Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Corona NTB Capai 2.022 Kasus, Kota Bima Tambah 25 Lagi

Kamis, 30 Juli 2020 | 4:33 AM WIB Last Updated 2020-07-29T20:33:24Z

Mataram, Lensa Pos NTB - Kasus positif Covid -19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat terus meningkat. Tingkat kesembuhan juga terus bertambah. 
Berdasarkan Press Release Sekretaris Daerah Provinsi NTB pada Rabu, 29 Juli 2020 pukul 17.00 WITA terkait upaya penanggulangan bencana non alam covid-19 di Provinsi NTB, hasil test swab didapat tambahan 36 orang pasien positif yang berasal dari Mataram (9 orang), Lombok Barat (1 orang), Lombok Timur (1 orang) dan Kota Bima (25 orang). 

Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 12 orang setelah melalui tahap uji swab 2 kali negatif, yakni dari Mataram 6 orang dan Lombok Barat 6 orang. 

"Dengan adanya 36 pasien positif baru dan 12 pasien sembuh, maka hingga saat ini di Nusa Tenggara Barat telah terkonfirmasi total  2.022 pasien positif dengan 1.266 pasien sembuh, 110 meninggal, dan 646 lainnya dalam kondisi baik di bawah perawatan medis," ungkap sumber dari BPBD Provinsi NTB menjelaskan terkait press release tersebut.

Dalam press release itu, Sekda NTB Lalu Gita Ariadi menyebutkan 36
kasus baru positif tersebut, yaitu :
1. Pasien nomor 1987, an. An. NPKAP, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan 
pasien Covid-19 nomor 1780. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
2. Pasien nomor 1988, an. Ny. GAAPL, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan 
Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan 
pasien Covid-19 nomor 1780. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
3. Pasien nomor 1989, an. Tn. IMK, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung
Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien 
Covid-19 nomor 1780. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
4. Pasien nomor 1990, an. Ny. NMGG, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan 
Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan 
pasien Covid-19 nomor 1780. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
5. Pasien nomor 1991, an. Ny. H, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, 
Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum 
teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
6. Pasien nomor 1992, an. Tn. LAWW, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Majidi, 
Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-
19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
7. Pasien nomor 1993, an. Tn. MDZ, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, 
Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum 
teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
8. Pasien nomor 1994, an. Tn. KYS, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Dayan 
Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 
belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
9. Pasien nomor 1995, an. Tn. ASU, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Mataram 
Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 
belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram;
10. Pasien nomor 1996, an. Ny. NWS, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan 
Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang 
sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
11. Pasien nomor 1997, an. Ny. AK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, 
Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-
19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga;
12. Pasien nomor 1998, an. Ny. RA, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, 
Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani 
isolasi terpusat di Kota Bima;
13. Pasien nomor 1999, an. Tn. A, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, 
Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani 
isolasi terpusat di Kota Bima;
14. Pasien nomor 2000, an. Ny. EYN, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan 
Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan 
ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini 
menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
15. Pasien nomor 2001, an. An. MAGO, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan 
Rabangodu Utara , Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan 
ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1830. Saat 
ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
16. Pasien nomor 2002, an. Ny. STJ, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, 
Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani 
isolasi terpusat di Kota Bima;
17. Pasien nomor 2003, an. Ny. RH, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Nae, 
Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1833. Saat ini 
menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
18. Pasien nomor 2004, an. Ny. DY, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, 
Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit 
Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi 
terpusat di Kota Bima;
19. Pasien nomor 2005, an. Ny. N, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu 
Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani 
isolasi terpusat di Kota Bima;
20. Pasien nomor 2006, an. Ny. MA, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan 
Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan 
ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini 
menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
21. Pasien nomor 2007, an. Ny. M, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan 
Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan 
ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini 
menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
22. Pasien nomor 2008, an. Ny. NR, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, 
Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani 
isolasi terpusat di Kota Bima;
23. Pasien nomor 2009, an. Ny. MS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Penanae, 
Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit 
Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi 
terpusat di Kota Bima;
24. Pasien nomor 2010, an. Ny. HW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, 
Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani 
isolasi terpusat di Kota Bima;
25. Pasien nomor 2011, an. Tn. SA, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Dara, 
Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani 
isolasi terpusat di Kota Bima;
26. Pasien nomor 2012, an. Ny. N, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, 
Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani 
isolasi terpusat di Kota Bima;
27. Pasien nomor 2013, an. Ny. RS, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, 
Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani 
isolasi terpusat di Kota Bima;
28. Pasien nomor 2014, an. Ny. LF, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Ule, 
Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani 
isolasi terpusat di Kota Bima;
29. Pasien nomor 2015, an. Ny. NI, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, 
Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1782. Saat ini 
menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
30. Pasien nomor 2016, an. Tn. A, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, 
Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1832. Saat ini 
menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
31. Pasien nomor 2017, an. Tn. TAL, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, 
Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani 
isolasi terpusat di Kota Bima;
32. Pasien nomor 2018, an. Tn. MT, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, 
Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1832. Saat ini 
menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
33. Pasien nomor 2019, an. Ny. NL, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, 
Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. 
Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
34. Pasien nomor 2020, an. Tn. S, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru, 
Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. 
Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
35. Pasien nomor 2021, an. An. R, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, 
Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1832. Saat ini 
menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
36. Pasien nomor 2022, an. Tn. AM, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu 
Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani 
isolasi terpusat di Kota Bima.

Adapun 12 pasien yang telah sembuh, yaitu :
1. Pasien nomor 1372, an. Ny. LH, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Dasan 
Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
2. Pasien nomor 1454, an. Ny. VC, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan 
Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
3. Pasien nomor 1499, an. Tn. DT, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, 
Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
4. Pasien nomor 1545, an. An. IGAFA, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Monjok 
Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
5. Pasien nomor 1600, an. Ny. FZ, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, 
Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
6. Pasien nomor 1690, an. Ny. NMCR, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, 
Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
7. Pasien nomor 1713, an. Tn. S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan 
Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
8. Pasien nomor 1715, an. Tn. M, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan 
Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
9. Pasien nomor 1716, an. Ny. BA, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Labuapi, 
Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
10. Pasien nomor 1742, an. Nn. FL, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Kekeri, 
Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
11. Pasien nomor 1746, an. Tn. N, laki-laki, usia 82 tahun, penduduk Desa Babusalam, 
Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
12. Pasien nomor 1900, an. Ny. LP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Kuripan, 
Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

Selanjutnya untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap 
melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang 
terkonfirmasi positif. 
"Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan 
identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan 
pengendalian penyebaran virus Covid-19," harap Gita.

Disebutnya hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 2.547 orang dengan perincian 435 orang (17%) PDP masih dalam pengawasan, 2.112 orang (83%) PDP selesai pengawasan/sembuh. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 7.246 orang, 
terdiri dari 320 orang (4%) masih dalam pemantauan dan 6.926 orang (96%) selesai pemantauan. 
Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 
namun tanpa gejala sebanyak 16.462 orang, terdiri dari 1.926 orang (12%) masih dalam 
pemantauan dan 14.536 orang (88%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 
sebanyak 70.135 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.336 orang (2%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 68.799 orang (98%).

Dijelaskan Gita hingga saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik. Oleh karena itu, untuk bisa tetap produktif dan beraktivitas di tengah pandemi ini, membutuhkan satu syarat yang harus dipenuhi oleh seluruh masyarakat secara kolektif. Yakni tetap memakai masker pada saat beraktivitas di luar rumah, 
menjaga jarak (physical distancing) atau tidak berkerumun, mencuci tangan dengan sabun pada 
air mengalir serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Protokol kesehatan dan pencegahan 
ini harus terus kita terapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan, agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar kita tekan dan hentikan.

"Kepada seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB juga 
kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya, mari kita 
terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, 
sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19.

Di akhir rilisnya, selalu diingatkan kepada seluruh masyarakat untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan 
mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik 
pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi 
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119. (AMIN).

×
Berita Terbaru Update