Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Presiden Jokowi Ucapkan : Selamat Jalan Mr. Crack Saat Melepas Kepergian BJ Habibie

Kamis, 12 September 2019 | 6:25 PM WIB Last Updated 2019-09-12T10:25:21Z

Presiden Jokowi saat pemakaman almarhum BJ Habibie
Jakarta, Lensa Pos NTB -  Presiden Joko Widodo memimpin langsung upacara pemakaman mendiang almarhum Prof. DR. Ing Baharuddin Jusuf Habibie di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta pada Kamis sore (12/9/2019).
Dikutip dari detiknews, dalam sambutannya Jokowi 
menyampaikan salam perpisahannya kepada BJ Habibie. Ia pun menyapa Presiden RI ke-3 itu dengan salah satu julukannya, Mr Crack.

"Pada acara yang khidmat ini, saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berterima kasih dan memberikan penghormatan yang tinggi atas dharma bakti almarhum yang tinggi kepada bangsa dan negara," ujar Jokowi saat sambutan dalam prosesi pemakaman BJ Habibie di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Jokowi juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan Habibie agar arwah almarhum diterima dan diberi tempat terbaik di sisi Allah. Presiden juga mendoakan agar Habibie husnul khatimah sesuai dengan amal ibadah dan perjuangannya kepada Indonesia dan dunia.

"Kepada keluarga almarhum yang ditinggalkan semoga Allah senantiasa memberikan ketabahan dan kesabaran serta menerima kepergian almarhum dengan ikhlas dan tawakal," ucap Jokowi.

"Dengan meminta rida Allah, marilah kita lepas kepergian Bapak BJ Habibie menghadap Allah dengan tenang, dengan diiringi doa semoga Allah menerima amal ibadah almarhum dan mengampuni segala khilaf dan salah beliau," lanjutnya.


Jokowi lalu mengucapkan selamat jalan kepada Habibie. Ia menyapa Habibie dengan julukan Mr Crack. Julukan tersebut didapat Bapak Teknologi Indonesia itu karena penemuannya di dunia penerbangan, yakni 
crack progression theory alias teori Habibie. 

Atas kontribusi besar darinya di dunia penerbangan, Habibie mendapat julukan Mr Crack. Teori tersebut dipakai untuk memprediksi crack propagation point, atau letak awal retakan pada pesawat, terutama sayap yang merupakan struktur penyangga. Dengan begitu bisa menahan tekanan, apalagi saat pesawat lepas landas (take off), mendarat (landing), dan mengalami turbulensi.
Untuk diketahui, Habibie menghasilkan temuan itu saat usianya masih 32 tahun. Ia berhasil membuat perhitungan sangat detil, sampai ke tingkat atom.

"Selamat jalan Mr Crack, selamat jalan sang pionir, kami akan selalu ingat pesanmu: Jangan terlalu banyak diskusi, jangan cengeng, tetapi terjunkan diri ke nilai tambah secara konsisten, pasti Indonesia akan terkemuka di Asia Tenggara dan di dunia," tutup Jokowi. (AMIN).

×
Berita Terbaru Update