Muhammad Ismail Made : Hutan Sumber Kehidupan, Jangan Dirusak

Kategori Berita

.

Muhammad Ismail Made : Hutan Sumber Kehidupan, Jangan Dirusak

Koran lensa pos
Jumat, 20 Mei 2022

 

Muhammad Ismail (Pak Made) saat dikunjungi oleh Kabag Kesra Setda Dompu, H. Khaeruddin, SH juga Camat Woja, Suherman, S. Pt dan Kepala Desa Matua, Syam Firdaus, SE 


Dompu, koranlensapos.com - Kerusakan hutan di Kabupaten Dompu yang kian merajalela dari tahun ke tahun menimbulkan kekhawatiran dan keprihatinan berbagai pihak.

Salah satunya adalah Muhammad Ismail, petani teladan yang tinggal di lereng Gunung Nowa Dusun Buncu Utara Desa Matua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB.

Pria 84 tahun yang bernama asli I Made Mantra itu mengaku sangat prihatin dengan kondisi hutan di Dompu yang semakin parah tingkat kerusakannya akibat dijadikan areal penanaman jagung oleh masyarakat. 

"Hutan adalah sumber kehidupan kita, jangan dirusak. Jangan tebang pohon-pohon besar untuk ditanami jagung," kata kakek asal Kabupaten Karangasem Bali yang mengaku sangat mencintai tanah Dompu itu.

Dikatakannya dari hutan bisa didapatkan sumber mata air. Apabila hutan semakin banyak yang mengalami kerusakan, maka mata air mengalami kekeringan dan itu sudah terbukti telah berkurang sumber-sumber mata air yang dulu masih melimpah di berbagai wilayah di Kabupaten Dompu. Oksigen yang dihirup oleh manusia setiap saat juga bersumber dari hutan.

"Hutan sangat penting bagi kehidupan kita, sayang sekali kalau terus dirusak bagaimana nanti untuk anak cucu kita," ujarnya sedih dengan suara terbata-bata. 

Kakek yang biasa disapa Pak Made ini merupakan tokoh yang sangat peduli hutan. Sejak awal program jagung bergulir sekitar tahun 2010 lalu, ia kerap menyuarakan sikap ketidaksetujuannya terhadap upaya perambahan wilayah hutan oleh oknum-oknum masyarakat. Namun apa daya, jeritan dan teriakannya laksana hembusan angin yang menghilang begitu saja tanpa membuahkan hasil nyata. Realitanya tingkat kerusakan hutan kian bertambah parah dari tahun ke tahun. 

Namun ia tidak mau pasrah begitu saja. Untaian kalimat indah pada masa kepemimpinan Bupati H. Bambang M. Yasin bahwa perubahan itu dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil dan dari sekarang, ia jadikan prinsip hidupnya. Di usia senjanya kini Pak Made memiliki hutan kecil namun lebat dan rindang yang dibuatnya sendiri. Hutan kecil itu adalah berupa ratusan tanaman buah-buahan seperti rambutan, klengkeng,  sawo, dan aneka pepohonan lainnya. Meski di antara pepohonan tersebut ada yang tidak berbuah, namun tetap dibiarkannya hidup karena pak Made bersama istrinya Nuriyah dan anak cucunya sangat meyakini bahwa pepohonan adalah sumber kehidupan. (emo).