Dompu, koranlensapos.com – Pemerintah Kabupaten Dompu terus memperkuat upaya membangun keluarga berkualitas dengan mendorong keterlibatan aktif para ayah dalam pengasuhan anak. Salah satu langkah yang ditempuh yakni mengimplementasikan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) dan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak (GEMAR).
Program tersebut menjadi bagian dari gerakan nasional yang digagas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) sebagai upaya mengatasi fenomena fatherless, yakni minimnya keterlibatan ayah dalam kehidupan dan pendidikan anak.
Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah dalam materi sosialisasi GAMAS, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk daerah yang masih menghadapi persoalan tersebut. Kondisi itu mendorong pemerintah memperkuat peran ayah, tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendamping utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak.
Komitmen tersebut diperkuat melalui Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/257/M.KT.02/2026 yang mengimbau seluruh instansi pemerintah memberikan kesempatan kepada ASN yang memiliki anak usia PAUD hingga SMA untuk mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah.
Menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat itu, Bupati Dompu Bambang Firdaus menerbitkan Surat Edaran Nomor 800/116/DPKB Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Ayah Teladan Indonesia melalui GAMAS dan GEMAR.
Melalui surat edaran tersebut, para ayah didorong meluangkan waktu mengantar anak ke sekolah, terutama pada hari pertama masuk sekolah, serta hadir saat pembagian rapor sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan anak. Momen tersebut diharapkan menjadi sarana memberikan motivasi, perhatian, kasih sayang, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak.
Surat edaran itu juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah, camat, lurah dan kepala desa, penyuluh KB, kader, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga satuan pendidikan untuk bersama-sama menyosialisasikan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan.
Kepala DPPKB Kabupaten Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, mengatakan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah bukan sekadar kegiatan seremonial pada hari pertama sekolah, tetapi menjadi momentum membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak.
Menurutnya, kehadiran ayah dalam aktivitas sederhana seperti mengantar anak ke sekolah mampu meningkatkan rasa percaya diri anak, menumbuhkan disiplin, membentuk karakter positif, serta memotivasi anak untuk belajar dan meraih cita-cita.
Gerakan tersebut mengusung slogan "Ayah Hebat, Anak Kuat, Masa Depan Cerah", sekaligus membawa semangat "Ayah Hadir, Anak Berani, Keluarga Berkualitas" sebagai pengingat bahwa kehadiran ayah memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak.
DPPKB Kabupaten Dompu mengajak seluruh ayah menjadikan Senin, 13 Juli 2026, sebagai momentum untuk mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah. Langkah sederhana itu diyakini menjadi investasi besar dalam membangun keluarga yang harmonis sekaligus melahirkan generasi Dompu yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Bagi Pemerintah Kabupaten Dompu, upaya mencegah fatherless tidak cukup dilakukan melalui kebijakan semata. Kehadiran ayah di tengah kehidupan anak setiap hari menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tangguh, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (emo).

Komentar