Tanaman Pekarangan Bisa Hindari Kasus KDRT

Kategori Berita

.

Tanaman Pekarangan Bisa Hindari Kasus KDRT

Koran lensa pos
Kamis, 27 Mei 2021
Direktur YBC, Siti Aisyah Ekawati

Dompu, koranlensapost.com - Tanaman pekarangan bisa menghindari kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ? Mana mungkin ? Rasa-rasanya tidak masuk akal. Mustahil. Apa hubungannya antara kasus KDRT dengan tanaman pekarangan rumah ? 

Tetapi menurut Direktur Yayasan Bina Cempe (YBC) Dompu Siti Aisyah Ekawati, S. Ag bahwa hal itu bukan hal yang mustahil. Tanaman pekarangan memang bisa menghindari terjadinya kasus kekerasan dalam suatu rumah tangga. 
"Pemanfaatan lahan pekarangan bisa menghindari atau mengurangi angka KDRT," ucap mantan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Dompu tersebut.

Untuk meyakinkan argumennya tersebut, Eka memberikan sebuah gambaran tentang seorang suami yang senang makan sambal. Ternyata suatu ketika tidak memiliki uang untuk membeli bahan-bahan atau bumbu untuk membuat sambal. Persoalan ini terlihat sepele, tetapi kadang-kadang bisa menjadi pemicu terjadinya kasus KDRT. Apalagi bila sang suami adalah seorang yang temperamental dan suka 'ringan' tangan. Sang istri jadi sasaran kemarahan. Akhirnya terjadilah kasus KDRT.
"Tetapi kalau di pekarangan rumah ditanami cabe, tomat, dan lain-lain, maka ibu-ibu tinggal petik lalu bikin sambal sehingga suaminya yang suka sambal bisa menikmati hasil tanaman sendiri," paparnya.

Eka menjelaskan pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman hortikultura memberikan manfaat yang sangat banyak. Halaman terlihat hijau asri dan menyenangkan. Sayur-mayur yang sehat alami bisa dinikmati setiap saat tanpa harus mengeluarkan biaya.

"Pemanfaatan pekarangan juga dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga," jelasnya.

Menurut Eka, pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanaminya dengan tanaman hortikultura bukan hanya pekerjaan kaum pria. Melainkan juga bisa dilakukan oleh kaum wanita. Hal ini sangat penting untuk sedikit meringankan beban ekonomi keluarga.

Ia mengemukakan pemanfaatan lahan pekarangan ini  sudah dilakukan oleh kaum ibu di Desa Tolokalo Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu. Kepala Desa Ikhlas bekerja sama dengan YBC dan  PKK Desa mengadakan pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan kepada kaum ibu di desa tersebut. Hasilnya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mereka tidak perlu lagi membeli cabe atau sayur-sayuran karena sudah menanam sendiri di lahan pekarangan masing-masing.

"Penjual sayur hanya.lewat saja di situ karena sudah menanam sendiri. Ini akan mengurangi pengeluaran," ulasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan 10 (sepuluh) Program Pokok PKK bila benar-benar dilaksanakan di masing-masing desa akan sangat menyejahterakan bagi masyarakat. 
"Kalau 10 Program Pokok PKK dijalankan, in sya'allah tidak akan ada lagi masyarakat miskin," ujarnya.

Menurutnya keberadaan PKK di desa-desa selama ini belum berfungsi dengan baik dalam hal peningkatan sumber daya manusia terutama bagi kaum wanita di desanya.

"Ada suatu desa ibu Ketua PKK Desanya mengaku setiap tahun dana PKK 25 juta hanya untuk beli pakaian seragam dengan lomba masak saja tidak ada kegiatan lain," sorotnya. (emo).