HMS dan BPTU-HPT Denpasar Gelar Bimtek Pengembangan Peternakan di Kabupaten Dompu

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

HMS dan BPTU-HPT Denpasar Gelar Bimtek Pengembangan Peternakan di Kabupaten Dompu

Koran lensa pos
Rabu, 06 April 2022

 

HMS sedang memberikan pengarahan kepada peserta Bimtek pengembangan peternakan di Aula Hotel Tursina Dompu, Selasa (5/4/2022)

Dompu, koranlensapos.com - Anggota Komisi IV DPR-RI, H. Muhammad Syafruddin, ST., MM (HMS) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Peternakan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Hotel Tursina Dompu pada hari Selasa sore (5/4/2022) atas kerja sama dengan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI dan Badan Pembibitan Ternak Unggulan dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar.

Acara Bimtek Pengembangan Peternakan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, ST., MT, Dandim 1614/Dompu yang diwakili oleh Pasilog Kapten Inf. Hamzah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB yang diwakili oleh Kepala BidangBudidaya, Sarana dan Prasarana, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ir. H. Zainal Arifin, M. Si, para penyuluh peternakan dan peternak.

Kabid Budidaya, Sarana dan Prasarana Disnak Keswan Provinsi NTB, Suriadi AK  dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada HMS yang telah mengadakan Bimtek bagi pengembangan peternakan di Kabupaten Dompu dan umumnya di Pulau Sumbawa. 
"Di samping memberikan program-program bantuan peternakan, beliau juga mengadakan Bimtek dalam rangka meningkatkan kapasitas penyuluh dan peternak," ucapnya.

Dikatakannya upaya peningkatan populasi ternak di NTB ini harus diimbangi dengan pengembangan SDM.
Hal itu sangat penting agar program bantuan peternakan yang disalurkan dapat dirawat dengan baik sehingga bisa tumbuh menjadi besar dan berkembang biak. 

"Kami tidak berharap menjadi bantuan langsung tuntas (setelah bantuan ternak diterima langsung dijual)," sindirnya.


Dikemukakannya program HMS ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Pemprov NTB saat ini yang sedang merencanakan peningkatan populasi ternak sebanyak 6,5 % per tahun.

"Tentunya peningkatan populasi ini tidak bisa provinsi yang bekerja sendiri karena ujung tombaknya adalah penyuluh di kabupaten dan yang paling berperan adalah para peternak," ucapnya.

Ia menyebut populasi ternak di NTB saat ini 1.300 ribu ekor dan berada pada posisi 5 besar kelahiran ternak di Indonesia dan mendapatkan penghargaan dari pusat.
"Penghargaan ini adalah untuk peternak-peternak yang berjuang setengah mati dalam rangka meningkatkan populasi kita," ujarnya.

Selanjutnya peternak dibekali dengan upaya pengelolaan pakan yang baik dengan mengawetkan tanaman pakan dan dedaunan yang ada di sekitar lokasi peternakan. Hal itu dimaksudkan agar bobot ternak terus mengalami peningkatan baik di musim hujan maupun di musim kemarau.

Dandim 1614/Dompu yang diwakili oleh Kapten Inf. Hamzah dalam sambutan singkatnya memberikan apresiasi kepada HMS yang telah melaksanakan Bimtek pengembangan peternakan. 

"Semoga ini bermanfaat bagi para peternak di Kabupaten Dompu," kata perwira senior di Kodim 1614/Dompu tersebut.

Selanjutnya pada kesempatan tersebut, peserta Bimtek mendengarkan arahan dan pembekalan tentang  Pengembangan Ternak Ruminansia secara online oleh Plt. Kepala BPTU-HPT Denpasar, Dr. Imron, S. Pt., M. Si.


Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, ST. MT juga menyambut dengan sangat positif kegiatan Bimtek tentang pengembangan peternakan yang diselenggarakan di Kabupaten Dompu.

"Kalau tidak ada wakil kita di DPR RI, sangat sulit program-program seperti ini bisa kita dapatkan," ujarnya.

Dikatakan Wabup, Kabupaten Dompu memiliki potensi yang besar untuk pengembangan ternak. Bahkan pemerintah pusat melihat adanya potensi itu. Hal itu ditandai dengan peresmian Doroncanga sebagai Kawasan Pelepasan Ternak oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2005. Ribuan ekor hewan ternak (sapi, kerbau) dilepas oleh masyarakat di lokasi yang merupakan padang savana tersebut. 
"Yang punya lokasi pelepasan ternak di NTB ini hanya Dompu bahkan dilaunching oleh bapak Presiden tahun 2005," tuturnya.



Lebih lanjut dikemukakan Wabup bahwa di daerah bermotto Nggahi Rawi Pahu tersebut banyak sekali pakan ternak yang dibiarkan begitu saja tanpa pengolahan. Seperti ampas jagung dan jerami. 
"Ini akan menjadi pakan ternak yang cukup bagus. Tapi selama ini masih dibiarkan saja. Dibuang begitu saja tanpa diolah. Semoga dengan adanya Bimtek ini peternak mendapatkan pengetahuan tentang pengolahan limbah pertanian. Demikian juga pemanfaatan lamtoro untuk pakan ternak. Mudah-mudahan dengan Bimtek ini peternak mampu mengolah pakan  yang bergizi baik untuk ternak sehingga arahan pemerintah pengangkutan ternak dengan berat 350 kg akan tercapai," harapnya.

Lebih lanjut disampaikan Wabup bahwa pembangunan Pelabuhan Nusantara di Desa Mbuju Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu akan direalisasikan pada tahun 2023. Bila sudah jadi, keberadaan pelabuhan tersebut akan sangat bermanfaat bagi para pengusaha  untuk membawa ke luar daerah. Hal itu juga berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan bagi para peternak.

"Mudah-mudahan Bang Rudi bisa membantu untuk mempercepat proses pembangunan ini di pusat," harap Wabup kepada HMS.

Terkait potensi pengembangan ternak di Dompu, Wabup berharap kepada Pemprov NTB agar memperhatikan kebutuhan peternak di Dompu. Program-program peternakan hendaknya juga dialokasikan ke Kabupaten Dompu. Jangan sampai Dompu dilupakan. Seperti Bang Rudi (HMS) selalu memberikan perhatiannya untuk Dompu," kata Wabup.

HMS menjelaskan bahwa Bimtek tersebut terselenggara atas kerja sama Kementerian Pertanian RI dengan Komisi IV DPR-RI dan BPTU-HPT Denpasar. Bimtek dilaksanakan sebagai upaya untuk mengedukasi penyuluh dan peternak dalam hal pengembangan peternakan.

"Harapannya untuk memberikan peningkatan kapasitas bagi para peternak," jelasnya.

Dikatakannya bantuan pemerintah untuk kelompok-kelompok ternak dalam bentuk UPPO (Unit Pengelolaan Pupuk Organik) maupun bantuan murni peternakan berupa sapi, kambing maupun unggas supaya dapat berkembang biak demi kesejahteraan masyatakat.

"Dengan adanya Bimtek ini harapannya setelah bantuan diterima bisa bermanfaat tidak langsung dibawa pulang tetapi setelah ternak melahirkan baru bisa dibawa pulang. Itu harapan pemerintah," pungkasnya. (emo).