Ketua Umum PW Wanita Islam NTB Melantik PD Kota Bima dan PD Kabupaten Bima Dirangkaikan Milad ke 60

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Ketua Umum PW Wanita Islam NTB Melantik PD Kota Bima dan PD Kabupaten Bima Dirangkaikan Milad ke 60

Koran lensa pos
Rabu, 14 September 2022

 

Kota Bima, Lensa Pos NTB - Ketua Umum Wanita Islam NTB, Hj. Uum Umaya secara resmi melantik Pengurus Wanita Islam Kota dan Kabupaten Bima periode 2022 - 2026. 


Kegiatan yang dihelat di Paruga Nae Convention Hall Kota Bima, Selasa (13/9/2022), dihadiri pula Sekretaris Umum Wanita Islam NTB, Nurmeni, SE, Ketua bidang Pendidikan, Asmah dan seluruh pengurus Wanita Islam Kota dan Kabupaten Bima. 


Sebelum pelantikan, Sekretaris Umum Wanita Islam NTB, Nurmeni, SE membacakan SK kepengurusan baru periode 2022 - 2026. Pantauan Media ini Pelaksanaan pelantikan berjalan dengan lancar dan khidmat. 


Ketua Umum Wanita Islam NTB, Hj. Uum Umayah dalam sambutannya mengapresiasi semangat para Ibu-ibu yang tergabung dalam Wanita Islam. Ia mengajak kepada semua Pengurus dan Anggota yang telah dilantik  untuk berperan aktif dalam mendukung program Pemerintah Daerah,  dan melaksanakan Program Nasional Wanita Islam Yaitu Bunda Wakaf, bunda Wakaf ini adalah sebuah program wakaf Uang yg bertujuan untuk Penguatan Ekonomi di organisasi Wanita Islam, diharapkan dengan Program Bunda Wakaf ini, Wanita islam di seluruh Indonesia, dan Indonesia bangkit bersama Bunda Wakaf,

Bunda Wakaf Wanita Islam telah meraih Rekor Muri di puncak milad yang ke 59 pada tgl 25 April 2021. Pemecahan rekor Muri tersebut dalam kategori “Wakaf Uang Online Serentak dengan Qris Pertama di Indonesia”


Menurut Hj. Uum Umayah Wanita Islam sebagai salah satu organisasi wanita di Indonesia yang sudah cukup lama berkiprah, dari pengurus pusat sampai cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Eeksistensi organisasi diharapkan terus berkelanjutan dengan program yang nyata di tengah masyarakat.


Beliau sebagai Pimpinan Wilayah Wanita Islam NTBj meminta agar Wanita Islam berperan penting dalam mendorong persatuan bangsa dengan meminimalisir terjadinya polarisasi, friksi, konflik dan perpecahan. “Tidak bisa kita mewujudkan persatuan bangsa jika itu cuma jadi wacana diawang-awang tanpa adanya tindakan konkrit. Untuk itu Wanita Islam harus menjadi kekuatan pendorong persatuan dan kesatuan bangsa,” ucapnya. (SUKUR)