Harga Sembako di Dompu Saat Ini Stabil

Kategori Berita

.

Harga Sembako di Dompu Saat Ini Stabil

Koran lensa pos
Kamis, 14 Desember 2023

Ketua Tim Distribusi BPS Dompu, Abdul Farid, SE


Dompu, koranlensapos.com - Harga sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) seperti beras, gula pasir, minyak goreng, minyak tanah, gas elpiji, daging ayam, maupun telur di Kabupaten Dompu beberapa bulan terakhir ini dalam kondisi stabil.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Dompu, Abdul Farid kepada koranlensapos.com, Kamis (14/12/2023).

"Beberapa bulan ini harga sembako masih stabil," ujarnya.

Diakui Farid, harga beras memang sempat mengalami lonjakan hingga mencapai Rp. 14 ribu per kilogram. Tetapi beberapa bulan belakangan ini harga tersebut masih konstan.

"Harga beras masih sekitar 14 ribu atau lebih. Belum sampai 15 ribu," sebutnya.

Abdul Farid menjelaskan fluktuasi harga sangat ditentukan oleh harga distributor pemasok barang tertentu. Karena sekitar 90% barang kebutuhan masyarakat dipasok dari luar daerah. 

"Kenaikan harga bisa dipengaruhi oleh anomali cuaca karena mempengaruhi pengiriman barang dan sebagainya. Apalagi kenaikan BBM sangat berpengaruh pada kenaikan harga," tuturnya.

Abdul Farid mengemukakan pihaknya rutin melakukan pengawasan (survei) harga pasar. Survei dilakukan antara tanggal 14 sampai 18 dalam setiap bulan.

"Dalam melakukan pengecekan harga ini tim kami turun ke pasar-pasar di semua kecamatan. Bahkan di pasar-pasar ikan juga kami turun untuk mengecek harga ikan di tingkat nelayan maupun di tingkat pedagang," jelasnya.

Diterangkan Abdul Farid, survei harga bukan hanya fokus pada sembako, tetapi pada semua jenis kebutuhan apa saja mulai dari makanan, minuman, pakaian, pakaian, perlengkapan rumah tangga, kebutuhan bangunan, hingga kendaraan.

"Pokoknya semua disurvei. Mulai dari garam, sayur-sayuran, ikan, beras, sampai mobil mewah pun disurvei," sebutnya.

Lebih lanjut dikatakannya data hasil survei harga yang dilakukan akan dikirimkan ke BPS Pusat.

"Kalau Pemda meminta data itu kami akan berikan," ucapnya.

Dikatakannya lagi pendataan harga barang ini sangat diperlukan untuk mengetahui tingkat inflasi daerah.

"Dengan adanya pencacahan ini kita akan mengetahui apakah harga komoditas tertentu mengalami kenaikan, turun atau konstan (tetap)," paparnya.

Abdul Farid kembali menegaskan beberapa bulan terakhir ini belum ada kenaikan barang alias masih dalam kondisi stabil. 

"Kecuali yang memang tidak ada barangnya itu baru naik seperti kedelai karena tidak ada produksi. Kalau banyak produksi harganya murah. Itulah yang namanya inflasi itu kebutuhan masyarakat banyak tidak ditopang dengan persediaan barang," pungkasnya. (emo).