Kabar Gembira, di Kabupaten Dompu Bakal Berdiri Pendidikan Vokasi Kerja Sama dengan Unhas

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Kabar Gembira, di Kabupaten Dompu Bakal Berdiri Pendidikan Vokasi Kerja Sama dengan Unhas

Koran lensa pos
Rabu, 11 Januari 2023

 

Kabag Kerja Sama Daerah Setda Dompu, Muhammad Iksan, S. ST., MM


Dompu, koranlensapos.com - Satu kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Dompu. Kampus khusus pendidikan vokasi akan dibangun di daerah bermotto Nggahi Rawi Pahu tersebut. Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu, meliputi program pendidikan Diploma yang setara dengan program pendidikan akademik.

Hal itu disampaikan oleh Kabag Kerja Sama Daerah Setda Dompu, Muhammad Iksan, S. ST., MM kepada media ini di ruang kerjanya kemarin pagi, Selasa (10/1/2023).

Muhammad Iksan menyebut pada bulan Desember 2022 lalu telah dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan Prof. Dr. Jamaluddin Jompa dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu. Pemkab Dompu saat penandatanganan MoU di Makassar itu diwakili oleh Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, ST., MT.
Acara penandatanganan MoU mengenai pendirian pendidikan vokasi di Kabupaten Dompu oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Jamaluddin Jompa dengan Wabup Dompu H. Syahrul Parsan, ST., MT pada Desember 2022 lalu

Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Dompu Andi Bachtiar, A. Md. Par bersama anggota DPRD Ade Pribadi, SH, Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu Drs. H. Rifaid, M. Pd dan Kabag Kerja Sama Daerah Setda Dompu Muhammad Iksan, S. ST., MM.

"Pendidikan vokasi kerja sama dengan Unhas ini memiliki tiga Prodi (Program Studi) yaitu agriculture (pertanian), pakan ternak dan perikanan. Karena ini pendidikan vokasi, teori hanya 40 persen. Sedangkan 60 adalah praktek," jelas Iksan.


Dikatakannya pemilihan 3 (tiga) prodi pada pendidikan vokasi ini selaras dengan visi dan misi Pemerintahan AKJ-SYAH (H. Kader Jaelani - H. Syahrul Parsan) yang tertuang dalam program unggulan JARA PASAKA (Jagung Porang Padi Sapi dan Ikan).

"Mengenai pendidikan vokasi ini termuat dalam visi misi program Pemerintah Kabupaten Dompu di bawah kepemimpinan AKJ - SYAH periode 2021-2026," paparnya.

Lebih lanjut dikemukakan birokrat yang pernah menjadi Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Dompu dan Kabag Prokopim Setda Dompu ini bahwa pendirian kampus itu akan dilakukan oleh pihak Unhas. Namun Pemkab Dompu harus menyediakan lahan sebagai lokasi kampus itu.

"Lahan yang disediakan oleh Pemda Dompu adalah di Desa Kampasi Meci Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu yaitu di atas tanah lokasi pondok pesantren daerah. Tanah itu akan dihibahkan dulu kepada Unhas untuk pembangunan kampus pendidikan vokasi. Setelah dibangun kampus, pihak Unhas akan menyerahkan kembali kepada Pemda Dompu. Mungkin nanti akan diberi nama Universitas Nggahi Rawi Pahu atau apalah nanti ," urainya panjang lebar.

Iksan juga mengungkapkan terkait penyediaan tenaga pengajar (dosen) bagi pendidikan vokasi dengan tiga Prodi tersebut. Pihak Unhas tidak dapat menyediakan secara maksimal tenaga dosen. Karena Unhas membuka pendidikan vokasi ada di sejumlah daerah di Pulau Sulawesi bahkan hingga ke Papua. Untuk itu, Pemda Dompu akan memberikan bea siswa kepada 20 putra daerah yang akan menempuh pendidikan tinggi di Unhas pada jenjang Strata Satu (S1) dan Strata Dua (S2).

"Di tahun pertama ini kewajiban kita adalah menyiapkan SDM. Kita akan kirim mahasiswa-mahasiswa terbaik kita yang akan menempuh pendidikan di kampus Unhas. Nanti mereka diharapkan menjadi dosen di kampus vokasi kita," ujarnya.

Disebutnya perekrutan terhadap 20 calon mahasiswa yang akan dikirim ke Unhas itu akan mulai disosialisasikan pada bulan Januari 2023 ini.


Di akhir paparannya, pria energik yang familiar disapa Papi Iron ini mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat Dompu untuk kesuksesan pelaksanaan pendidikan vokasi ini.

"Kalau ini terwujud, ini adalah amal jariyah bagi kita semua karena yang kita perjuangkan adalah untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Mendukung saja sudah berpahala apalagi yang melaksanakannnya," pungkasnya. (emo).