Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Upacara HAB Kemenag ke 75 di Dompu Berlangsung Khidmat

Selasa, 05 Januari 2021 | 11:13 AM WIB Last Updated 2021-01-05T03:13:30Z


Dompu, koranlensapost.com - Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke 75 Tingkat Kabupaten Dompu pada Selasa (5/1/2021) di Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu berlangsung dengan khidmat.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Dompu yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Drs. H. Gaziamansyuri, M. Ap. Sedangkan Pemimpin Upacara Muhammad Insan dari Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Dompu.
Petugas pengibar bendera merah putih adalah 3 orang siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri Dompu. Adapun Pembaca Do'a adalah Dzikrul Muttaqien Aziz, S. Ag.

Hadir pada upacara tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu Drs. H. Syahrir, M. Si, Dandim 1614/Dompu Letkol Inf. Ali Cahyono, Wakapolres Dompu Kompol I Nyoman Adi Kurniawan, SH, Kajari Dompu M. Abeto Harahap, SH., MH, Ketua Pengadilan Agama Dompu, Ketua Umum Majelis Ulama Kabupaten Dompu DR (HC) H. Abdullah Arsyad, S. Ag, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Dompu Drs. Dahlan HAR beserta jajaran, Pengurus Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Dompu, Kepala Seksi Lingkup Kemenag Dompu beserta jajaran, para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), para Pimpinan Madrasah Negeri dan Swasta se Kabupaten Dompu, dan perwakilan siswa-siswi MI, MTs, dan MA.

Dalam amanatnya Pembina Upacara membacakan amanat Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas.

Dikatakannya di usia 75 tahun Kementerian Agama, mari kita memaknai segala prestasi yang telah dicapai dan menempatkannya sebagai momentum untuk menebalkan niat dan motivasi dalam mencapai yang lebih baik lagi di masa mendatang. 

"Kementerian Agama memberikan anugerah penghargaan dan apresiasi kepada seluruh elemen umat beragama tanpa membedakan satu sama lain, atas dukungan, sinergi dan kebersamaannya mengawal tugas-tugas Kementerian Agama," ulasnya.

Dilanjutkannya Peringatan Hari Amal Bakti tahun ini mengusung tema "Indonesia Rukun". Tema ini sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa ini untuk maju. 
"Tanpa kerukunan, akan sukar menggapai cita-cita besar bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia," jelasnya.

Dikemukakannya pengembangan toleransi dan kerukunan antarumat beragama merupakan karya bersama para Tokoh Agama, para Menteri Agama dan aparatur
Kementerian Agama dari  masa ke masa. Tanpa toleransi, tidak ada kerukunan. Toleransi dan kerukunan antarumat beragama dilakukan dengan tanpa mengusik akidah dan keimanan masing-masing
pemeluk agama. Pengalaman membuktikan toleransi dan kerukunan tidak tercipta hanya dari satu pihak, sedangkan pihak yang lain berpegang pada hak-haknya sendiri. Dewasa ini, kita mengembangkan moderasi beragama, agar toleransi dan kerukunan
yang sudah ada lebih mengakar di dalam kehidupan sehari-hari bangsa kita.

Di negara yang berdasarkan Pancasila ini, tidak ada diktator mayoritas atau tirani minoritas. Dalam kaitan itu, semua umat beragama dituntut untuk saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing, di mana hak seseorang dibatasi oleh hak-hak orang lain.

Pancasila adalah ideologi pemersatu yang merangkum nilai-nilai keindonesiaan sebagai bangsa yang beragama. Sila pertama dan utama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, meneguhkan identitas nasional sebagai bangsa yang beragama dan bermoral. Komitmen religius dan moralitas menjadi barometer apakah suatu bangsa dapat menjadi bangsa yang besar atau tidak. Sejalan dengan itu, tugas dan tanggungjawab sejarah bagi seluruh bangsa Indonesia
adalah mengisi negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa ini sejalan dengan asas demokrasi dan kedaulatan rakyat. Bangsa Indonesia, dari generasi ke generasi harus bisa menjaga komitmen nasional
tentang landasan bernegara di tengah dahsyatnya percaturan global di bidang geopolitik, ekonomi, kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknologi dan lain-lain.

"Saudara-saudara yang berbahagia,
Dalam kesempatan ini, saya ingin mengingatkan tentang semangat Kementerian Agama baru dan
semangat baru dalam mengelola Kementerian Agama," ujarnya.

Lebih lanjut ditambahkannya semangat Kementerian Agama baru itu dapat diterjemahkan dengan beberapa kata kunci.

Pertama, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik, termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan.

Kedua, penguatan moderasi beragama. Salah satu penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.

Ketiga, persaudaraan, yang meliputi merawat persaudaraan, umat seagama,  memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan. (AMIN).






×
Berita Terbaru Update