Jalur Tanjakan Taropo Kian Membahayakan, Pemkab Dompu Diminta Segera Turun Tangan

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Jalur Tanjakan Taropo Kian Membahayakan, Pemkab Dompu Diminta Segera Turun Tangan

Koran lensa pos
Jumat, 25 Maret 2022

 



             Kondisi jalur tanjakan/turunan Taropo


Dompu, koranlensapos.com - Tanjakan Taropo di Desa Mbuju Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu merupakan jalan poros yang menghubungkan Desa Taropo dengan desa-desa lain di Kecamatan Kilo bahkan di Kabupaten Dompu. Termasuk pula dengan beberapa desa tetangga yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima NTB. Anak-anak sekolah asal Desa Taropo yang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Sanggar di Kore (Bima) atau di SMA Negeri 2 Kilo di Desa Mbuju juga melintasi jalur ini. 
Warga Desa Mbuju juga menggunakan jalur itu menuju ke ladang jagung masing-masing. 
Dengan kata lain jalur tersebut merupakan jalur penting dan satu-satunya yang digunakan oleh masyarakat setempat. 

Di sisi lain kondisi jalur tanjakan / turunan ini kian mengkhawatirkan bagi keselamatan para pengguna jalan. Pasalnya selain menanjak / menurun tajam, jalur ini juga semakin rusak akibat gerusan air hujan. 
     Kades Taropo, Abdurrahman

Kepala Desa Taropo, Abdurrahman mengungkapkan tanjakan Taropo memakan korban setiap tahun.

"Tahun 2022 ini sudah ada 2 kejadian.
Kejadian pertama korban tidak meninggal, kejadian kedua kemarin seorang ibu boncengan dengan anaknya meninggal dunia," ungkap Kades.

Disebutnya kecelakaan di tanjakan Taropo umumnya ibu-ibu berboncengan yang menggunakan sepeda motor matic dan dalam posisi menurun dari arah Desa Taropo menuju Mbuju.




"Motor yang dikendarai meluncur kencang dan tidak mampu dikendalikan, bukan karena rem blong atau yang lain tapi karena tanjakan/turunan yang sangat curam ditambah di awal tanjakan ada pengkolan di Rengge Kapa. Kalau tidak ada pengkolan mungkin tidak akan terjadi korban jiwa karena motor akan meluncur dengan lurus," ungkapnya.

Kades melanjutkan kejadian mobil yang tidak mampu naik tanjakan Taropo  juga sering terjadi. 
"Bahkan pnah terjadi mobil merosot karena gak mampu naik tanjakan menghantam tiang listrik sampai patah," imbuhnya.

Dikemukakan Kades Abdurrahman bahwa sejauh ini kasus kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut sudah sangat sering terjadi. Lakalantas yang mengakibatkan korban meninggal dunia saja sudah lebih dari 10 kasus.

"Mobil truk 3 kali kecelakaan di situ dan pernah korban meninggal di tempat dalam keadaan terjepit hingga warga mengevakuasi berjam-jam dengan mesin pemotong atau grinda," ujarnya.

Selanjutnya Abdurrahman menyampaikan harapan dan permohonan seluruh masyarakat Desa Taropo agar Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu segera menindaklanjuti surat permohonan pemerintah desa untuk mengerjakan jalan lintas Taropo-Mbuju khususnya berupa pengerukan atau pemindahan jalur tanjakan maut Taropo. Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi korban selanjutnya,

"Umumnya masyarakat Taropo sangat khawatir melintas di tanjakan maut ini, apalagi banyak anak- anak sekolah dan ibu-ibu yang naik turun. Sedangkan warga Taropo tidak punya jalan alternatif lain untuk menuju kota kecamatan dan kota kabupaten," ucapnya.

Dikatakannya bahwa jalan poros taropo merupakan jalan Daerah Kabupaten Dompu yang harus dibangun dengan APBD II. 
"Namun sampai sekarang belum ada tindakan dari Pemda. Mungkin karena Taropo ini salah satu desa yang terisolir atau desa tertinggal makanya kurang diperhatikan," kritiknya.

Ia mengulas jalan poros Taropo dimanfaatkan pula oleh warga Desa Mbuju dalam mengangkut hasil panen, baik jagung maupun yang lain.
Sedangkan luas lahan jagung Desa Taropo 4.806 Ha (yang bersertifikat) 

"Semoga Pemda segera membantu kami dalam membangun dan memelihara jalan poros Taropo," pintanya.

Menurutnya, pengkolan di tanjakan Rengge Kapa harus dipindahkan jalurnya ke arah timur atau ke arah barat dari jalur sekarang agar lebih aman bagi pengguna jalan.