Na'udzu Billah ! Bacok Seseorang di Lokasi Pemakaman, Pria di Bima Dihakimi Massa Hingga Tewas

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Na'udzu Billah ! Bacok Seseorang di Lokasi Pemakaman, Pria di Bima Dihakimi Massa Hingga Tewas

Koran lensa pos
Senin, 29 November 2021

 

     


Bima, koranlensapos.com - Entah apa yang merasuki jiwa seorang pria hingga nekad membacok seseorang yang sedang berada di Tempat Pemakaman Umuk (TPU) saat proses pemakaman jenazah. Akibat perbuatannya, pria tersebut kemudian dihakimi massa hingga tewas seketika. Na'udzu billahi min dzalik.

Kabag Ops Polres Bima AKP Herman, SH mengungkapkan insiden berdarah itu terjadi di TPU Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat pada hari Minggu (28/11/2021), sekitar pukul 08.45 wita.

"Telah terjadi Tindak Pidana Penganiayaan terhadap korban bernama Abdurrahman alias Atok, 45 Tahun, Petani, Alamat Rt. 09 Rw. 03 Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima yang dilakukan oleh pelaku bernama Sarjan, 44 Tahun, Petani, Alamat Rt. 17 Rw. 07 Desa Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima, yang kemudian pelaku tersebut diamuk warga Desa Sakuru hingga meninggal dunia," ungkapnya saat dikonfirmasi media ini via pesan WhatsApp Minggu malam (28/11/2021) pukul 20.45 Wita.

Mantan Kapolsek Pujut Polres Lombok Tengah itu kemudian mengemukakan kronologis terjadinya peristiwa itu. 

Awalnya korban Abdurrahman bersama warga Desa Sakuru lainnya sedang menggali kuburan di TPU Desa Sakuru. Kemudian secara tiba - tiba datang pelaku dengan membawa sebilah parang dari arah belakang korban. Setelah pelaku berada tepat di belakang korban kemudian pelaku langsung membacok korban hingga korban jatuh terkapar tidak sadarkan diri dan korban langsung dilarikan ke Puskesmas Monta untuk mendapatkan penanganan medis. Sedangkan pelaku langsung melarikan diri. Akibat kejadian tersebut, korban Abdurrahman mengalami luka robek pada kepala bagian kiri.

"Pukul 09.00 wita, korban dirujuk ke RSUD Bima dengan menggunakan mobil Ambulance Puskesmas Monta karena luka parah yang dialami oleh korban pada bagian kepala dan korban dalam keadaan tidak sadarkan diri," ujarnya.

Selanjutnya Kabag Ops menyebutkan detik-detik penghakiman massa yang berujung kematian pelaku Sarjan. Pada saat pelaku melarikan diri ke arah persawahan di sebelah timur perkampungan Desa Sakuru, pelaku dikejar oleh warga Desa Sakuru. Karena  sudah terkepung dan tidak bisa lari ke arah timur (Desa Tangga) sehingga pelaku kembali ke arah barat (Desa Sakuru) dan pelaku sempat mengamankan diri di rumah saudara Ilham di sebelah barat Lapangan Desa Sakuru. Namun warga Desa Sakuru mengejar hingga ke dalam rumah tersebut. Karenanya pelaku keluar dari rumah hendak menyelamatkan diri.  Saat itulah pelaku langsung dianiaya / diamuk oleh warga Desa Sakuru yang mengakibatkan pelaku mengalami luka parah hingga pelaku meninggal dunia, kemudian langsung di bawa ke RSUD Bima.

"Situasi di Desa Sakuru dan Desa Tangga pasca kejadian tersebut masih terpantau aman dan terkendali. Oknum warga Desa Sakuru yang melakukan penganiayaan terhadap korban meninggal dunia (pelaku aniaya) masih dilidik," jelas Perwira Polisi tersebut.

Kabag Ops Polres Bima juga membenarkan bahwa terjadinya kasus ini mulanya dipicu oleh persoalan hutang piutang.

"Isunya seperti itu," jawabnya singkat.

Dilansir jeratntb.com bahwa kejadian itu berawal karena persoalan utang-piutang antara keduanya.

Beberapa hari yang lalu keduanya sempat cekcok lantaran Abdurahman menagih hutang kepada Sarjan, hingga tejadi cekcok dan saling adu jotos.

“Namun persoalan itu sudah dilakukan mediasi di Mapolsek Monta”, ungkap warga bernama Ilham sebagaimana dikutip dari jeratntb.com. (emo)