Dompu, koranlensapos.com - Di berbagai daerah di Indonesia, penderita penyakit campak meningkat. Tidak terkecuali di Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat. Kasus campak merebak di daerah yang terletak di tengah Pulau Sumbawa itu.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu, dr. Fitratul Ramadhan, Sp.P membenarkan hal itu. Disebutnya hingga akhir Maret 2026, RSUD Dompu telah
menangani lebih dari 250 pasien campak.
"Di Dompu lagi banyak penderita campak. Di RSUD Dompu sampai saat ini sudah merawat lebih dari 250 pasien," ungkapnya.
Setelah menjalani perawatan medis di RSUD Dompu, para pasien campak dapat kembali ke rumah masing-masing. Jika ada pasien diduga menderita campak lalu meninggal dunia, karena adanya penyakit penyerta lainnya.
"Yang tidak tertolong datang dengan infeksi saluran napas diperberat oleh campak," bebernya.
Dokter Fit juga memberikan klarifikasi terkait viralnya berita mengenai bayi berusia 1,5 tahun dari Desa Kadindi Kecamatan Pekat yang meninggal dunia di ruang IGD, Senin (30/3/2026) kemarin. Dikemukakannya, bayi berjenis kelamin perempuan itu mengalami gangguan pernapasan dan masih dicurigai menderita campak pula. Untuk kepastiannya masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Selanjutnya djelaskan Direktur bahwa penyakit yang disebabkan virus Morbillivirus ini sangat jarang diderita orang dewasa. Penyakit ini lebih banyak menyerang bayi dan anak-anak. Gejala yang dialami penderita campak antara lain demam, ruam warna merah di tubuh, mata merah, kadang disertai batuk, muntah dan mencret. Untuk itu, para orang tua supaya menjaga kesehatan bayi dan anak-anaknya agar tidak mudah terpapar virus berbahaya itu.
"Supaya cuci tangan terlebih dahulu dengan hand sanitizer atau air mengalir sebelum memegang bayi dan anak.
Bayi-bayi usahakan jangan kita cium saat kita batuk pilek, termasuk bayi orang lain," imbaunya.
Untuk menghindari kemungkinan terpapar virus campak, dokter spesialis paru ini juga mengingatkan agar tidak membawa bayi dan anak-anak ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Diusahakan bayi dan anak-anak untuk diberi minum susu atau air putih yang cukup.
"Bila anak demam disertai bintik-bintik merah ditambah batuk pilek, jangan pergi sekolah karena risiko menularkan ke temannya. Dan yang terpenting jangan lupa ibadah dan berdoa, semoga kita dijauhkan dari komplikasi penyakit ini," pintanya.
Diterangkan pula, imunisasi boster campak menjadi faktor terpenting agar bayi dan anak-anak memiliki imunitas (kekebalan) terhadap serangan virus ini. (emo).

Komentar