Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ismail, Anak Kusir Benhur yang Berjuang Meraih Mimpi (3)

Selasa, 06 Oktober 2020 | 7:20 AM WIB Last Updated 2020-10-05T23:20:45Z

Pada tahun 2015, Ismail kembali menorehkan prestasinya bersama Yayasan We SAVE di kancah nasional. Ia lolos menjadi peserta lima terbaik dalam Pemilihan Organisasi Kepemudaan Tingkat Nasional 2015 di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA) Republik Indonesia, Jakarta Pusat, yang diikuti oleh lebih dari seribu Organisasi Kepemudaan di seluruh Provinsi yang ada di Indonesia. 

Rasa haru dan bangga menyelimuti hati Anak Kusir Benhur itu, tatkala ia diberi kesempatan berbicara dan mendapatkan penghargaan di depan para petinggi-petinggi pejabat KEMENPORA RI dan seluruh pemuda pemudi terbaik yang ada di Indonesia di aula besar kantor KEMENPORA RI, Jakarta Pusat pada saat itu. 
Dari pengalamannya tersebut, di sela pekerjaannya sebagai Buruh Bangunan dan mahasiswa, Ismail lebih sering mengikuti kompetisi-kompetisi Pemilihan Duta Pemuda seperti Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN), Kapal Pemuda Nusantara (KPN), Duta Parawisata dan lainnya. 
Walaupun sering gagal, akhirnya pada tahun 2016, namun akhirnya ia berhasil lulus dalam Seleksi Program Kapal Pemuda Nusantara (KPN) Sail KARIMATA, setelah melewati proses seleksi yang cukup ketat. 
Pada Program yang diadakan oleh KEMENPORA tersebut, ia menjadi perwakilan Provinsi NTB dalam mengikuti program mengarungi beberapa Pulau di Indonesia menggunakan Kapal Perang TNI bersama pemuda-pemudi terbaik Perwakilan dari seluruh Provinsi di Indonesia. 
Dengan prestasi non akademik dan akademiknya tersebut, Ismail terpilih sebagai Penerima Penghargaan Mahasiswa Berprestasi selama 3 tahun berturut-turut yang diumumkan setiap tahunnya pada acara wisuda Kampus STKIP YAPIS Dompu. Dan akhirnya pada tahun 2017, Ismail berhasil memegang gelar S.Pd Bahasa Inggris dengan predikat wisudawan berprestasi dan menjadi salah satu mahasiswa yang lulus dengan peringkat Cumlaude. 
Pada acara wisuda tersebut, semua mata audience tertuju kepada Ilyas (ayah ismail), ketika mengetahui bahwa anak yang menjadi wisudawan berprestasi tersebut adalah anak dari seorang kusir benhur. Air mata haru dan bangga  Ilyas jatuh tak terbendung ketika memeluk anaknya Ismail, sembari mengatakan “Terima kasih nak, kamu telah membuat Ayah bangga”, air mata Ismail pun jatuh berderai mendengar perkataan ayahnya tersebut. 
Pada awal tahun 2018, Ismail melalui Yayasan We SAVE mendapatkan kesempatan mengunjungi Kota Perth, Australia selama 1 bulan dalam program Leadership and Waste Management Training yang diadakan langsung oleh salah satu NGO lingkungan terbesar di Dunia yaitu Millenium Kid yang bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Australia. Di Negara kanguru tersebut, Ismail berkesempatan mempresentasikan Program Yayasannya di depan Menteri Luar Negeri Australia, Jullie Bishop dan beberapa pejabat Negara Australia. Rasa bangga dan haru tertancap pada diri ismail ketika semua audience termaksud Menteri Luar Negeri tersebut, berdiri dan memberikan tepuk tangan yang gemuruh kepadanya sesaat setelah ia mengakhiri presentasinya. Ia merasa bahwa, apa yang sedang ia alami pada saat itu adalah mimpi yang menghiasi tidur lelapnya, karena tidak mungkin seorang anak kampung yang berasal dari keluarga miskin sepertinya, bisa berada di tengah-tengah orang yang berpengaruh di Dunia seperti Jullie Bishop. Tetapi ALLAH mempunyai rencana lain, ALLAH memberikan rahmat kepada hamba-hamba-Nya yang ia kehendaki.  
Setelah balik dari Negara Kanguru tersebut, Ismail mencoba keberuntungan dengan mendaftar pada salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (PEMPROV) NTB yaitu Beasiswa S2 di Malaysia 2019. Berkat kemudahan dari ALLAH Subhaana Wata’aala, serta restu dari Ayah, dan istri tercinta, Ismail bisa melewati setiap proses seleksi tersebut dengan baik dan pada akhirnya, ia terpilih sebagai salah satu Penerima Bea siswa tersebut. Dan sekarang, Ismail berhasil menyelesaikan study S2-nya selama satu tahun (tiga semester) di universitas terbaik 600 Dunia, terbaik 3 Malaysia, yakni Universiti Utara Malaysia dengan jurusan Master in Applied Linguistics. 
Itulah kisah singkat dari si anak Kusir Benhur yang hidup dari keluarga miskin, tapi memiliki tekad dan semangat yang kuat merajut mimipinya untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. 
Dengan jiwa pantang menyerah yang didapatkan dari keluarganya dan dibarengi oleh semangat yang kuat untuk belajar,  Ismail berhasil membuktikan kepada Dunia bahwa anak dari seorang Kusir Benhur sepertinya, mampu menggapai prestasi-prestasi yang mungkin tidak banyak orang yang mampu menggapainya apabila dihadapkan dengan segudang tantangan seperti Ismail hadapi. Ia meyakini bahwa apa yang sudah ia gapai sampai sekarang, tidak terlepas dari pengorbanan dan motivasi dari orang-orang sekitarnya, seperti gurunya Mr. Agus Setiawan yang selalu memotivasi dan membimbingnya, Ayah, ibu, Istri serta saudara-saudaranya yang selalu mensupport dan  mendoakan untuk kesuksesannya. 
SEMOGA TERINSPIRASI !!! (Tamat)
×
Berita Terbaru Update