Pihak SMAN 1 Dompu dan Komite Sowan Dengan Kapolres Iwan Hidayat

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Pihak SMAN 1 Dompu dan Komite Sowan Dengan Kapolres Iwan Hidayat

Koran lensa pos
Senin, 05 September 2022

 

Kegiatan silaturrahim pihak SMAN 1 Dompu didampingi Ketua Komite dengan Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat, Sabtu (3/9/2022)


Dompu, koranlensapos.com - Tembakan gas aparat kepolisian untuk meredam aksi demonstrasi mahasiswa HMI dan KOHATI Cabang Dompu di depan Kantor DPRD Kabupaten Dompu ternyata berimbas pada lingkungan pendidikan. 

Beberapa siswa dan juga guru di sekolah itu merasakan perih di mata akibat semburan asap  yang dihembus angin dari arah jalan protokol Soekarno Hatta. Hal itu disebabkan lokasi sekolah favorit di Dompu tersebut hampir berhadapan dengan pintu gerbang Kantor DPRD Kabupaten Dompu bagian barat hanya dijaraki oleh jalan raya. Sedangkan penembakan gas itu terjadi di jalan raya di luar pintu gerbang itu. Tidak mengherankan jika percikan atau semburan asap yang memerihkan mata itu dirasakan oleh beberapa siswa dan guru di sekolah itu. Apalagi saat terjadinya penembakan gas itu bersamaan dengan jam istrahat pertama di sekolah itu. Banyak siswa  berada di halaman depan yang jaraknya lebih dekat lagi hanya dibatasi pagar sekolah. Menurut informasi, asap perih juga dirasakan oleh beberapa siswa kelas XII yang berada di lantai dua sekolah itu.

Terkait hal itu, pihak sekolah yang terdiri dari Wakasek Kesiswaan, Dewi Kurniasih, Wakasek Humas Sri Utami serta Pembina OSIS Anisa dan Dian Sukmawati bersilaturrahim dengan Kapolres Dompu, AKBP Iwan Hidayat, S. IK di rumah dinasnya di Jalan Bhayangkara pada hari Sabtu pagi (3/9/2022). Kehadiran mereka didampingi oleh Ketua Komite Muhammad Ikhwanuddin atau yang familiar disapa Iwan Sakral.

Sedangkan Kepala Sekolah, Muhammad Ihsan tidak bisa mendampingi karena pada saat bersamaan sedang menerima kedatangan Kepala Dinas Dikbud NTB  .. Aidy Furkan dalam kunjungan kerja untuk SMA dan SMK se Pulau Sumbawa.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres secara ksatria menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pihak sekolah lebih-lebih kepada anak anak. 

Selanjutnya Kapolres menyampaikan harapan apabila ada aksi unjuk rass, pihak sekolah dapat mengisolir sissa di dalam kelas atau di bagian dalam dari lingkungan sekolah untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

"Jangan ada siswa di depan untuk menonton aksi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," harap Kapolres.

Menurut Kapolres jarak SMAN 1 Dompu dengan Gedung DPRD Kabupaten Dompu memang dilematis. Karena  DPRD adalah lembaga wakil rakyat yang kerap menjadi sasaran aksi demo. Sedangkan sekolah adalah lembaga pendidikan yang semestinya steril dari berbagai gangguan semacam itu. Di sisii lain anak-anak sekolah adalah aset dan generasi bangsa yang harus mendapatkan perlindungan. 

Untuk itu diperlukan sikap toleransi semua pihak agar aksi unjuk rasa tidak menggganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

"Di sini perlu sikap toleransi semua pihak, agar seluruh kegiatan tidak banyak mengganggu kegiatan belajar mengajar," pintanya.

Wakasek Kesiswaan Dewi Kurniasih menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Dompu yang telah menerima kehadiran mereka guna mencari solusi terbaik bila aksi demo terjadi lagi di depan Gedung DPRD Kabupaten Dompu.

Apresiasi juga disampaikan oleh Iwan Sakral selaku Ketua Komite di sekolah itu.

"Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Polres Dompu dan jajarannya yang sudah banyak membantu sekolah dalam hal pengamanan maupun kegiatan-kegiatan edukasi," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Kapolres juga mengajak sarapan bersama-sama. (emo).