Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Air Bah Meluap, Jalan Raya di Sekitar Pasar Soriutu Laksana Sungai

Senin, 04 Januari 2021 | 8:46 AM WIB Last Updated 2021-01-04T00:46:26Z


Dompu, koranlensapost.com - Air bah meluap di Desa Soriutu Kecanatan Manggelewa Kabupaten Dompu pada Ahad sore (3/1/2021). Akibatnya pemukiman warga menjadi sasaran terjangan air berwarna coklat kehitaman yang mengalir dengan deras itu. Demikian pula ruas jalan raya mulai dari Toko Montana hingga Kantor Koramil Manggelewa dilanda serangan air bah yang cukup deras dengan ketinggian sekitar 15 centimeter. Akibatnya kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas terpaksa harus berjalan pelan-pelan di atas air banjir.

Salah seorang warga, Roby Jayadi mengungkapkan di awal tahun 2021 ini sudah dua kali terjadi banjir yang meluap ke perkampungan hingga ke jalan raya.
"Pertama terjadi pada tanggal 1 Januari dan kedua hari ini (3/1/2021) pada jam yang sama sekitar jam 3 (15.00 Wita). Yang kedua ini lebih besar daripada yang kemarin," ungkapnya.

Pria 47 ini mengaku baru sekarang ini   ini terjadi luapan air bah hingga ke jalan raya.
"Selama saya tinggal di sini baru sekarang ini terjadi banjir sampai ke jalan raya sehingga jalan raya sudah seperti sungai," ujar pria asal Taliwang yang sedari kanak-kanak telah berstatus sebagai warga Desa Soriutu Kecamatan Manggelewa itu.


Jayadi menyimpulkan terjadinya luapan banjir di wilayah tersebut selain karena intensitas curah hujan yang cukup tinggi dan dalam waktu yang cukup lama hingga dua jam, juga karena terjadinya penyumbatan saluran drainase yang disebabkan oleh sampah-sampah yang dibuang sembarangan dan tidak tertangani dengan baik.

"Luapan banjir terjadi karena saluran drainase tersumbat oleh sampah-sampah," tuturnya.

Di samping itu, lanjutnya juga diakibatkan oleh kerusakan hutan.
"Gunung kita sudah pada gundul akibat ulah masyarakat yang menanam jagung sehingga tidak ada lagi akar-akar pohon yang menyimpan air hujan," ucapnya.


Terkait hal itu ia mengusulkan kepada pemerintah desa setempat, pemerintah kecamatan hingga kabupaten bersama-sama masyarakat agar melakukan langkah-langkah penanganan agar tidak lagi terjadi luapan banjir serupa. Pembersihan saluran drainase harus segera dilakukan. Pemerintah juga harus tegas melarang warga agar tidak terus merusak hutan. (AMIN).
×
Berita Terbaru Update