Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pidato Perdana, Bupati AKJ Suarakan Pelestarian Hutan dan Persoalan Banjir

Selasa, 02 Maret 2021 | 8:15 AM WIB Last Updated 2021-03-03T10:04:20Z
Dompu, koranlensapost.com - Bupati Dompu "Aba" Kader Jaelani (AKJ) mendapatkan kesempatan perdana untuk menyampaikan pidato dan sambutan dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Dompu yang berlangsung pada hari Senin (1/3/2021) sekitar pukul 10.00 Wita.
Salah satu hal yang menjadi penekanan Bupati AKJ dalam pidato perdananya tersebut adalah memberi penekanan pada pelestarian hutan. Dikemukakan AKJ kerusakan hutan dan bencana banjir adalah dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Agar tidak terjadi luapan banjir yang menerjang hingga areal pertanian dan pemukiman penduduk, maka kelestarian lingkungan harus diwujudkan.
"Terkait dengan persoalan banjir, hal ini harus menjadi fokus dan perhatian kita semua, mengingat visi pembangunan kita adalah agribisnis. Maka kami mohon dukungan seluruh komponen masyarakat untuk bahu membahu menyelamatkan lingkungan kita untuk generasi kita ke depan. Sehingga persoalan banjir seperti ini tidak terulang kembali baik di kecamatan Hu'u maupun di tempat-tempat lain yang ada di kabupaten Dompu tercinta," ucapnya.
Lebih lanjut Bupati AKJ mengajak seliruh komponen masyarajat Dompu untuk mengelola hutan secara bijak dengan memperhatikan keseimbangan, keselarasan, dan prinsip kelestariannya. Tidak hanya sekadar mendapatkan keuntungan jangka pendek tetapi dengan cara merusak aset masa depan.
"Kelestarian hutan dan gunung-gunung adalah berkah Allah SWT yang sering diabaikan. Oleh karenanya mari kita kelola potensi alam kita yang kaya dan indah ini sebagai aset terbaik, agar bisa terus diwariskan kepada anak cucu kita di masa depan," ajaknya.
Isi pidato Bupati AKJ yang menekankan pelestarian hutan sebagai aset berharga tak ternilai ini mendapatkan respon positif dari Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Dompu, Ir. Muttakun. Muttakun menyebutkan suara merdu dan indah dari pidato Bupati Dompu ini akan menjadi catatan strategis untuk kita jadikan awal kepemimpinan yang baik dari AKJ-SYAH menuju pembangunan yang berkelanjutan (SDG's) yang lahir dari kesepakatan Paris.
"Awal yg sangat baik bagi pemerintahan AKJ SYAH dalam mewujudkan hutan lestari masyarakat sejahtera. Dan ini juga menjadi kilas balik atas carut marut persoalan hutan yang tidak mendapat attensi selama ini," cetusnya. Dikemukakan Muttakun bahwa persoalan banjir serta hutan dan tata kelolanya telah mendapat tempat terhormat di forum rapat paripurna DPRD dan itu disuarakan langsung oleh Bupati Dompu Kader Jaelani.
"Satu langkah cerdas dan terbaik sudah mulai disuarakan dan ditunjukan oleh Bupati Dompu Kader Jaelani dan tentu saja harus mampu diterjemahkan oleh seluruh Pimpinan SKPD di 33 OPD ke dalam renstra masing-masing. Dan kami (DPRD Kabupaten Dompu,red) akan mengawal tuntas melalui fungsi pengawasan dewan agar suara emas yang didendangkan pertama kali oleh Bupati Dompu yang terdengar indah di forum rapat DPRD ini tidak menjadi fals di luar gedung DPRD selama kepemimpinannya yang hanya berumur 4 Tahun (2021 - 2024)," ujarnya. Dikatakannya isi pidato yang disusun dalam kata dan kalimat dengan bentuk paragraf yang demikian indah dan disampaikan pada forum terhormat dalam Rapat Paripurna DPRD ini maka sudah saatnya seluruh elemen pemerintah dan masyarakat yang ada di kabupaten Dompu tanpa kecuali termasuk seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Dompu yang berkomitmen untuk bersinergi dengan eksekutif agar mampu menterjemahkan pidato pertama Bupati Dompu Kader Jaelani menjadi kebijakan politik anggaran dan kebijakan regulasi melalui fungsi legislasi dan budgeting yg berpihak pada 2 paragraf (paragraf 15 dan 16) yang telah disuarakan dengan merdu dan indahnya oleh Bupati Dompu yang baru dilantik di forum terhormat.
"Ucapan terima kasih disertai dengan rasa hormat yang tinggi kami berikan kepada Bupati dan Wabup Dompu AKJ SYAH yang betul-betul memahami psikologi sebagian besar masyarakat Dompu sehingga telah mampu menghadirkan sebuah narasi awal yang baik dalam pidato pertamanya pada awal kepemimpinannya di hari kerja pertama yaitu memberi attensi atas persoalan banjir serta hutan dan pengelolaannya sekaligus mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bahu membahu menyelamatkan lingkungan kita untuk generasi saat ini dan generasi di masa mendatang," pungkasnya. (AMIN/adv).
×
Berita Terbaru Update