Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Closing RIF II, Bupati Dompu Berterima Kasih Kepada Pemerintah Kanada, Bappenas, dan Kementerian Terkait

Kamis, 23 Juli 2020 | 1:42 PM WIB Last Updated 2020-07-23T11:31:26Z

Dompu, Lensa Pos NTB - Kemitraan Pemerintah Kanada melalui National Support for Local Investment Climates (NSLIC)/ National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSELRED) dalam program Dana Inovasi Responsif (Responsive Innovation Fund/RIF) Tahap II untuk 6 (enam) kabupaten yang termasuk dalam Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) berakhir.

Penutupan (closing) program RIF Tahap II tersebut dilaksanakan secara virtual antara NSLIC/NSELRED, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Pemerintah 6 kabupaten yang mendapatkan dukungan dari RIF pada hari Kamis (23/7/2020) mulai pukul 09.00 Wita.
Enam kabupaten dimaksud adalah Manokwari (Papua Barat), Sidenreng Rappang (Sulawesi Selatan), Dompu (NTB), Kayong Utara (Kalimantan Barat), Mempawah (Kalimantan Barat), dan Pesisir Selatan (Sumatera Barat).

Acara Wrap-Up (penutupan) secara virtual tersebut untuk di Kabupaten Dompu dilaksanakan di Aula Pendopo Bupati Dompu dengan mematuhi standar protokol kesehatan Covid -19. Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin, Person In Charge (PIC) RIF Dompu Miftahul Suadah, ST, sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Kepala Dinas PUPR Ir. Abdul Muis, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Ilham, SP, Sekretaris Bappeda dan Litbang Muhammad Syahroni, SP, MM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Khaeruddin, SH, Kepala Dinas Peternakan Ir. H. Zainal Arifin, Kepala Dinas Kominfo Ir. Fakhruddin, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Drs. Syahruddin, MM, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maujud, S. Sos, Kabid Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi dan UKM Ir. Hj. Serim, M. Si, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Drs. Arif Munandar, Kabid Tanaman Pangan Armansyah, S. Pt, Kabag Prokopim Setda Dompu Muhammad Iksan, S. ST, MM, Kabag Kerja Sama Antar Daerah Ardiansyah, SE, Camat Manggelewa Drs. Ismail, Camat Kilo H. Iswan, S. Sos, para Kepala Desa di Kawasan Agropolitan Jago Kala Manggelewa - Kilo, Pengurus Bumdes/Bumdesma serta para pelaku UMKM dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Manggelewa dan Kilo serta Agus Setiawan dari We Save Dompu.
Acara pertemuan Wrap-Up (penutupan) RIF Tahap II secara virtual ini dipandu oleh Natalie dari NSLIC/NSELRED di Jakarta.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin mendapatkan kesempatan pertama untuk memaparkan pelaksanaan program KPPN di Kawasan Agropolitan Jago Kala Manggelewa dan Kilo Kabupaten Dompu selama digandeng oleh RIF II.
Bupati Dompu menyampaikan ada beberapa capaian yang diperoleh Kabupaten Dompu sebagai Kawasan KPPN dengan adanya dukungan dari RIF Tahap II. Di antaranya telah dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) penyertaan modal dari 18 Kepala Desa di Kecamatan Manggelewa dan Kilo untuk pengembangan Bumdesma "Karawi Sama". Telah diterbitkan pula Surat Izin Usaha Produksi (SIUP) dan Sertifikasi Halal untuk produk Jagung Analog, Jus Jagung, Tepung Jagung, dan Bronis Jagung, Labeling dan Packaging kemasan produk sesuai standard, dan perluasan pangsa pasar melalui pemanfaatan media promosi dan pemasaran secara online.

"Terima kasih kami sampaikan kepada Pemerintah Kanada yang telah mendukung program pemberdayaan bagi masyarakat di Kabupaten Dompu khususnya di Kecamatan Manggelewa dan Kilo sebagai Kawasan Agropolitan Jago Kala Dompu," ungkap Bupati.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Bupati HBY kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Bappenas dan Kementerian Desa PDTT, Kementerian PUPR serta beberapa kementerian terkait atas dukungan yang diberikan bagi pengembangan KPPN di Kabupaten Dompu. Bupati menyebut dukungan Kementerian/Lembaga pada KPPN Dompu tahun 2018-2019 berupa pembangunan rumah pajang, pembangunan embung geomembran, pembangunan sarana air bersih, pembangunan terminal agribisnis, pembangunan Gedung Pasca Panen dan mesin pengolah jagung. Total anggaran dukungan Kementerian/Lembaga pada KPPN Dompu tahun 2018-2019 sebesar Rp. 7.179.143.242,-.

Sementara itu, Person In Charge (PIC) RIF Dompu Miftahul Suadah kepada awak media menjelaskan bahwa selama setahun di Kabupaten Dompu,  RIF II telah mengadakan sejumlah kegiatan pelatihan Capacity Building (Pengembangan Kapasitas) bagi Kelompok Wanita Tani (KWT), dan para pelaku UMKM bahkan kelompok tani ternak di kawasan KPPN Manggelewa-Kilo. 
Antara lain Pelatihan Gender dan Pembangunan Berkelanjutan di Desa Lasi Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu, Pelatihan Pengelolaan Usaha dan Penguatan Kapasitas Manajemen Organisasi Bumdesma, Pelatihan Pengolahan Produk Jagung dan Turunan Jagung, Pelatihan Packaging, Pelatihan Setifikasi dan Keamanan Pangan, Pelatihan Budidaya Jamur Tiram dengan Media Bonggol Jagung, dan Pelatihan Pembuatan Konsentrat, Molase dan Silase.

Berkat dukungan RIF, Kabupaten Dompu yang mulanya di tahun 2017 berada pada urutan ke 42 dari 62 KPPN dengan status KPPN Mandiri menjadi urutan ke 4 menuju status berdaya saing.
Srikandi yang juga merupakan Kabid Perencanaan Fisik dan Prasarana Wilayah Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu ini menjelaskan meskipun dukungan RIF II telah berakhir di Kabupaten Dompu, namun program KPPN di Kabupaten Dompu tetap berkelanjutan.
"Meskipun Dompu sudah tidak lagi termasuk daerah tertinggal tetapi dengan status KPPN ini maka akan bisa mendapatkan dana DAK Afirmasi dari Pemerintah Pusat karena KPPN ini merupakan program Presiden Joko Widodo sampai tahun 2024 yang didukung oleh 14 kementerian," pungkasnya. (AMIN).







×
Berita Terbaru Update