CV. Tri Utami Jaya Ditunjuk Jadi Salah Satu Penyedia Suvenir di KTT G20 Mendatang

Kategori Berita

.

CV. Tri Utami Jaya Ditunjuk Jadi Salah Satu Penyedia Suvenir di KTT G20 Mendatang

Koran lensa pos
Minggu, 31 Juli 2022

 

Teh Kelor Moringa Kidom Produksi CV. Tri Utami Jaya Mataram, NTB


Jakarta, koranlensapos.com - Kementerian Koperasi dan UKM telah menetapkan 20 (dua puluh) Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang akan menjadi penyedia suvenir resmi dalam Konferensi Tingkat Tinggi Group Twenty (KTT G20) yang akan digelar di Bali pada bulan November 2022 mendatang.
Salah satu dari 20 UKM dimaksud adalah CV. Tri Utami Jaya, Mataram NTB.

"Alhamdulillah dalam rangka mendukung Penyelenggraan KTT G20  Teh Kelor terpilih menjadi salah satu UKM yang memproduksi suvenir resmi G20," tulis H. Nasrin H. Mukhtar di beranda facebooknya.

Dikutip dari Liputan6.com, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menunjuk sekitar 20 UKM untuk menyediakan bingkisan resmi atau official merchandise Presidensi G20 Indonesia. Ini merupakan hasil kurasi yang dilakukan Kemenkop UKM.

20 UKM itu akan menyediakan 5 kategori produk. Yakni fesyen dan aksesori sebanyak 8 UKM, tas dan alat perkantoran sebanyak 2 UKM, kosmetik, herbal dan wellness sebanyak 5 UKM. Serta kerajinan sebanyak 4 UKM, dan custom packing sebanyak 1 UKM.


Dalam mendukung perhelatan Presidensi G20 Indonesia, KemenKopUKM telah melakukan kurasi produk melalui kurator independen untuk official merchandise G20 Indonesia," kata Menteri Teten dalam konferensi pers di Gedung Smesco Indonesia, mengutip keterangan resmi, Selasa (26/7/2022).

Lebih lanjut, dia menambahkan 20 UKM terpilih ini merupakan hasil kurasi dari 1.204 UKM yang mendaftar. Proses kurasi pun dilakukan oleh kurator independen yang ahli dalam bidangnya masing-masing.

Menurut Menteri Teten, saat ini isu pengembangan UMKM menjadi hal yang sangat strategis baik dalam lingkup regional maupun internasional. Dalam forum G20 sendiri, UMKM menjadi salah satu crosscutting issue yang sangat strategis yang dibahas di berbagai working group, dan engagement group.

"Maka dari itu, Presidensi G20 Indonesia sendiri harus kita manfaatkan untuk promosi produk UKM artisan yang siap masuk pasar global," katanya.

Menteri Teten menegaskan bahwa dengan official merchandise ini, para delegasi yang datang untuk menghadiri Presidensi G20 Indonesia akan terus terkenang dengan produk UKM Indonesia.

Selain itu, dalam pelaksanaan pemasaran dan dukungan terhadap produk, KemenKopUKM juga akan berkolaborasi dengan pihak aggregator yang berperan sebagai offtaker dan konsolidator produk-produk UMKM terpilih hingga membantu pemasaran baik online maupun melalui kanal penjualan offline pada main event, side event, maupun acara road to G20 yang diadakan.

"Dengan inisiasi KemenKopUKM, pengadaan merchandise dan hospitality oleh panitia penyelenggara main dan side event Presidensi G20 Indonesia akan lebih mudah dan dapat terakomodasi satu pintu oleh KemenKopUKM. Hal tersebut menjadi momentum dan ikhtiar kami untuk terus memanfaatkan Presidensi G20 Indonesia bagi UMKM secara lebih konkret agar dapat dirasakan secara nyata untuk kepentingan nasional," ucap Menteri Teten.

 Di tempat yang sama, Koordinator Tim Asistensi dan Kemitraan G20 Indonesia Wishnutama menyatakan bahwa dirinya mendukung pemanfaatan gelaran Presidensi G20 Indonesia untuk meningkatkan produk UMKM Indonesia.

"Sudah ada berbagai macam produk UMKM disiapkan untuk mendukung G20. Produk ini juga sudah dikurasi dan hasilnya luar biasa. Jadi kalau ada kemauan hasilnya akan terlihat dan sangat extraordinary. Momentum G20 ini jangan dibiarkan saja tapi untuk tingkatkan potensi UMKM," ujar Wishnutama.

Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata menambahkan, proses kurasi yang dilaksanakan untuk 20 UKM tersebut dilaksanakan dengan baik dan terbuka. Dia pun berharap dengan adanya 269 side event G20 dan main event pada November 2022, UMKM dapat mengambil bagian.

"Ada 200 lebih event yang diselenggarakan dalam G20 ini dan setiap saat memerlukan produk. Hal ini tentu akan lebih baik kalau mengambil dari UKM," kata Leo.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Menteri BUMN Erick Thohir sepakat mengembangkan potensi UMKM di Indonesia. Apalagi, ada target penciptaan wirausaha baru.

Menteri Teten terus mengejar target untuk mencetak lebih banyak entrepreneur yang tangguh, inovatif, dan berbasis teknologi.

"Upaya ini bertujuan untuk melahirkan wirausaha yang tangguh, inovatif, kreatif, serta berbasis teknologi dan riset," katanya mengutip keterangan resmi, Senin (4/7/2022).

Tak hanya itu, Menteri Teten juga terus menerapkan berbagai program untuk mendongkrak rasio kewirausahaan di Indonesia yang saat ini masih berada di level 3,18 persen. Salah satu programnya adalah menciptakan satu juta wirausaha baru di Indonesia.

"Padahal, untuk bisa disebut sebagai sebuah negara maju, rasio kewirausahaan minimal harus 4 persen," kata dia di hadapan Alumni Universitas Padjadjaran, Bandung.

Lebih dari itu, MenKopUKM juga terus memperkuat kapasitas dan kualitas produk UMKM di pasar digital.

"Produk UMKM kita harus membanjiri seluruh e-commerce yang ada dengan produk yang kompetitif," kata Menteri Teten.

"Kita gandeng banyak pihak, termasuk perguruan tinggi dan inkubator bisnis. Dan saya mengapresiasi Unpad yang telah menjelma menjadi Kampus Sahabat UMKM dengan banyak melakukan pembinaan dan pendampingan," tambah dia.

Menteri Teten pun berharap perguruan tinggi mampu mengubah pola pikir lulusannya, dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja dengan menjadi seorang enterpreneur.

"Kita akan terus mengembangkan ekosistem wirausaha di Indonesia, termasuk akses kepada pembiayaan," kata MenKopUKM.

Dikutip dari lama Bank Indonesia, Group of Twenty atau G20 adalah sebuah forum kerja sama ekonomi multilateral. Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November 2022 di Bali.

Anggota G20 adalah negara maju dan negara berkembang yang memiliki tingkat pendapatan menengah dan tinggi.

Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia. (emo).