Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Siapakah Para Tokoh di Balik Prestasi Tim Fatahillah Dompu ?

Sabtu, 15 Februari 2020 | 12:18 PM WIB Last Updated 2020-02-15T04:19:00Z
Tim Fatahillah Dompu NTB

Malang, Lensa Pos NTB - Target dari managemen Fatahillah untuk melaju sampai babak 16 besar sudah tercapai dan sejarah bola NTB telah tercipta melalui Kesebelasan Fatahillah Dompu Dompu yang telah lolos menuju babak 16 besar di seri nasional Piala Soeratin U-17 tahun 2020 ini.

Kepala SSB Fatahillah Dompu, Muhammad Syahroni mengungkapkan ketika banyak tim dari provinsi  lain berangkat ke Malang Jatim dengan Formasi 'Gemuk', Tim FATAHILLAH DOMPU berangkat dengan standar minimalis. Yaitu 18 pemain dengan 6 official, include di dalamnya para pelatih dan medis. 

Kenapa tim benar-benar minimalis, tentu banyak pertimbangannya. Tapi pertimbangan utamanya adalah adanya keterbatasan anggaran.

Namun demikian ternyata dari keterbatasan itu memunculkan sebuah semangat dan motivasi yang tinggi dan kekompakan yang luar biasa dalam tim.

Dikatakannya untuk mewujudkan tim yang solid serta bersemangat tinggi di balik keterbatasan-keterbatasan bukanlah perkara mudah. Apalagi ini adalah sebuah event nasional. Tim Fatahillah mampu lolos ke babak 16 besar di Seri Nasional Piala Soeratin U-17 ini melalui perjuangan ekstra gigih dan pantang menyerah. Tentunya ada tokoh-tokoh hebat yang telah menempa semangat juang para atlet Fatahillah ini sehingga memiliki mental untuk terus meraih prestasi dan diimbangi stamina fisik yang prima. Tokoh-tokoh tersebut telah memberikan motivasi dan spirit kepada para pemain untuk tetap solid membangun kebersamaan dan kekompakan.

Siapakah mereka ?
Dae Roni menyebut satu-persatu tokoh dimaksud.

Pertama adalah pelatih kepala Andi.

"Figur ini adalah figur sentral dalam tim. Di samping kemampuan melatihnya yang mumpuni, yang paling penting figur ini benar-benar menanamkan karakter positif pada para pemain, baik itu terkait disiplin maupun kesholehan beribadah. Sehingga hal ini menimbulkan kedekatan dan kecintaan yang luar biasa para pemain terhadap sang coach," ungkap Roni.



Selanjutnya Dodi Herdiana. Tokoh ini dinilainya cukup lihai mengoperasionalkan sebuah organisasi. 
"Kendati dengan keterbatasan yang dimiliki Fatahillah, namun urusan-urusan non teknis dari A Sampai Z beliau kendalikan dengan sangat handal," ujarnya.

Kemudian ia menyebut nama asisten pelatih Anwar. Anwar adalah asisten pelatih yang tidak banyak bicara namun sangat berdedikasi. Kadang karena keinginan yang kuat dalam membesarkan tim, figur ini dengan penuh kesederhanaan mengerjakan sesuatu yang kadang bukan tupoksi asisten pelatih.

Yang tidak kalah pentingnya bagian medis Syarifuddin. Figur ini bergabung bersama Fatahillah saat-saat akhir ketika tim akan berangkat. Figur ini luar biasa, kendati irit dlm berbicara, namun kehadiran figur ini sangat berkontribusi nyata bagi Fatahillah. Dengan kompetensi dan kinerja yang dimilikinya, praktis terkait kebugaran tim Fatahillah relatif terjaga.

Kemudian figur selanjutnya adalah Offisial Alfaraby. Ketika dominan offisial Fatahillah adalah orang-orang yang berpembawaan kalem, maka figur ini menjadi penyeimbang. Dengan konsep "disa asa" nya (bicara apa adanya), masalah-masalah yang dihadapi oleh Tim Fatahillah diselesaikan dengan simpel olehnya tanpa banyak variasi.

Begitu pula dengan Asisten Pelatih, Rahmat Jayadin asisten pelatih dlm tim. Dia adalah figur paling muda di jajaran pelatih, sehingga komunikasinya dengan para pemain sangat nyambung. Tidak hanya hal teknis tapi juga hal-hal yang bersifat non teknis sehingga sangat bermanfaat dalam menghidupkan suasana tim.

Demikian juga Yuyun Muliadin. Di balik kesibukannya tetap memberikan suport dari belakang.

"Terima kasih buat semua
dan pinjam istilah pak Ketua KONI Putra Taufan mari terus melukis sejarah," pungkasnya. (AMIN).


×
Berita Terbaru Update