Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

HUT TNI di Makodim 1614, Dandim Bacakan Amanat Panglima TNI

Sabtu, 05 Oktober 2019 | 11:05 AM WIB Last Updated 2019-10-05T03:05:58Z
Letkol Inf. Ali Cahyono, S. Kom (Dandim 1614 Dompu) selaku Inspektur Upacara HUT TNI ke 74 tahun 2019 di Makodim 1614 Dompu

Dompu, Lensa Pos NTB - Peringatan HUT TNI ke 74 di Makodim 1614 Dompu berlangsung sederhana tetapi penuh khidmat. 
Dalam amanatnya, Dandim 1614 Dompu selaku Inspektur Upacara membacakan Amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S. IP pada HUT TNI ke 74 5 Oktober 2019.

"Saya bangga kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI yang telah menunjukkan profesionalitas dalam melaksanakan setiap tugas yang telah dipercayakan rakyat, bangsa dan negara. Saya yakin keluarga dan seluruh rakyat Indonesia juga bangga terhadap profesionalitas TNl-nya," ungkapnya.

Kebanggaan itu, lanjutnya harus disyukuri sekaligus menjadi cambuk bagi kita semua untuk berbuat |ebih baik Iagi. Oleh karena itulah, tema pokok pada kegiatan HUT ke-74 ini adalah “TNI Profesional Kebanggaan Rakyat”. 

Lebih lanjut Panglima TNI  atas nama seluruh prajurit, PNS TNI beserta keluarga besar TNI, menyampaikan rasa hormat dan bela sungkawa yang mendaIam atas gugurnya prajurit-prajurit terbaik TN| dalam melaksanakan tugas negara. 
"Kami yang ditinggalkan akan melanjutkan tugas yang diamanahkan dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan kesabaran," ujarnya sembari berdoa.
Sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis dan semakin kompleks,Perkembangan dunia telah menciptakan dimensi dan metode peperangan baru. Kemajuan tekno|ogi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak disruptif di berbagai bidang.
Hal ini telah menjadikan konsep peperangan menjadi tidak lagi terbatas dalam suatu batas teritorial dan masuk ke berbagai dimensi. Sebagai contoh perang siber yang disertai perang informasi. Meskipun tidak menghancurkan, namun sangat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsep-konsep inipun mengaburkan filosofi perang konvensional dengan menggeser dimensi waktu karena perang-perang tersebut terjadi di masa damai. Ditambah lagi potensi bencana alam yang dapat terjadi setiap saat. Ancaman militer dan nir militer berubah dan TNI harus siap menghadapinya.
Menghadapi kompleksitas ancaman di atas diperlukan postur ideal TNI yang dibangun sesuai kebijakan pertahanan negara dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pembangunan postur TNI meliputi pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan TNI. (AMIN).
×
Berita Terbaru Update