Dompu, koranlensapos.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu terus melakukan penanganan terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV) melalui layanan pengobatan, edukasi, serta upaya pencegahan penularan.
Direktur RSUD Dompu, dr. Fitratul Ramadhan, Sp.P, mengungkapkan bahwa hingga Juni 2026 terdapat 72 ODHIV yang sedang menjalani pengobatan di RSUD Dompu, terdiri dari 46 laki-laki dan 26 perempuan.
Sementara itu, pada periode Januari hingga Juni 2026, RSUD Dompu menemukan 11 kasus baru HIV, yakni 8 laki-laki dan 3 perempuan.
"Penanganan yang dilakukan berupa edukasi mengenai rencana pengobatan serta pencegahan penularan. Pasien juga mendapatkan terapi obat yang harus diminum secara rutin," jelas Dokter Fit kepada koranlensapos.com.
Ia menjelaskan, HIV hingga kini belum dapat disembuhkan. Namun, terapi antiretroviral (ARV) yang dikonsumsi seumur hidup mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga.
"Harapannya, dengan kekebalan tubuh yang baik, pasien dapat menjalani kehidupan dengan kualitas yang lebih baik," ujarnya.
Terkait proses deteksi, Direktur mengatakan bahwa tidak semua penderita HIV datang dengan keluhan yang mengarah langsung pada penyakit tersebut. Karena itu, tenaga kesehatan melakukan edukasi dan pemeriksaan apabila pasien menunjukkan gejala yang mengarah ke HIV atau menderita penyakit yang sering berkaitan dengan HIV, seperti tuberkulosis (TBC).
Mengenai pola penularan, ia menyebut bahwa berdasarkan data yang ditangani RSUD Dompu, sekitar 48 persen kasus berkaitan dengan hubungan seksual sesama jenis. Adapun kasus lainnya berasal dari penggunaan jarum suntik secara bergantian, hubungan seksual berisiko dengan berganti pasangan, penularan dari ibu ke bayi, serta penyebab lainnya.
Sebagai langkah pencegahan, Direktur RSUD Dompu mengimbau masyarakat agar menghindari perilaku yang berisiko terhadap penularan HIV.
"Jaga diri dari penularan HIV, terutama dengan menghindari hubungan seksual sesama jenis, tidak melakukan hubungan seksual berisiko, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta memperkuat ketahanan diri dan keluarga melalui nilai-nilai agama dan moral yang baik," pesannya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan apabila merasa memiliki faktor risiko. Menurutnya, deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan merupakan kunci untuk menjaga kesehatan sekaligus mencegah penularan HIV kepada orang lain. (emo).

Komentar