Saat Penutupan Lomba Debat Bahasa Inggris, Ketua KNPI Dompu Menangis, Ada Apa ?

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Saat Penutupan Lomba Debat Bahasa Inggris, Ketua KNPI Dompu Menangis, Ada Apa ?

Koran lensa pos
Senin, 22 Agustus 2022

 

Ketua KNPI Kab. Dompu, Syarifuddin, S. Pd.I saat menyampaikan sambutan dalam acara penutupan Lomba Debat Bahasa Inggris di SMAN 2 Dompu


Dompu, koranlensapos.com - Acara penutupan Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Provinsi NTB yang dirangkaikan dengan pengumuman juara dan penyerahan hadiah yang berlangsung di salah satu ruangan belakang SMAN 2 Dompu, Minggu malam diwarnai tepuk tangan sebagai pertanda kegembiraan. 
Apalagi saat pengumuman 10 The Best Speaker dan tim juara lomba yang dilaksanakan oleh Koordinator Tim Juri, Furkanul Hakim, M. Pd. Para hadirin bersorak kegiarangan. Bahagia, penuh kegembiraan. Suka cita mewarnai proses pengumuman juara dari awal hingga usai.

Namun ada peristiwa dramatis yang terjadi menjelang pengumuman juara itu. Saat Ketua KNPI Kabupaten Dompu, Syarifuddin, S. Pd.I berdiri di podium memberikan sambutan dalam acara penutupan itu. 

"Saya melihat wajah - wajah lelah dewan juri, wajah - wajah lelah panitia. Dan saya juga melihat wajah - wajah lelah anak - anak saya," ucapnya.

Sesaat kemudian, Ketua KNPI Kabupaten Dompu ini tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Ia menangis sesenggukan di atas podium itu disaksikan oleh para juri, panitia, para siswa - siswi peserta lomba serta para orang tua mereka.

Setelah mampu menguasai diri, Ketua KNPI kemudian melanjutkan pembicaraannya. 

"Saya terharu dengan anak - anak yang berwajah polos ini. Dengan antusiasme yang tinggi mereka semangat berlatih. Ini luar biasa," ujarnya sambil menyeka air mata yang meleleh di pipinya dan tidak berselang lama kemudian menyampaikan salam penutup.

"Saya terharu melihat proses perjuangan anak - anak peserta debat. 15 menit mereka berpikir dan menulis menuangkan isi pikirannya, kemudian menterjemahkan, dan mengucapkannya dengan sangat fasih dalam waktu sekitar 1 jam. Mereka lelah, mereka capek, mereka hebat, mereka luar biasa, kemudian kami hanya menyiapkan hadiah dalam jumlah yang sedikit mungkin untuk sebagian orang tidak layak. Snack, makan, minum, dan fasilitas yang kami sediakan juga tidak memenuhi standar mereka," ungkap Syarif ketika dikonfirmasi media ini terkait penyebab ia menangis via pesan WhatsApp-nya.

Menurutnya anak - anak adalah aset bangsa yang harus dijaga dan dibina serta dibentuk agar menjadi pribadi - pribadi yang mandiri, tangguh, kreatif serta mampu menghadapi tantangan zaman.

"Kalau mereka tidak kita urus dengan baik, siapa yang akan mendoakan, menyelamatkan dan memuliakan kita kelak di kemudian hari," ujarnya.


Pada kesempatan sambutan tersebut, Ketua KNPI menyampaikan terima kasih kepada Pemda Dompu dan DPRD, serta Dinas Dikpora Kabupaten Dompu yang telah mendukung kegiatan. Ucapan terima kasih dan penghargaan secara khusus juga disampaikan kepada keluarga besar SMAN 2 Dompu selaku tuan rumah tempat pelaksanaan kegiatan dan juga pihak - pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh panitia dan tim juri yang tidak mengenal lelah berjuang demi kesuksesan penyelenggaraan kegiatan untuk masa depan anak - anak bangsa itu. (emo).