
peserta didik baru ( PPDB ) Tahun pelajaran 2022/ 2023. Pemdaftaran dari tanggal 15 November 2021 sampai 31 April 2022.(emo).

×
Berita Terbaru Update