Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Atasi Krisis di Masa Pandemi, Pemuda Malaju Kilo Geluti Usaha Budidaya Sayuran Hidroponik

Jumat, 15 Oktober 2021 | 7:53 AM WIB Last Updated 2021-10-14T23:53:38Z

 

      Budidaya sayuran hidroponik        Q-Lo Art

Dompu, koranlensapost.com - Nasrin H. Mukhtar bukanlah sosok yang asing bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat pada umumnya. Owner CV. Tri Utami yang sukses dengan produk-produk teh kelornya seperti Moringa Kidom dan SaSaMboDom yang telah go internasional itu menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di desa kelahirannya yakni Desa Malaju Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu NTB untuk menggeluti usaha apapun dengan sungguh-sungguh.
            Pengemasan produk                         sayuran hidroponik Q-Lo                 Art

Contohnya anak-anak muda di Dusun Mekar Sari Desa Malaju Kecamatan Kilo. Mereka menggeluti usaha budidaya sayuran hidroponik jenis sawi dan selada. Kelompok usaha pemuda diketuai oleh Ramadhan yang tidak lain merupakan keponakan dari Bang Nasrin itu mulai menekuni usaha tersebut sejak Maret 2020 lalu.

"Kami mulai merintis usaha ini sejak awal pandemi Covid -19. Modal awal kami dimodali oleh pak Nasrin dan juga dibantu dari dana desa," ungkap Ramadhan.

 Walhasil pemasaran produk dengan brand Q-Lo Art itu menjangkau di Kota Dompu hingga ke Kota Bima. Pembelinya adalah para pengusaha kuliner seperti kebab, burger dan ayam geprek serta untuk kebutuhan rumah tangga.

"Untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal saja kami masih kewalahan," kata Ramadhan.
      Sayuran hidroponik yang siap dikirimkan kepada pelanggan

Sementara itu Sekretaris Desa Malaju Alam Setiawan menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan semangat Ramadhan dan kawan-kawan yang tidak malu-malu melakukan budidaya sayuran hidroponik. 

"Semoga banyak anak-anak muda yang terinspirasi dan menggeluti berbagai bidang usaha produktif. Pemerintah desa pasti akan mendukung usaha-usaha kreatif untuk kesejahteraan masyarakat," ucapnya. (emo).
×
Berita Terbaru Update