Ini Pesan-Pesan Pahlawan yang Perlu Direnungkan

Kategori Berita

.

Ini Pesan-Pesan Pahlawan yang Perlu Direnungkan

Koran lensa pos
Minggu, 10 November 2019
M. Fitrah Adinasta dan Annisa Larasati saat membacakan Pesan-Pesan Pahlawan Nasional

Dompu, Lensa Pos NTB - Upacara Hari Pahlawan 10 November 2019 yang dilaksanakan di Lapangan Beringin Dompu pukul 07.30 Wita berlangsung dengan khidmat. Panas matahari yang menyengat tak mengurangi kesemangatan ratusan peserta upacara serta para tamu undangan dalam memperingati jasa-jasa dan perjuangan para pahlawan bangsa yang telah gugur demi bangsa dan negara itu.

Untuk mengingat kembali pesan-pesan para pejuang bangsa, maka pada upacara tersebut dibacakan pula pesan-pesan Pahlawan Nasional oleh M. Fitrah Adinasta dan Annisa Larasati. Keduanya adalah siswa dan siswi SMAN 1 Dompu Kelas XI IPA1.

Berikut Pesan-Pesan Pahlawan tersebut : 


Pesan Pahlawan Nasional Nyi Ageng Serang

"Untuk keamanan dan kesentuasaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya."

Pesan Pahlawan Nasional Jenderal Sudirman

"Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan . met of zonder pemerintah, TNI akan berjuang terus."

Pesan Pahlawan Nasional Prof DR. R. Soeharto

"Right of Wrong is my country, lebih-lebih kalau kita tahu, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya."

Pesan Nasional Prof. Moh. Yamin, SH.

"Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri."

Pesan Pahlawan Nasional  Supriyadi.

"Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi."

Pesan Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arif.

"Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama."

Pesan Pahlawan Nasional Abdul Muis.

"Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang."

Pesan Pahlawan Nasional Pangeran Sambernyowo KGPAA Mangkunegoro I.

Rumongso melu handarbeni (merasa ikut memiliki).
Wajib melu hangrungkebi (wajib ikut mempertahankan).
Mulat sariro hangroso wani (mawas diri dan berani bertanggung jawab).

Pesan Pahlawan Nasional Pattimura

"Pattimura-pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-pattimura muda akan bangkit."

Pesan Pahlawan Nasional Silas Papare

"Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjunganku."

Bung Tomo

"Jangan memperbanyak lawan, tetapi perbanyaklah kawan."
"Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah,  yang dapat membikin secarik kain putih, merah dan putih, maka selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapapun juga."

Gubernur Suryo

"Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur dari pada dijajah kembali."

Ir. Soekarno

"Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia."
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya."
"Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka."
"Perjuanganku lebih muda karena mengusir penjajah, tapi perjuangamu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."
"Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah."

Moh. Hatta

"Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita."
"Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekadar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi."

R.A Kartini

"Tahukah engaku semboyanku? Aku maul 2 patah kata yang ringkas itu sudah berapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata 'Aku tidak dapati' melenyapkan rasa berani. Kalimat 'Aku maul' membuat kita mudah mendaki puncak gunung."
Pesan Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara 
Ing ngarso sang tulodo, di depan memberi contoh, ing madyo mangun karso, di tengah membangun karya, Tut wuri handayani, di belakang memberi dorongan. (AMIN).