Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kasek SMKN 1 Dompu Akhirnya Di-Sertijab

Minggu, 22 Agustus 2021 | 8:59 AM WIB Last Updated 2021-08-22T00:59:35Z

 

       Sertijab Kepala SMKN 1 Dompu, Kamis (19/8/2021

Dompu, koranlensapost.com - Kendati pihak keluarga besar SMKN 1 Dompu melakukan aksi meminta Pemprov NTB agar tetap mempertahankan ibu Eko Sutrismi untuk menakhodai sekolah tersebut dengan memperhatikan dari berbagai aspek pertimbangan, namun proses mutasi jabatan tetap berlangsung.

Pihak Pemprov tetap bersikukuh dengan keputusannya untuk mengangkat Fathurrahman, ST sebagai Kepala SMKN 1 Dompu menggantikan Eko Sutrismi, S. Pd.

Serah Terima Jabatan (Sertijab) telah dilakukan di Kantor Kepala Cabang Dinas (KCD) Kabupaten Dompu dan selanjutnya Sertijab kedua juga telah dilaksanakan di SMKN 1 Dompu pada Kamis (19/8/2021). Fathurrahman sebelumnya merupakan guru di SMKN 1 Woja.
Salah seorang guru di SMKN 1 Dompu yang tidak menyebut jati dirinya mengatakan bahwa Eko Sutrismi baru setahun menjabat sebagai Kepala Sekolah. Menurutnya waktu setahun terlalu sedikit untuk bisa menilai kinerja seseorang. Karena itu ia berharap agar Pemprov NTB memberikan kesempatan sekitar 4 (empat) tahun bagi Eko Sutrismi untuk bisa mengemban tugas secara maksimal.


Mutasi jabatan Kasek di beberapa sekolah di bawah naungan Dinas Dikpora Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB beberapa hari lalu memang sempat memunculkan pro dan kontra. Bahkan di beberapa sekolah di Bima seperti di Kecamatan Langgudu, Monta dan Sape melakukan aksi protes atas keputusan itu karena disinyalir bermuatan politis. Tidak ketinggalan di SMKN 1 Dompu. Para guru dan Tata Usaha beserta Pengurus OSIS di sekolah tersebut melakukan aksi damai mendesak pihak Pemprov agar tetap mempertahankan Eko Sutrismi sebagai Kepala Sekolah. Pasalnya Eko yang sejak tahun 2001 mengabdi di sekolah tersebut dinilai telah membawa kemajuan dan peningkatan bagi lembaga pendidikan kejuruan unggulan di Kabupaten Dompu itu. Apalagi di bawah kepemimpinannya, selangkah lagi sekolah unggulan tersebut akan menuju sekolah berstatus Badan Layanan Unit Daerah (BLUD).

"Kami bukan menolak Kepala Sekolah yang baru (Fathurrahman, ST) tetapi kami meminta agar bapak Gubernur meninjau kembali keputusannya memutasi ibu Eko Sutrismi dari sekolah ini," ungkap massa aksi dalam orasinya pada Selasa pagi (10/8/2021) lalu.

Dikatakan massa aksi bahwa Eko Sutrismi meskipun baru setahun menjadi Kepala Sekolah, tetapi telah mampu membawa banyak perubahan melanjutkan program-program kepala sekolah sebelumnya yang merupakan seniornya yakni H. Abdul Latif, M. Pd serta melakukan gebrakan-gebrakan brilian untuk menuju sekolah yang berkualitas.

Srikandi yang merupakan salah satu Instruktur Nasional tersebut dinilai mampu merangkul semua komponen di sekolah tersebut sehingga tercipta jalinan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi yang saling memperkuat dalam mewujudkan sekolah siswa-siswi yang religius, unggul, kreatif dan inovatif. Salah satu hasil kreativitas siswa di bawah kepemimpinannya adalah membuat desain kaos T-Shirt "Mori Day" sebagai branding khas SMKN 1 Dompu.

Hal lain yang juga kerap dipersoalkan dalam proses mutasi jabatan, adanya figur yang sudah belasan tahun diangkat sebagai kepala sekolah dan masih tetap bertengger hingga kini sebagai kepala sekolah. Hal ini dinilai ganjil karena dari segi kinerja juga biasa-biasa saja. 

"Kita tidak tau ada 'permainan' apa di balik semua ini," ucap seorang tokoh pendidikan yang tidak mau ditulis namanya.

Terkait mutasi jabatan ini, juga mendapat tanggapan dari Drs. Gunawan, M. Pd. Tokoh pendidikan yang juga telah dimutasi dari jabatannya sebagai Kepala Cabang Dinas (KCD) Dikpora Kabupaten Dompu ini menegaskan bahwa Mutasi merupakan hal yang biasa dalam organisasi, baik organisasi pemerintahan maupun organisasi lainnya. 

"Mutasi bukan sebagai hukuman. Mutasi bukan sebagai bentuk kebencian, tetapi mutasi merupakan upaya penyegaran untuk organisasi," jelas Dosen senior di STKIP YAPIS Dompu tersebut.

Ia menegaskan pula bahwa mutasi atau rotasi jabatan bukan hadiah, bukan karena salah dan benarnya seorang pemimpin, namun sebagai wadah untuk berbagi pengalaman dari satu tempat ke tempat lain. 
"Dan yang terpenting, jabatan tidak selamanya membawa keberkahan, jabatan bisa menjerumuskan juga, oleh karena itu, apapun faktor penyebabnya keluar SK, harus disikapi dengan arif dan bijaksana serta bisa dterima dengan legowo," pesannya. (emo).


×
Berita Terbaru Update