Dompu, koranlensapos.com – Layanan Hemodialisis (HD) RSUD Dompu terus berkembang menjadi tumpuan harapan bagi penderita gagal ginjal di Kabupaten Dompu dan wilayah sekitarnya. Sejak resmi dibuka pada 17 Agustus 2022 dengan hanya empat unit mesin cuci darah, kini ruang Hemodialisis telah memiliki 10 mesin yang melayani lebih dari 100 pasien.
Saat ini, rata-rata 76 pasien menjalani cuci darah secara rutin setiap pekan, sementara sekitar 80 pasien lainnya masih masuk dalam daftar tunggu. Pelayanan tidak hanya diberikan kepada warga Kabupaten Dompu, tetapi juga pasien dari Kabupaten Bima, Kota Bima, hingga pasien travelling yang sedang singgah atau pulang kampung.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Dompu, dr. I Wayan Sudiharta, Sp.PD, menjelaskan bahwa gagal ginjal umumnya merupakan komplikasi dari penyakit lain seperti diabetes melitus, hipertensi, asam urat, batu ginjal, kista ginjal, penyakit autoimun, kelainan genetik, hingga infeksi ginjal.
"Pada gagal ginjal stadium akhir, pasien harus menjalani terapi pengganti fungsi ginjal, yakni hemodialisis, CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis), atau transplantasi ginjal," jelas mantan Ketua IDI Kabupaten Dompu yang kini menjabat Ketua Majelis Kehormatan Etik IDI itu. Ia juga telah memiliki kompetensi dasar pelatihan khusus dialisis.
Menurut dr. Wayan, hemodialisis merupakan proses penyaringan darah menggunakan mesin karena ginjal sudah tidak mampu lagi menjalankan fungsinya secara normal.
"Darah pasien dialirkan keluar tubuh menuju mesin pencuci darah, kemudian setelah disaring langsung dikembalikan lagi ke tubuh. Proses ini berlangsung sekitar empat hingga lima jam dan biasanya dilakukan dua sampai tiga kali dalam seminggu," terangnya.
Ia menegaskan, pasien gagal ginjal yang sudah menjalani cuci darah memang tidak dapat sembuh seperti sediakala. Namun, dengan terapi yang teratur, mereka tetap dapat memiliki kualitas hidup yang baik dan beraktivitas sebagaimana masyarakat pada umumnya.
"Yang penting adalah menjaga pola hidup sehat, mengendalikan penyakit penyebab, minum air putih sesuai kebutuhan, makan makanan bergizi, berolahraga, dan khusus pasien cuci darah harus mengatur keseimbangan cairan tubuh agar tidak berlebihan," katanya.
Mayoritas pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Dompu berusia di atas 30 tahun, meski terdapat pula pasien usia remaja bahkan belasan tahun. Sementara peluang terkena gagal ginjal, menurutnya, relatif sama antara laki-laki maupun perempuan.
SDM Terlatih dan Pelayanan Terus Ditingkatkan
Untuk mendukung pelayanan, Ruang Hemodialisis RSUD Dompu kini didukung oleh 10 unit mesin HD, satu dokter spesialis penyakit dalam yang telah mengikuti pelatihan hemodialisis, satu dokter umum dengan pelatihan HD, delapan perawat bersertifikat pelatihan hemodialisis, serta tujuh perawat lainnya yang akan mengikuti pelatihan secara bertahap.
Target utama pelayanan ini adalah memperpanjang harapan hidup pasien gagal ginjal sekaligus menjaga kualitas hidup mereka agar tetap sehat, mandiri, dan produktif.
Ikatan Kekeluargaan Jadi Penyemangat Petugas
Kepala Ruangan Hemodialisis RSUD Dompu, Debi Septiawan, S.Kep., Ners, mengaku profesi yang dijalaninya memiliki tantangan tersendiri.
Menurutnya, kebahagiaan terbesar petugas adalah terjalinnya hubungan kekeluargaan yang erat dengan pasien-pasien tetap serta melihat mereka mampu bertahan hidup dan tetap bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.
"Namun di balik itu ada duka yang tidak ringan. Beban kerja fisik cukup berat, risiko penularan penyakit melalui darah juga tinggi. Yang paling berat adalah ketika pasien yang sudah kami anggap seperti keluarga akhirnya meninggal dunia," ungkapnya.
Miliki Aplikasi Inovasi E-Ranin
Sementara itu, Humas RSUD Dompu, Muhammad Iradat, mengatakan Ruang Hemodialisis juga melahirkan inovasi pelayanan berbasis digital melalui aplikasi E-RaninAplikasi tersebut mempermudah pelayanan pasien secara daring dan menjadi salah satu inovasi yang mengantarkan RSUD Dompu meraih predikat sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Terinovatif Tahun 2025.
Dengan penguatan sumber daya manusia, penambahan fasilitas, dan inovasi pelayanan, RSUD Dompu terus berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi penderita gagal ginjal agar memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat, nyaman, dan berkualitas. (emo).