Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Cabe Organik Hasil Budidaya Rudi Purtomo, Besar Panjang Tahan Lama Plus Menyehatkan

Minggu, 17 Januari 2021 | 6:11 AM WIB Last Updated 2021-01-16T22:11:19Z


Dompu, koranlensapost.com - Sukses melakoni usaha di bidang sanitasi berupa pembuatan closet dan gorong-gorong tidak membuat Rudi Purtomo (Ketua Forum Pengusaha Sanitasi / For-PaS Dompu) berpuas diri. Sosok energik ini melihat masih banyak peluang usaha yang dapat dijalani untuk mendapatkan uang.
Tanpa meninggalkan profesi lama, pengusaha jamban yang telah diundang di berbagai daerah di Indonesia untuk memberikan pelatihan tentang sanitasi ini merintis lagi usaha baru di bidang hortikultura. Budidaya cabe yang dipilihnya. Hebatnya lagi tanaman yang ia budidayakan adalah dengan sistem organik yang sama sekali tidak menggunakan pupuk kimia. Kotoran kambing dan sapi yang telah diolah menjadi pupuk bokasi ia gunakan sebagai media tumbuhnya tanaman bernama latin capsicum frutescens  ini.

Hasilnya sungguh membelalakkan mata. Cabe yang dibudidaya dengan pupuk organik ini berbuah lebat. Boleh dikata dalam satu pohon buahnya lebih banyak daripada daunnya.
Buahnya pun besar-besar dan panjang melebihi ukuran cabe pada umumnya yang ditemukan di pasar.
"Cabe organik ini juga awet bisa tahan lama atau tidak mudah busuk dikirim ke Jawa atau Sumatera juga bisa," ungkap Mas Pur.


Tanaman cabe Rudi Purtomo yang berjumlah 2 ribu pohon itu pada medio Januari 2021 ini mulai panen perdana. Buah-buah awal mulai nampak kuning kemerah-merahan. Seiring dengan itu orderan mulai berdatangan, terutama dari restoran-restoran atau warung makan. Tidak sedikit juga yang membeli untuk kebutuhan dapur rumah tangga.
"Ini mulai kewalahan melayani permintaan. Hari ini ada pesanan sepuluh kilo (gram)," kata Pur.

Ia mengatakan meskipun harga cabe saat ini Rp. 120 ribu per kilogram karena memang di musim hujan terjadi kelangkaan cabe, tetapi pesanan cabe organik hasil budidayanya terus berdatangan.

Lebih lanjut Rudi Purtomo mengatakan cabe organik adalah bumbu masakan yang sehat karena tidak mengandung unsur kimia. Cabe organik merupakan salah satu solusi hidup secara sehat alami.
"Penyakit yang umum dirasakan orang seperti diabetes dan lain-lain yang. paling besar pengaruhnya adalah karena melalui makanan yang mengandung unsur kimia," kata Fasilitator Kementerian Dalam Negeri yang sering diundang untuk menjadi pembicara nasional oleh beberapa Kementerian bahkan diundang oleh UNICEF untuk berbicara masalah sanitasi dan Undang-Undang Desa ini.


Budidaya cabe organik ini digelutinya mulai pada awal November 2020 lalu.
Dengan bermodalkan pengetahuan akademik yang disandangnya sebagai seorang sarjana pertanian, Pur mulai mengolah pupuk bokasi yang kemudian ia sebar di lahan yang akan dipersiapkan untuk menanam tanaman berasa pedas itu. Bersamaan dengan itu ia mulai menyemaikan benih cabe. 

Selanjutnya ia memasang mulsa untuk menghambat pertumbuhan gulma pengganggu. Beberapa minggu kemudian ia beserta anggota keluarganya  menanam satu persatu pada lubang dengan jarak tertentu. 
"Baru dua minggu saya tanam cabe saya saat itu sudah berbunga," akunya.


Rudi Purtomo mengaku berbudidaya cabe di musim hujan memang jauh lebih rumit ketimbang di musim kemarau. Mulanya buah-buah awal dari tanaman cabenya banyak yang rontok. Begitu pula gangguan hama pengganggu tanaman yang dapat menyerang batang, daun, bunga dan buah. Tetapi pantang baginya menyerah begitu saja menghadapi tantangan itu. Berbagai upaya dan strategi ia lakukan untuk menyiasati hal itu. Koordinasi dengan PPL setempat sangat intens ia lakukan. Walhasil akhirnya menuai berkah. Tanaman-tanaman cabenya bisa menghasilkan buah yang besar, panjang dan bisa lebih awet. (AMIN).


×
Berita Terbaru Update