Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Presiden Jokowi Buka Munas IX LDII

Rabu, 07 April 2021 | 10:59 PM WIB Last Updated 2021-04-07T14:59:51Z

 

        Presiden Joko Widodo saat membuka                        Munas IX LDII di Ponpes                                Minhajurrosyidin, Jakarta  (7/4/2021)                              pukul 10.30 WIB.

Jakarta, koranlensapost.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur Rabu (7/4/2021). 

Dalam sambutannya di depan para peserta yang mengikuti acara pembukaan secara daring tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan Ormas Islam untuk mengembangkan dan melaksanakan moderasi beragama. 

“Kita patut bersyukur menerima warisan berupa Bhineka Tunggal Ika dari para pendiri bangsa, meskipun berbeda-beda suku, bangsa, dan berbeda dalam pandangan agama, tapi tetap saling menghormati, bersatu, rukun, dan bersama-sama bergotong royong,” ujar Jokowi.

Selanjutnya, dengan modal sosial itu Presiden Jokowi mengatakan sikap toleran, menghargai segala perbedaan, dan keyakinan adalah keharusan. 

"Sikap ini, bisa tumbuh bila dikembangkan sikap saling menghormati dan belajar dari orang lain, sehingga mencapai sikap saling menghormati dalam perbedaan,” jelas Presiden.

Dilanjutkan Presiden Jokowi, sikap tertutup dan eksklusif tidak sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika.

“Sikap tertutup menciptakan intoleransi yang merusak sendi-sendi keagamaan, dan menimbulkan penolakan serta pertentangan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh jajaran dan pimpinan keluarga besar LDII, untuk menyuarakan dan meningkatkan kehidupan sosial keagamaan kita,” pesannya. 

Jokowi mengatakan pemerintah berkomitmen dan terus berupaya serta mendorong moderasi beragama. Ia juga menyerukan sikap yang tidak toleran yang disertai dengan kekerasan fisik, harus dihilangkan dari Bumi Pertiwi.

“Sikap beragama yang memecah belah persatuan tak bisa ditoleransi,” tandasnya.

                     Ketua Umum DPP LDII, 
              KH. Chriswanto Santoso, M. Sc


Senada dengan Presiden, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengatakan, dalam delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, kebangsaan ditempatkan pada posisi pertama, “Dengan semangat kebangsaan itu, LDII melaksanakan moderasi beragama, berdakwah dengan sejuk serta berkomitmen menegakkan Empat Pilar Kebangsaan,” ujar Chriswanto. 

Dikatakannya moderasi beragama bagi LDII sangat penting. Moderasi beragama adalah pangkal dari modal sosial membangun bangsa agar kebhinekaan yang ada dalam rakyat Indonesia menjadi perekat untuk menjalankan program pembangunan,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Chriswanto juga menyampaikan sikap empati dan dukungan LDII terhadap pemerintah dalam menghadapi wabah pandemi Covid -19.

“LDII turut merasakan beratnya permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah saat ini. Kehadiran pandemi covid-19 sejak awal tahun lalu dan masih berlanjut hingga sekarang, benar-benar telah memukul mundur capaian target-target pembangunan pada berbagai sektor khususnya kesehatan dan perekonomian,” ujarnya. 

Dikemukakannya, jumlah penduduk yang meninggal karena covid-19 juga cukup banyak yakni di kisaran 40 ribuan jiwa.

 “LDII sangat merasakan dan sangat berempati terhadap masalah ini,” ucapnya

LDII, lanjut Chriswanto, mengajak seluruh elemen bangsa bekerja keras, cerdas, kreatif, dan out of the box agar target-target pembangunan yang telah ditetapkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 – 2024, kembali pada jalur semula. 

Sejalan dengan konteks tersebut, Chriswanto mengatakan Munas IX LDII mengambil tema “Penguatan SDM Profesional Religius untuk Ketahanan dan Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Maju”. Dengan merevitalisasi dan menajamkan delapan program kerja yang ditetapkan dalam Rakernas LDII 2018. 

Program kerja pertama adalah Kebangsaan, yang bertujuan membangun nasionalisme agar persatuan dan kesatuan bangsa dapat lebih terjaga, termasuk mencintai produk bangsa sendiri. 

"Sebagai Lembaga Dakwah Islam, LDII selama ini telah menempatkan program kebangsaan sebagai program utama, karena bagaimanapun juga persatuan dan kesatuan adalah modal utama bangsa,” ujarnya. 

Kedua Keagamaan, yaitu program yang bertujuan meningkatkan nilai religiusitas bagi ummat Islam, termasuk di dalam membangun toleransi beragama. Ketiga, Pendidikan, yaitu program yang mendorong agar pendidikan karakter, khususnya karakter professional religius, dapat dijadikan sebagai life-long education, atau pendidikan sepanjang hayat. 

Keempat Ekonomi, yaitu program yang mendorong ekonomi syariah, termasuk percepatan pemulihan dan membangkitkan kembali ekonomi di era pandemi ini. Kelima pangan dan lingkungan hidup, yaitu program yang bertujuan untuk membangun kemandirian pangan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. 

Keenam kesehatan, yaitu mendorong penggunaan obat tradisional atau herbal secara meluas terlebih pada kondisi kedaruratan kesehatan. Ketujuh Teknologi Digital, yaitu meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai bidang pembangunan. 

Dan kedelapan Energi Baru Terbarukan, yaitu mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fossil, termasuk untuk mengurangi emisi karbon guna mengurangi efek rumah kaca. 

“Ke delapan program tersebut di atas bukannya baru perencanaan, akan tetapi LDII telah berbuat dengan membuat beberapa pilot project di beberapa daerah sesuai kondisi keunggulan daerah tersebut,” tutup Chriswanto.

Untuk diketahui, Munas IX LDII dihadiri 3.750 peserta secara daring dan luring dari kabupaten/kota di seluruh Indonesia. 

Peserta yang mengikuti secara daring dari 457 studio mini. Sementara Ketua DPW LDII dari 33 provinsi (kecuali DPW LDII NTT yang tidak menghadiri secara luring karena  adanya Siklon Tropis Seroja) dan undangan lainnya yang hadir di lokasi mencapai 200 orang. Peserta yang hadir secara luring diwajibkan menjalani swab antigen dan menjaga protokol kesehatan.  

“Perwakilan DPW LDII Nusa Tenggara Timur tidak bisa hadir karena bencana badai, yang mengakibatkan penerbangan sulit di wilayah tersebut,” ujar Ketua Panitia Munas IX LDII Rully Kuswahyudi.(Tim).


×
Berita Terbaru Update