Muswil VIII LDII NTB Tetapkan Ramdhani sebagai Ketua DPW 2026–2031, Delapan Bidang Pengabdian Jadi Arah Program -->

Kategori Berita

.

Muswil VIII LDII NTB Tetapkan Ramdhani sebagai Ketua DPW 2026–2031, Delapan Bidang Pengabdian Jadi Arah Program

Koran lensa pos
Rabu, 26 Agustus 2026

 

Foto bersama Ketua Umum DPP LDII, H. Dody Taufiq Wijaya dan jajaran dengan segenap Peserta MUSWIL VIII LDII NTB usai pelaksanaan rangkaian kegiatan MUSWIL VIII LDII NTB yang berlangsung di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Selasa (25/8/2026) 



Mataram, koranlensapos.com — Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses digelar di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Selasa (25/8/2026).


Muswil VIII menjadi forum tertinggi organisasi LDII di tingkat Provinsi NTB untuk melakukan evaluasi kepengurusan periode sebelumnya, memilih kepemimpinan baru, serta merumuskan arah program kerja dan kebijakan organisasi untuk periode 2026–2031.


Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB, H. Surya Bahari, yang hadir mewakili Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Muswil diikuti perwakilan dari 10 DPD LDII kabupaten/kota se-NTB.


Turut hadir Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya, unsur Polda NTB, DPRD NTB, MUI NTB, tokoh agama dan tokoh masyarakat.


Muswil VIII mengusung tema “Membangun Sumber Daya Manusia Profesional Religius melalui Kolaborasi dan Sinergi Menuju NTB Makmur Mendunia.” Tema tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan NTB, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.


Ramdhani Terpilih Secara Aklamasi


Salah satu keputusan terpenting Muswil VIII adalah terpilihnya Dr. Ramdhani, ST., M.Si. sebagai Ketua DPW LDII NTB masa bakti 2026–2031.


Ramdhani terpilih secara aklamasi melalui sidang paripurna Muswil pada Selasa (25/8/2026). Sebelumnya, terdapat tiga nama yang diusulkan dari 10 DPD LDII kabupaten/kota se-NTB.


Dua nama yang diusulkan, yakni Umar Hamdan dari Kota Bima dan Abdul Halim, menyatakan tidak bersedia mencalonkan diri. Ramdhani kemudian menjadi satu-satunya calon yang bersedia melanjutkan proses pencalonan hingga akhirnya ditetapkan secara aklamasi.


Ramdhani sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPW LDII NTB. Ia menggantikan Abdullah A. Karim yang telah memimpin DPW LDII NTB selama empat periode.


Terpilihnya Ramdhani sekaligus menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan di tubuh LDII NTB.


Usai ditetapkan sebagai ketua, Ramdhani menyampaikan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.


Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan organisasi dengan semangat kebersamaan, profesional dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat kontribusi LDII bagi masyarakat NTB.


Ramdhani juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah, MUI, organisasi kemasyarakatan Islam dan seluruh elemen masyarakat.


Menurutnya, LDII NTB ke depan tidak hanya akan memperkuat kegiatan dakwah, tetapi juga mengambil peran dalam pembangunan karakter generasi muda, keharmonisan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.


Evaluasi Kepengurusan dan Penyusunan Program 2026–2031



Selain memilih ketua, rangkaian persidangan Muswil VIII membahas laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan DPW LDII NTB masa bakti 2021–2026.


Agenda Muswil juga mencakup pengesahan tata tertib, jadwal acara, pemilihan pimpinan sidang, penyampaian LPJ, tanggapan dari DPD LDII kabupaten/kota, pemilihan ketua dan formatur, pembahasan program kerja serta rekomendasi organisasi.


Setelah pemilihan ketua, agenda dilanjutkan dengan sidang formatur dan pengukuhan kepengurusan baru untuk periode 2026–2031.


Dengan demikian, Muswil VIII tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun strategi lima tahun mendatang.


Delapan Bidang Pengabdian Menjadi Fokus


Arah program LDII NTB lima tahun ke depan tidak terlepas dari delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa.


Delapan bidang tersebut meliputi:

  1. Kebangsaan

  2. Keagamaan dan dakwah

  3. Pendidikan

  4. Kesehatan

  5. Ekonomi syariah

  6. Ketahanan pangan dan lingkungan

  7. Teknologi digital

  8. Energi baru dan energi terbarukan (EBET)

Kedelapan bidang tersebut diarahkan agar tidak berhenti sebagai program internal organisasi, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

LDII NTB sebelumnya telah menegaskan bahwa delapan bidang tersebut akan menjadi bagian penting dari kontribusi organisasi dalam pembangunan daerah.

Penguatan Kader Muda

Regenerasi juga menjadi salah satu pesan penting dalam Muswil VIII.

Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mendorong agar kader-kader muda diberikan ruang dan tanggung jawab secara bertahap, mulai dari tingkat pusat hingga struktur organisasi paling bawah.

Menurut Dody, regenerasi merupakan kekuatan penting agar organisasi mampu bergerak dinamis menghadapi tantangan lima tahun mendatang.

DPP LDII juga mendorong penguatan kapasitas pengurus di tingkat Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC). Pengurus tingkat bawah dinilai menjadi garda terdepan organisasi karena berhadapan langsung dengan masyarakat.

Penguatan kapasitas tersebut mencakup kemampuan komunikasi, manajemen organisasi serta kemampuan menerjemahkan program organisasi agar dapat dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Muswil VIII juga menegaskan pentingnya memperkuat hubungan dan kolaborasi LDII dengan pemerintah daerah serta berbagai elemen masyarakat.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, melalui sambutan yang dibacakan Surya Bahari, menilai pembangunan sumber daya manusia profesional sekaligus religius merupakan salah satu fondasi penting untuk mewujudkan NTB Makmur Mendunia.

Pemprov NTB juga mendorong LDII untuk memperluas kolaborasi melalui program pemberdayaan masyarakat, termasuk pengembangan ekonomi syariah, pemberdayaan UMKM berbasis pesantren serta penguatan ketahanan keluarga dan pangan di tingkat desa.

LDII diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung agenda pembangunan daerah, khususnya peningkatan kualitas SDM, penanganan kemiskinan dan stunting.

Fokus Lingkungan, Pangan dan Teknologi

Bidang lingkungan dan ketahanan pangan juga menjadi perhatian dalam arah pengabdian LDII NTB.

Sebelum Muswil, LDII NTB telah melakukan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian lingkungan dan mengajak generasi muda terlibat dalam aksi nyata menjaga lingkungan.

Ke depan, isu lingkungan, ketahanan pangan, teknologi digital serta energi baru dan terbarukan diposisikan sebagai bagian dari pengabdian organisasi.

Hal tersebut menunjukkan bahwa agenda LDII NTB periode 2026–2031 tidak hanya berorientasi pada bidang keagamaan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial, ekonomi, lingkungan dan perkembangan teknologi.

Memperkuat Organisasi hingga Tingkat Akar Rumput

Ketua Umum DPP LDII juga menekankan perlunya konsolidasi organisasi hingga tingkat PC dan PAC.

Konsolidasi tersebut ditujukan untuk memastikan program organisasi dapat berjalan secara terarah dari tingkat DPW hingga kabupaten/kota, kecamatan dan kelurahan/desa.

Penguatan struktur akar rumput sekaligus menjadi strategi agar program pengabdian LDII benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

Keputusan Penting Muswil VIII

Berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan, sejumlah hasil penting Muswil VIII LDII NTB dapat dirangkum sebagai berikut:

Pertama, menetapkan Muhammad Ramdhani, ST., M.Si. sebagai Ketua DPW LDII NTB masa bakti 2026–2031 melalui proses aklamasi.

Kedua, melanjutkan proses regenerasi kepemimpinan organisasi setelah Abdullah A. Karim tidak lagi mencalonkan diri setelah memimpin LDII NTB selama empat periode.

Ketiga, menyusun arah program kerja DPW LDII NTB untuk periode 2026–2031 dengan menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia yang profesional dan religius.

Keempat, memperkuat delapan bidang pengabdian LDII, yakni kebangsaan; keagamaan dan dakwah; pendidikan; kesehatan; ekonomi syariah; ketahanan pangan dan lingkungan; teknologi digital; serta energi baru dan energi terbarukan.

Kelima, memperkuat kaderisasi dan memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda dalam kepengurusan dan pelaksanaan program organisasi.

Keenam, memperkuat kapasitas pengurus PC dan PAC sebagai ujung tombak organisasi di tengah masyarakat.

Ketujuh, meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, MUI, ormas Islam, TNI-Polri, akademisi, perguruan tinggi, lembaga sosial dan elemen masyarakat lainnya.

Kedelapan, menyelaraskan program pengabdian LDII dengan kebutuhan pembangunan NTB, terutama dalam peningkatan kualitas SDM, pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan dan kepedulian lingkungan.

Dengan hasil tersebut, kepemimpinan baru LDII NTB di bawah Ramdhani menghadapi tantangan untuk menerjemahkan hasil Muswil menjadi program konkret selama lima tahun ke depan.

Tantangan tersebut bukan hanya menjaga soliditas internal organisasi, tetapi juga memastikan kontribusi LDII dapat dirasakan masyarakat luas melalui program keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, lingkungan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Bagi Ramdhani, periode 2026–2031 menjadi momentum untuk melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru.

Dengan mengedepankan kolaborasi dan sinergi, LDII NTB diarahkan untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah sekaligus mendukung visi NTB Makmur Mendunia. (emo).