Ketua STKIP dan STIE YAPIS Beserta Para Dosen Pembimbing Silaturahmi ke Kodim 1614/Dompu

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Ketua STKIP dan STIE YAPIS Beserta Para Dosen Pembimbing Silaturahmi ke Kodim 1614/Dompu

Koran lensa pos
Sabtu, 14 Januari 2023

 

Silaturahmi dan Dialog STKIP  dan STIE YAPIS DOMPU dengan Dandim 1614/Dompu


Dompu, koranlensapos.com - Bertempat di Aula Makodim 1614/Dompu Jalan Pinus nomor 7 Kelurahan Dorotangga Kecamatan Dompu, Kamis (12/1/2023) pukul 09.35 Wita berlangsung kegiatan Silaturahmi dan Dialog STKIP YAPIS DOMPU dan STIE YAPIS DOMPU dengan Stakeholder di Kabupaten Dompu.

Kegiatan itu dimaksudkan untuk Mendukung Kestabilan Keamanan, Menjaga Kedaulatan Negara dan Akselarasi Kebijakan Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM)
untuk Mewujudkan SDM yang Unggul Menuju Indonesia Maju Sesuai Visi Pemerintah.

Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) adalah program yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan mendorong mahasiswa untu menguasai berbagai keilmuan untuk bekal memasuki dunia kerja.

Hadir pada acara tersebut, Dandim 1614/Dompu, Letkol Kav. Taufik S.Sos.,
b. Pasi Intel Dim 1614/Dompu Kapten Kav. M Kasim, Pasi Ops Dim 1614/Dompu Kapten Inf. Mahdin, Ketua STKIP YAPIS sekaligus Plt. Ketua STIE YAPIS, Dr. Dodo Kurniawan, SE., ME serta para Dosen Pembimbing STIE YAPIS Dompu.

Acara silaturahmi tersebut dihadiri oleh sekitar 50 orang peserta.

 Ketua STKIP YAPIS dan Plt. Ketua STIE YAPIS, Dr. Dodo Kurniawan, SE., ME menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar - besarnya kepada Bapak Dandim 1614/Dompu beserta jajarannya yang telah berupaya semaksimal mungkin dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Dijelaskan Dodo Kurniawan bahwa dalam Pasal 52 ayat (2) UU No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi  (Dikti), bahwa penjaminan mutu dilakukan melalui  lima langkah utama yang disingkat PPEPP, yaitu Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi (pelaksanaan), Pengendalian (pelaksanaan), dan Peningkatan Standar Dikti.

"Untuk itu kami mengajak semua komponen agar berkolaborasi dan mengambil bagian dalam memajukan kampus dan tidak lagi hanya mengandalkan unsur pimpinan seperti di masa lalu, sebab semakin banyak yang terlibat maka akan lebih mudah mencapai tujuan," ujarnya.

Selanjutnya Doktor muda tersebut berharap bapak Dandim 1614/Dompu dapat memberikan wawasan kebangsaan yang dapat dijadikan bekal di dalam menghadapi situasi dan kondisi yang saat ini terjadi di Indonesia khususnya di Wilayah Kabupaten Dompu.

"Semoga dengan kegiatan ini, bisa memberikan dampak positif bagi kami dan bisa diterapkan dengan baik," harapnya.

 Dandim 1614/Dompu, Letkol Kav. Taufik S.Sos menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya sehingga masih bisa berkumpul di tempat yang sederhana ini.

"Walaupun kita berbeda - beda dari berbagai daerah tapi kita tetap satu di bawah naungan Pancasila dan UUD tahun 1945," ujarnya.

Dijelaskan Dandim, bahwa dalam perjuangan menuju Indonesia Raya, peran mahasiswa dalam dunia akademisi sangat strategis. Selain itu, pertumbuhan penduduk setiap tahun meningkat dan persaingan antara Negara pun akan terjadi.

Terkait hal tersebut, lanjut Dandin dalam tahun 2023 ini Kodam IX/Udayana akan menerima Calon Anggota Komponen Cadangan ( KOMCAD ) yang berjumlah 500 orang.

"Untuk itu diharapkan kepada seluruh pemuda - pemuda di Kabupaten Dompu yang berminat maka bisa segera mendaftarkan diri," harapnya.


Dandim menyampaikan harapan melalui kegiatan semacam ini bisa memberikan dampak positif, agar perbuatan yang negatif seperti narkoba, pergaulan bebas, perkelahian antar mahasiswa dan masyarakat maupun lainnya bisa dihindari atau diminimalisir.


Diterangkan Dandim, perang yang  dihadapi saat ini dan ke depan dikenal dengan istilah Proxy war. Proxy war adalah suatu negara ingin menghancurkan negara lain dengan cara merusak generasi mudanya melalui narkoba, lewat agama, pergaulan bebas dan lainnya, sehingga   negara luar akan masuk dan menguasai negara ini. 




"Dalam perang itu, kita tidak tahu lagi mana kawan dan mana lawan. Maka dari itu adik - adik mahasiswa harus tahu dan bisa mempersiapkan keahlian serta kemampuan masing - masing dalam menghadapi permasalahan tersebut," kata Dandim


Menurut Dandim, salah satu cara mengatasinya adalah peran pemuda sebagai motor penggerak pemersatu bangsa dan kemajuan bangsa. 

"Maka itu, para pemuda atau mahasiswa harus mempersiapkan diri terutama sebagai agen perubahan," tandasnya.


Dikemukakan Dandim, Negara kita adalah negara hukum, semua warga negara harus taat hukum karena hukum adalah panglima tertinggi. 

"Cara untuk menghindari semua bentuk pelanggaran yaitu harus sadar bahwa pelanggaran berawal dari adanya kesempatan oleh karen itu harus kita hindari pelanggaran hukum," ujarnya.

Selanjutnya Dandim berharap agar perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Dompu tetap meneguhkan komitmen menjadikan prestasi sebagai tradisi melalui pembentukan mahasiswa yang berakhlak mulia, kreatif, inovatif dan adaptif dalam menghadapi tantangan revolusi industri di masa kini.

Kegiatan tersebut berlangsung sampai pukul 11.15 Wita dengan tertib dan lancar. (emo).